POSYANDU DESA SUNGKAI SEKALIGUS PEMBAGIAN MAKANAN TAMBAHAN GIZI BALITA
**Posyandu Desa Sungkai: Pemberian Makanan Tambahan Gizi Balita untuk Kesehatan Anak** Pada tanggal 6 Oktober 2025, Posyandu Desa Sungkai kembali menjadi pusat perhatian dengan kegiatan rutinnya yang melibatkan pemberian makanan tambahan gizi balita. Acara ini diadakan mulai pukul 09:00 pagi dengan tujuan utama meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan anak-anak kecil di desa tersebut. Posyandu atau Pos Pelayanan Terpadu adalah sebuah program kesehatan masyarakat yang telah terbukti memberikan kontribusi positif dalam meningkatkan kualitas hidup warga, terutama balita. Di Desa Sungkai, kehadiran Posyandu tidak hanya sebagai tempat konsultasi kesehatan, tetapi juga sebagai sarana distribusi makanan tambahan gizi bagi balita. Kegiatan pembagian makanan tambahan gizi balita ini menjadi momen berharga bagi para orang tua dan anak-anak di Desa Sungkai. Para ibu balita berkumpul menunggu giliran untuk mendapatkan paket makanan bergizi yang sangat dibutuhkan oleh si kecil. Paket-paket tersebut dirancang secara khusus untuk memenuhi kebutuhan gizi balita, sekaligus memberikan variasi nutrisi yang dibutuhkan untuk tumbuh kembang mereka yang optimal. Selain pembagian makanan, kegiatan di Posyandu Desa Sungkai juga mencakup pengecekan kesehatan rutin, penyuluhan gizi, serta pendidikan kesehatan bagi para orang tua. Hal ini bertujuan agar mereka dapat lebih memahami pentingnya pola makan sehat dan asupan gizi yang cukup bagi anak-anak mereka. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan angka gizi buruk dan masalah kesehatan terkait gizi pada balita di Desa Sungkai dapat diminimalkan. Kolaborasi antara petugas kesehatan, masyarakat, dan pemerintah setempat menjadi kunci kesuksesan dalam menjaga kesehatan generasi muda sebagai investasi masa depan yang lebih baik. Posyandu Desa Sungkai terus menjadi contoh nyata bahwa upaya pencegahan dan perbaikan gizi balita bisa dilakukan secara bersama-sama dan berkelanjutan. Semoga kegiatan seperti ini dapat terus ditingkatkan dan menjadi inspirasi bagi desa-desa lain dalam upaya meningkatkan kesehatan generasi penerus bangsa.
Posyandu ILP
**Posyandu ILP: Meningkatkan Kesehatan dan Kesadaran Hidup Sehat di Desa Binturung** Pada tanggal 16 September 2025, tepat pukul 09.00 pagi, Posyandu ILP (Pos Pelayanan Terpadu Integrasi Layanan Pendekatan) di Desa Binturung kembali menggelar kegiatan rutinnya. Lokasi yang dipilih kali ini adalah di Gedung Olahraga Badminton, tempat yang strategis dan mudah dijangkau oleh masyarakat setempat. Tujuan dari kegiatan Posyandu ILP ini adalah memberikan layanan kesehatan dasar yang terintegrasi serta mempermudah akses masyarakat untuk mendapatkan perawatan kesehatan yang dibutuhkan. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk memberdayakan masyarakat agar mandiri dalam menjaga kesehatan keluarga mereka. Salah satu keuntungan utama dari keberadaan Posyandu ILP adalah masyarakat dapat memperoleh layanan kesehatan lengkap dalam satu tempat. Dengan adanya fasilitas ini, masalah kesehatan bisa dideteksi lebih dini sehingga penanganan bisa dilakukan secara cepat dan tepat. Selain itu, kesadaran hidup sehat di lingkungan masyarakat pun dapat meningkat secara signifikan. Melalui kegiatan ini, masyarakat diajak untuk melakukan berbagai kegiatan seperti pemeriksaan kesehatan, penyuluhan tentang pola makan sehat, serta edukasi tentang pentingnya olahraga secara teratur. Selain itu, para peserta juga diberikan informasi mengenai ciri-ciri penyakit umum yang sering terjadi dan langkah-langkah pencegahannya. Dengan semangat gotong royong dan kepedulian terhadap kesehatan masyarakat, Posyandu ILP di Desa Binturung terus berupaya menjadi garda terdepan dalam memberikan pelayanan kesehatan yang berkualitas. Semoga kegiatan ini dapat terus memberikan dampak positif bagi kesehatan dan kesejahteraan masyarakat Desa Binturung.
