Pelantikan kepala desa Purut yang baru

Semoga dapat menjalankan tugas dengan baik, amanah dan dapat mewujudkan desa yang lebih maju,sejehtera.

Penyuluhan Pendamping Keluarga

Pada hari Kamis, 04 Agustus 2022 telah terlaksana Penyuluhan Tim Pendamping Keluarga dalam Pencegahan Stunting yang disampaikan  oleh ibu Magfirah.  

Pelantikan Aparatur Desa

Kamis, 04 Agustus 2022 pukul 08.00 s.d 11.55 Wita telah terlaksana Pelantikan Aparatur Desa Kertak Hanyar II, Manarap Baru, Simpang Empat, Mekar Raya bertempat di Aula Serbaguna Kercamatan Kertak Hanyar.

Bimbingan Teknis Go Digital Desa

Sehubung akan diadakannya Sistem GIDES (Go Digital Desa), kami ingin mengundang Desa-desa yang ada di Kecamatan Bakarangan untuk melakukan Bimbingan Teknis Go Digital Desa

Penyelenggaraan Expo BUMDesa Kalsel Tahun 2022

Dalam rangka rangkaian Peringatan Hari Jadi Kalimantan Selatan yang Ke-72 Tahun 2022, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Kalimantan Selatan akan melaksanakan Expo BUMDesa Kalsel Tahun 2022 pada tanggal 6 s.d 7 Agustus 2022 di Duta Mall Banjarmasin.

Penggelolaan Sampah yang Dimanfaatkan Sebagai Pupuk Organik Cair di TPH Desa Wringinputih

Kerusakan lingkungan yang terjadi pada masyarakat dipengaruhi oleh jumlah sampah yang dibiarkan menumpuk. Potensi sampah yang melimpah dapat dioptimalkan manfaatnya dengan 3R. Ember cat bekas dapat dimanfaatkan untuk bermacam-macam. Salah satu manfaatnya adalah untuk digunakan sebagai pembuatan pupuk organik cair. Bahan dari pembuatan pupuk organik cair ini menggunakan sampah organik limbah rumah tangga yang seringkali tidak di maksimalkan potensinya. Pembuatan POC dibuat menggunakan alat bernama ember tumpuk yang dibuat menggunakan 2 ember cat bekas, kran air, bor dan pisau. Bahan untuk mendapatkan POC berasal dari sampah organik rumah tangga, misalnya sayuran basi, buah basi, dan masih banyak lagi. Pemasukan sampah organik dilakukan dengan memasukkan buah-buah yang berfungsi untuk memikat lalat HI yang dapat membantu pembusukan dan maggotnya dapat dimanfatkan sebagai pakan. Lalat HI dapat terpikat dikarenakan buah-buahan memiliki senyawa volatil yang berbau wangi. Kemudian dilanjutkan dengan memasukan sampah organik lainnya. Sampah organik dimasukkan ke dalam ember tumpuk secara berkala. Dalam pemberian sampah organik rumah tangga tidak perlu dipotong-potong atau dicacah, akan tetapi langsung dimasukan saja.Setelah  minggu ke- 1 sampai 2 minggu dilakukan pengecekan POC dan maggot. Pengambilan POC dapat dilakukan di minggu ke- 3 dan dilakukan pematangan. POC yang telah matang berciri berwarna gelap dan tidak berbau. Harapannya dengan adanya kegiatan ini dapat menjadi sebuah inside baru kepada masyarakat untuk memanfatkan barang-barang bekas dan sampah limbah organik cair dan lebih aware terhadap kelestarian lingkungan. Hasil dari pembuatan pupuk organik cair secara sederhana dapat digunakan lingkup tanaman rumah tangga dan magotnya dapat dimanfaatkan untuk pakan hewan ternak. Selain itu, dengan adanya kegiatan ini dapat menambah edukasi yang dapat diberikan dari pihak TPH Wringinputih untuk masyarakat secara umum.