POSYANDU BALITA
Pada hari ini, Senin, 6 Oktober 2025, bertempat di Rumah Sehat Desa Pasayangan Selatan, Kecamatan Martapura, Kabupaten Banjar, telah dilaksanakan kegiatan rutin Posyandu Balita. Kegiatan ini diikuti oleh para ibu dan balita dari berbagai RT di wilayah Desa Pasayangan Selatan. Petugas kesehatan bersama kader Posyandu melakukan sejumlah layanan, antara lain penimbangan berat badan, pengukuran tinggi badan, pemberian vitamin, imunisasi, serta penyuluhan gizi bagi ibu dan anak. Pelaksanaan Posyandu ini bertujuan untuk memantau pertumbuhan dan perkembangan balita, sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga kesehatan anak sejak usia dini. Turut hadir dalam kegiatan ini kader PKK Desa Pasayangan Selatan, petugas dari Puskesmas Martapura, serta perangkat desa yang memberikan dukungan penuh terhadap terselenggaranya kegiatan Posyandu. Kegiatan berlangsung dengan tertib, lancar, dan penuh antusias, baik dari pihak kader maupun masyarakat yang datang membawa anak-anak mereka untuk mendapatkan layanan kesehatan dasar.
Desa Murung Kenanga Gelar Lomba Kawasan Bebas Jentik 2025
Pada hari Senin, 6 Oktober 2025, Kantor Desa Murung Kenanga menjadi pusat kegiatan penting dalam bidang kesehatan masyarakat, yaitu Pelaksanaan Lomba Kawasan Bebas Jentik Tahun 2025. Kegiatan ini dilaksanakan mulai pukul 10.00 WITA dengan suasana penuh antusias dari warga dan perangkat desa yang turut serta mempersiapkan segala kebutuhan lomba. Acara ini merupakan bagian dari program penilaian lomba kawasan bebas jentik tingkat Kabupaten Banjar, yang berada di bawah wilayah kerja UPTD Puskesmas Martapura 2. Lomba ini bertujuan untuk mendorong masyarakat agar lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan, terutama dalam upaya pencegahan penyebaran penyakit yang disebabkan oleh nyamuk, seperti demam berdarah dengue (DBD). Kegiatan penilaian dimulai dengan penyambutan tim penilai dari kabupaten oleh Kepala Desa Murung Kenanga beserta jajaran perangkat desa. Dalam sambutannya, Kepala Desa menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian pemerintah daerah terhadap upaya peningkatan kesehatan masyarakat di tingkat desa. Beliau juga menekankan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan secara berkelanjutan, bukan hanya saat ada lomba. “Menjadi kawasan bebas jentik bukan sekadar target lomba, tetapi gaya hidup sehat yang harus diterapkan setiap hari,” ujarnya. Tim penilai kemudian melakukan pengecekan langsung ke beberapa titik di lingkungan Desa Murung Kenanga. Mereka meninjau kondisi saluran air, tempat penampungan, serta rumah-rumah warga untuk memastikan tidak ada jentik nyamuk yang berkembang. Masyarakat pun turut aktif dalam mendampingi tim penilai dan menunjukkan hasil kerja bakti yang telah dilakukan beberapa minggu sebelumnya. Selain kegiatan penilaian, pihak Puskesmas Martapura 2 juga memberikan edukasi kepada warga mengenai cara mencegah munculnya jentik nyamuk di sekitar rumah. Edukasi ini meliputi penerapan 3M Plus — menguras, menutup, mengubur, dan menabur larvasida jika diperlukan — yang menjadi langkah dasar pencegahan DBD. Warga Desa Murung Kenanga menyambut positif kegiatan ini. Mereka merasa bangga karena desanya dipercaya menjadi salah satu peserta lomba tingkat kabupaten. Beberapa warga juga mengungkapkan bahwa lomba ini menjadi motivasi untuk lebih disiplin dalam menjaga kebersihan lingkungan. Kegiatan ini tidak hanya meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya sanitasi dan kesehatan lingkungan, tetapi juga mempererat kerja sama antara pemerintah desa, warga, dan pihak puskesmas. Semangat gotong royong terlihat jelas ketika warga saling membantu membersihkan halaman dan lingkungan sekitar sebelum pelaksanaan penilaian. Sebagai penutup acara, Kepala Desa Murung Kenanga menyampaikan harapannya agar kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut setiap tahun. Ia berharap Desa Murung Kenanga dapat menjadi contoh bagi desa lain dalam menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan bebas jentik. Dengan kolaborasi yang kuat antara masyarakat dan pemerintah, cita-cita menuju Desa Sehat dan Bebas Jentik 2025 dapat terwujud dengan nyata.