Bimtek SIPADES 2022

pelakasanaan Bimbingan Teknis Aplikasi Sistem Pengelolaan Aset Desa (SIPADES) berbasis Online bertempat di Hotel Rodhita Banjarmasin tanggal 28 - 31 juli 2022

Memanfaatkan Lahan Pekarangan Kosong dengan Menanam Sayuran di Polybag

Terkadang kita sering menjumpai lahan pekarangan rumah yang masih kosong. Padahal lahan pekarangan rumah yang kosong tersebut bisa maksimalkan potensinya dengan bercocok tanam. Salah satu media paling mudah untuk bercocok tanam adalah menggunakan polybag. Polybag sendiri adalah kantong plastik berwarna hitam dengan lubang-lubang kecil sebagai sirkulasi untuk menanam tanaman. Untuk mengetahui informasi lebih lengkap seputar menanam sayuran menggunakan polybag   Kegunaan Polybag untuk Bercocok Tanam Polybag umumnya sebagai wadah tanah atau difungsikan seperti layaknya pot. Polybag ditemukan dalam warna biru atau putih, akan tetapi polybag umumnya dijumpai dengan warna hitam. Biasanya polybag ini juga ditemukan lewat penjual polybag dengan harga yang bervariasi tergantung ukurannya. Namun, tak jarang kita menjumpai polybag yang terbuat oleh bekas snack ringan, minyak goreng, sabun cuci dan sebaginya   Kelebihan Menanam dengan Menggunakan Polybag Polybag memiliki keunggulan daripada wadah tanaman lainnya. Harga polybag jauh lebih ekonomis apabila dibandingkan dengan pot. Selain itu, pada lahan yang tidak terlalu luas akan jauh lebih praktis menggunakan polybag. Penggunaan polybag juga memudahkan untuk memindahkannya.   Cara Menanam Tanaman Menggunakan Polybag Untuk menanam tanaman menggunakan polybag setidaknya ada 2 langkah yang harus dilakukan. Siapkan media tanam Sebelum menanam tanaman di polybag, langkah pertama yang harus dilakukan adalah menyediakan media tanam. Untuk membuat media tanam dengan kualitas yang bagus dibutuhkan tanah, kompos, dan sekam bakar. Campur tanah, kompos, dan sekam bakar dengan perbandingan 1:1:1. Namun, jika tanah yang digunakan cukup subur bisa menggunakan perbandingan 2:1:1 dengan komposisi tanah yang lebih banyak. Setelah itu barulah media tanam dimasukkan ke polybag. Penanaman bahan tanam Setelah media tanam sudah dipindahkan ke dalam polybag, selanjutnya adalah proses penanaman bahan tanam. Bahan tanam yang digunakan bisa berupa benih atau bagian dari tanaman. Menggunakan Bahan Tanam dari Benih Jika menanam dengan menggunakan benih, Mama perlu melubangi media tanam dengan kedalaman yang pendek. Cukup sekitar 1 ruas jari. Biasanya jika menanam menggunakan benih, polybag lebih baik ditutup dengan kertas tebal atau diletakkan di tempat yang tidak terkena matahari. Hal ini bertujuan untuk mempercepat munculnya kecambah.   Menggunakan Bahan Tanam dari Bagian Tanaman  Sedangkan jika menanam menggunakan bagian dari tanaman langsung, dapat dilakukan dengan menanam kembali sisa sayuran di dapur atau melakukan stek tanaman. Stek biasanya dilakukan dengan cara mengambil ujung batang tanaman yang kemudian dirontokkan daunnya dan hanya menyisakan 4 lembar daun di paling atas. Jika menanam stek batang, diperlukan untuk membuat lubang di media tanam yang lebih dalam, yaitu sekitar satu jari telunjuk atau disesuaikan dengan panjangnya batang yang digunakan. Setelah bahan tanam ditanam, maka siram polybag menggunakan air.

MERIAHKAN HUT RI Ke 77 Tahun 2022

Burakai- Jum'at, 05 Agustus 2022 Desa Burakai Menyelenggarakan Pelombaaan Futsal Tingkat RT , dalam Acara memeriahkan hari Kemerdekaan Republik Indonesia ini warga sangat berantusias menyambut perlombaan yang di adakan oleh Karang Taruna Desa Burakai, lomba futsal yang juga di hiasi dengan berbagai macam aksesoris atau atribut dari memakai daster juga sepatu bot. Karang Taruna Desa Juga ingin warga sekitar rukun, tentram dalam hidup bertetangga dan bermasyarakat. Bagaimanapun hal seperti ini adalah bentuk kecintaan terhadap INDONESIA . Saat para pejuang-pejuang yang sudah mendahului kita mereka rela untuk mengorbankan nyawanya demi MERDEKA nya Bangsa Indonesia. Disitu kami gembira dengan Merdekanya Negara Kita- INDONESIA.

Kelahiran Anak Sapi Bantuan Dari Desa Andhika

Kelahiran Anak Sapi yang dipelihara oleh Fauzi dari Rt 004 ini merupakan salah satu bentuk wujud dari pemerintahan desa andhika untuk mensejahterakan Masyarakat Desa Andhika

Cara menanam menggunakan sistem Hidroponik di rumah

Biasanya masyarakat seringkali mengalami masalah terutama yang tidak memiliki lahan yang luas untuk bercocok. Hidroponik merupakan solusi di bidang pertanian dengan menggunakan teknologi sederhana. Menurut Tallei et al, (2017) bahwa hidroponik diambil dari bahasa Yunani yaitu hydro yang artinya air dan ponos yang artinya daya. Selain itu, hidroponik juga kerap dikenal dengan sebutan soilless culture yang memiliki arti budidaya tanpa tanah. Tanaman akan tumbuh dengan baik apabila pemenuhan nutrisinya tepat bagi tanaman dan tercukupi. Oleh karena itu, pengertian hidroponik secara menyeluruh adalah menanam tanaman dengan memanfaatkan air tanpa menggunakan tanah dan menekankan pemenuhan nutrisi tanaman yang disalurkan melalui pemanfaatan air. Tanaman akan tumbuh dengan baik apabila pemenuhan nutrisinya cocok dan tercukupi. Sekilas, sistem hidroponik terlihat rumit, akan tetapi setelah dipahami, cara kerja sistem ini sebetulnya sangat sederhana. Terdapat beberapa tipe sistem hidroponik yaitu drip system (sistem tetes), Ebb and flow (flood and drain), NFT (nutrient film technique), aquaponik, aeroponic, dan wick system (sistem sumbu). Selain itu, sistem hidroponik bisa juga merupakan kombinasi dari satu atau lebih dari sistem-sistem tersebut.   Drip system Sistem ini menggunakan sistem irigasi tetes (drip irrigation system) untuk mengalirkan nutrisi ke wilayah perakaran melalui selang irigasi dengan menggunakan dripper yang diatur waktunya dengan timer. Media tanam sistem ini yaitu batu apung, sekam bakar, zeolit, atau cocopeat (sabut kelapa), yang berfungsi sebagai tempat akar berkembang dan memperkokoh kedudukan tanaman. Nutrisi hidroponik disimpan di wadah. Pompa yang disiapkan di dalam wadah akan memompa nutrisi melalui selang irigasi sesuai jadwal yang telah diatur. Cairan nutrisi yang tidak terserap dialirkan kembali melalui drainase yang diletakkan di bagian bawah depan dari setiap pot tanaman. Cairan ini akan kembali ke wadah penampung pupuk. Pengatur waktu bisa diatur untuk 15 menit setiap satu jam.   Ebb and Flow Sistem ini disebut juga sistem pasang surut. Pada sistem ini, larutan nutrisi diberikan dengan cara menggenangi wilayah perakaran pada waktu yang ditentukan. Setelah cukup maka larutan nutrisi dialirkan kembali ke wadah penampungan pupuk. Larutan nutrisi akan mengisi/membanjiri sistem sampai mencapai ketinggian dari overflow yang telah disiapkan, sehingga merendam akar tanaman. Tabung overflow harus diatur sekitar 2 inch di bawah permukaan atas media tumbuh. Sistem tetes dan pasang surut memiliki kelemahan, yaitu ketika terjadi pemutusan aliran listrik secara tiba-tiba dalam waktu yang cukup lama, maka tanaman tidak mendapatkan suplai nutrisi. Demikian juga apabila terjadi kerusakan pada pompa.   Nutrient Film Technique Pada sistem ini, nutrisi dipompa ke tanaman melalui aliran air yang tipis, sehingga akar tumbuhan bersentuhan dengan lapisan tipis nutrisi yang mengalir. Ketinggian lapisan air bisa diatur satu sampai dua sentimeter. Keuntungan dari sistem ini, ketikaaliran listrik terputus maka cairan nutrisi masih tersisa di dalam sistem. Konstruksi sistem dibuat bertingkat sehingga cairan nutrisi di pompa melalui pipa paling atas kemudian mengalir sampai pipapaling bawah, dan langsung ke wadah penampungan cairan pupuk. Sistem ini banyak disukai karena akar tanaman menyerap lebih banyak oksigen dari udara dibandingkan yang diserap dari larutan nutrisi. Hal ini disebabkan karena hanya ujung akar saja yang bersentuhan dengan larutan nutrisi sehingga tumbuhan mendapatkan lebih banyak oksigen dan hal ini menyebabkan tumbuhan lebih cepat tumbuh dan berkembang.   Wick system Sistem sumbu ini merupakan metode hidroponik yang paling sederhana. Sistem ini bisa menggunakan bahan-bahan daur ulang seperti botol atau gelas bekas minuman kemasan sebagai wadah untuk nutrisi. Tanaman mendapatkan nutrisi yang diserap melalui sumbu atau kain flanel. Sistemnya seperti kompor minyak tanah. Sistem ini juga seringkali digunakan oleh guru di kelas sebagai bahan eksperimen untuk murid. Tujuannya yaitu untuk menjelaskan bagaimana tumbuhan bertumbuh dan berkembang, sekaligus membuat murid tertarik pada hidroponik. Sumbunya merupakan bagian penting dari sistem ini, karena tanpa penyerab cairan yang baik, tanaman tidak akan mendapatkan kelembaban dan nutrisi yang dibutuhkan. Sumbu yang baik, selain sebagai penyerap cairan yang baik, juga tidak mudah rusak akibat pembusukan. Sumbu sebaiknay dicuci terlebih dahulu dengan air.   Aeroponik Pada sistem ini, tanaman ditumbukan pada udara yang lembab tanpa menggunakan tanah atau medium agregat (geoponik). Kata aeroponik berasal dari bahasa Yunani yaitu aero (udara) dan ponos (daya). Sistem aeroponik berbeda dengan hidroonik konvensional. Pada sistem ini, larutan nutrisi sebagai medium tumbuh dan mengandung mineral-mineral penting untuk pertumbuhan tanaman disemprotkan secara berkala pada akar tanaman. Karena air tetap digunakan untuk mentransmisikan nutrien, maka sistem ini juga dianggap sebagai salah satu tipe hidroponik. Penyemprotan dilakukan menggunakan pompa bertekanan tinggi sehingga menghasilkan butiran-butiran air yang sangat halus melalui sprinkler.   Aquaponik Ada yang menganggap bahwa sistem ini bukan termasuk ke dalam sistem hidroponik, karena tidak menggunakan pupuk dengan nutrisi yang seimbang. Aquaponik menggunakan nutrisi dari air kolam ikan yang sudah mengandung nutrisi yang secara alamiah terbentuk dari sisa kotoran ikan dan pakan ikan yang larut di dalam air. Sistem ini serupa dengan sistem rakit apung ataupun NFT, tetapi sumber nutrisinya berbeda.   Refrensi Tallei, T.E., I. F.M. Rumengan, and A.A. Adam. 2017. Hidroponik untuk Pemula. Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Sam Ratulangi, Manado.

Tanaman Obat Keluarga (TOGA) di TPH Wringinputih Kecamatan Borobudur

Tanaman obat keluarga (TOGA) merupakan tanaman hasil budidaya rumahan yang berkhasiat sebagai obat. Disebut sebagai TOGA pada hakekatnya menunjukkan tanaman ini dapat ditanam di sebidang tanah, baik di halaman rumah, kebun, ataupun ladang kosong yang mana dapat digunakan untuk membudidayakan tanaman yang berkhasiat sebagai obat yang fungsinya untuk memenuhi keperluan keluarga dalam hal obat-obatan. Dengan mempunyai budidaya tanaman obat sendiri di rumah, ada banyak manfaat yang diperoleh, salah satunya yaitu dapat mengobati berbagai macm penyakit dan juga bermanfaat bagi kesehatan. Tanaman obat sendiri memiliki beberapa jenis dan masing-masing jenis memiliki khasiatnya sendiri. Dengan demikian, jika banyak menanam jenis tanaman, maka banyak juga manfaat yang diperoleh. Contoh tanaman TOGA yang paling umum ditemui adalah lengkuas, jahe, kencur, kunyit, dan lain-lain. Tanaman ini tergolong mudah dalam proses budidayanya. Total tanaman obat yang dikenal sudah ada sekitar empat puluh ribu lebih dimana 30 ribu jenisnya berasal dari wilayah Indonesia tetapi hanya sekitar 9 ribu jenis yang dianggap memiliki manfaat bagi kesehatan tubuh. Selain manfaatnya banyak dan tanaman mudah dibudidaya, efek samping dari tanaman herbal pada umumnya lebih kecil jika dibandingkan dengan obat kimia atau racikan dokter. Sehingga, jika dikonsumsi dalam batas wajar, umumnya tidak berbahaya bagi kesehatan. Berikut ini adalah macam-macam tanaman obat keluarga yang terdapat di TPH Wringinputih, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang : Jahe Dari zaman dahulu, jahe sudah dikenal sebagai obat tradisional yang mampu mengobati beberapa jenis penyakit. Jahe mengandung banyak senyawa yang mana dapat memperkuat sistem imun. Jahe juga mengandung minyak atsiri dengan senyawa kimia aktif yaitu zingiberin, kamfer, zingiberol, gingerol, dan zingeron. Minyak atsiri tersebut bersifat antiinflamasi dan antioksidan. Jahe sering digunakan untuk mengobati penyakit vertigo, mual-mual, mabuk perjalanan, demam, batuk, gangguan saat menstruasi, kanker, dan penyakit jantung (Goulart, 1995). Menurut Santoso (2008), jahe juga dapat digunakan untuk mengobati penyakit impoten, pegal-pegal, pusing, rematik, sakit pinggang dan juga masuk angin. Kencur Kencur (Kaempferia galanga L.) adalah tanaman herbal yang memiliki khasiat sebagai obat yang hidup di daerah tropis dan subtropis. Kencur sering digunakan pada kalangan industri maupun rumah tangga bukan hanya digunakan sebagai obat namun bisa juga sebagai minuman yang kaya akan manfaat bagi kesehatan. Komponen utama kencur adalah etil p-metoksisinamat (EPMS). Selain itu, kencur mengandung minyak atsiri, saponin, flavonoid, polifenol yang mana diketahui memiliki banyak manfaat (Setyawan, 2012). Kencur merupakan tanaman yang bernilai ekonomis cukup tinggi sehingga banyak dibudidayakan dan digunakan sebagai bumbu makanan atau pengobatan salah satunya antijamur. Komponen utama kencur adalah etil p-metoksisinamat (EPMS). Selain itu, kencur mengandung minyak atsiri, saponin, flavonoid, polifenol yang mana diketahui memiliki banyak manfaat (Chan, 2008). Laos/Lengkuas Lengkuas yang merupakan tumbuhan populer di Asia Tenggara termasuk Indonesia mengandung minyak atsiri yang bersifat antimikroba, antifungi, dan antioksidan. Minyak atsiri aktif sebagai antibakteri karena senyawa kimia tersebut mengandung gugus fungsi hidroksil (-OH) dan karbonil (Hsu, 2010). Rimpang laos/lengkuas sering digunakan untuk mengatasi penyakit seperti diare, penyakit kulit, radang tenggorokan, sariawan, bau mulut, dan herpes. Buahnya juga dapat digunakan untuk menghilangkan rasa dingin, kembung, mual, muntah, cegukan, dan penambah nafsu makan. Buahnya sering digunakan untuk menghilangkan rasa dingin, kembung, mual, muntah, dan lain-lain (Atjung, 1990). Jeruk Purut Jeruk purut merupakan tanaman buah yang banyak ditanam oleh masyarakat Indonesia di pekarangan atau di kebun. Jeruk purut adalah tanaman yang banyak dijumpai sehingga mudah dijangkau oleh masyarakat. Jeruk purut memiliki banyak manfaat diantaranya adalah air perasan daging buah jeruk purut dapat digunakan sebagai obat batuk, obat kulit, dan antiseptik (Miftahendrawati, 2014). Kandungan senyawa kimia pada jeruk purut meliputi senyawa minyak atsiri, flavonoid, saponin, dan terpen. Minyak atsiri daun jeruk purut efektif sebagai penangkal serangga karena kandungan yang mudah menguap dan mengandung senyawa seperti terpenoid dan tanin (Adrianto, 2014). Kunir/Kunyit Kunyit termasuk tanaman tahunan yang tumbuhnya merumpun. Susunan dari tanaman kunyit terdiri dari akar, rimpang, batang semu, pelepah daun, daun, tangkai bunga, dan kuntum bunga. Kunyit terkenal dengan kandungan kurkuminnya yang tinggi yang mana memiliki efek antioksidan (Gupta, 2013). Minyak atsiri dari kunyit dapat diperoleh dari seluruh bagian, mulai dari akar, rimpang, daun, hingga bunga. Namun bagian kunyit yang mengandung minyak atsiri tertinggi adalah rimpangnya (Yadav, 2017). Serai Serai merupakan sejenis tumbuhan rumput-rumputan yang daunnya panjang seperti ilalang.  biasanya digunakan sebagai bumbu dapur untuk mengharumkan makanan. Selain untuk dapur, serai memiliki manfaat sebagai obat-obatan yaitu untuk meredakan sakit kepala, otot, batuk, nyeri lambung. Akarnya digunakan untuk peluruh air seni, keringat, dahak, dan penghangat badan, sedangkan minyak serai banyak digunakan sebagai bahan pewangi sabun, spray, disinfektan, dan bahan pengkilap (Fauzi, 2009). Kandungan serai adalah saponin, flavonoid, polifenol, alkaloid, dan minyak atsiri. Saponin dapat berfungsi sebagai antimikroba seperti bakteri Escherichia coli dan Staphylococcus aureus. Flavonoidnya dapat berfungsi sebagai antioksidan dan antimikroba (Basuki, 2011).   Referensi : Adrianto, 2014. Efektivitas Ekstrak Daun Jeruk Purut terhadap Larva Aedes aegypti. Jurnal Aspirator Vol 6(1):1-6 Atjung, 1990. Tanaman Obat dan Minuman Segar. Yasaguna. Jakarta. Basuki, 2011. Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etil Asetat Tanaman Serai. Skripsi Jurusan Farmasi Fakultas Farmasi Universitas Muhammadiyah Surakarta. Chan, 2008. Antioxidant and tyrosinase inhibition properties of leaves and rhizomes of ginger species. Food Chemistry 109, 477-483 Fauzi, 2009. Aneka Tanaman Obat dan Khasiatnya. Media Pressindo. Yogyakarta. Goulart, F. S. 1995. Super Healing Foods, Reward Books, A Member of Penguin Putnam Inc. New York. Gupta, 2013. Therapeutic roles of curcumin: Lesson learned from clinical trials. The AAPS Journal 15(1):195-218 Hsu, 2010. Antimicrobial Activity of Greater Galangal [Alpinia galanga (Lmn.)] Swartz J Flowers. Food and Science Biotechnol 19(4): 873-880 Miftahendrawati, 2014. Efek Antibakteri Ekstrak Daun Jeruk Purut (Citrus hystrix) terhadap bakteri Streptococcus mutans. Skripsi. Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Hassanuddin Makassar, Makassar. Santoso, H.B. 2008. Ragam & Khasiat Tanaman Obat. PT Agromedia Pustaka. Yogyakarta. Setyawan, 2012. Optimasi Yield Etil p-Metoksisinamat pada Ekstrak Oleoresin Kencur (Kaempferia galanga) Menggunakan Pelarut Etanol. Jurnal Bahan Alam Terbarukan 1(2). Yadav, 2017. Versatility of turmeric: A review the golden spice of life. Journal of Pharmacognosy and Phytochemistry JPP 41(61):41-46.