Pelatihan Servis Sepeda Motor di Desa Margasari Hilir, Warga Didorong Tingkatkan Keterampilan dan Ekonomi
Margasari Hilir – Pemerintah Desa Margasari Hilir melaksanakan kegiatan Pelatihan Servis Sepeda Motor yang diikuti oleh masyarakat desa. Pelatihan ini menghadirkan tenaga ahli dari Balai Latihan Kerja (BLK) Kabupaten Tapin, yaitu Bapak Hasan Sajali sebagai instruktur. Dalam sambutannya, Kepala Desa Margasari Hilir, Muhammad Baktinor, menekankan kepada peserta agar mengikuti kegiatan ini dengan serius. “Ilmu yang diperoleh di sini harus benar-benar dimanfaatkan, baik untuk bekerja maupun membuka usaha sendiri, sehingga bisa meningkatkan kesejahteraan keluarga,” ujarnya. Kegiatan ini juga mendapat apresiasi dari Kasi Pemerintahan Kecamatan Candi Laras Utara, yang turut hadir dalam acara pembukaan. Beliau menyampaikan bahwa hampir setiap rumah tangga saat ini memiliki sepeda motor, sehingga keahlian di bidang servis kendaraan roda dua menjadi peluang besar untuk membuka lapangan pekerjaan dan meningkatkan ekonomi masyarakat desa. Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan masyarakat Margasari Hilir memiliki keterampilan baru yang bermanfaat, serta mampu memanfaatkan peluang usaha di bidang jasa servis sepeda motor. Pemerintah Desa berkomitmen untuk terus mendukung kegiatan pelatihan serupa demi pengembangan SDM dan peningkatan ekonomi masyarakat.
PENYALURAN BLT-DD TA 2025 UNTUK BULAN OKTOBER
Pada hari ini, Senin, tanggal 6 Oktober 2025, bertempat di Kantor Desa Pasayangan Selatan, Kecamatan Martapura, Kabupaten Banjar, telah dilaksanakan kegiatan pembagian Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD) Tahun Anggaran 2025 untuk bulan Oktober. Kegiatan dimulai pukul 09.00 WITA dan berlangsung hingga pukul 12.00 WITA dengan tertib dan lancar. Warga penerima manfaat BLT-DD hadir secara bergantian sesuai jadwal yang telah ditentukan oleh pihak desa, guna menghindari kerumunan dan menjaga ketertiban selama proses penyaluran. Dalam kegiatan ini turut hadir aparatur Pemerintah Desa Pasayangan Selatan, BPD Pasayangan Selatan, pendamping desa, serta Bhabinkamtibmas dan Babinsa yang turut membantu pengawasan agar penyaluran dana berjalan sesuai ketentuan dan tepat sasaran. Kepala Desa Pasayangan Selatan dalam sambutannya menyampaikan bahwa bantuan ini diharapkan dapat membantu meringankan beban ekonomi masyarakat, khususnya bagi keluarga penerima manfaat yang terdampak kondisi ekonomi saat ini. Kegiatan pembagian BLT-DD bulan Oktober 2025 ini berjalan dengan aman, tertib, dan lancar, serta mendapat apresiasi positif dari masyarakat penerima bantuan.
POHON KARIWAYA ROBOH TUTUPI JALAN LINTAS SEKTOR PERKEBUNAN DESA BAWAHAN SEBERANG
Pada tanggal 6 Oktober 2025, Desa Bawahan Seberang dikejutkan dengan kejadian tak terduga ketika Pohon Kariwaya yang menjulang kokoh roboh menutupi jalur lintas sektor perkebunan menuju desa tersebut. Insiden ini disebabkan oleh hujan deras semalam yang membasahi tanah serta pembakaran batang pohon yang tidak kunjung padam, akhirnya menyebabkan keruntuhan pohon yang berada tepat di tengah jalan. warga setempat terkejut menemukan akses mereka ke perkebunan terhalang oleh reruntuhan pohon besar tersebut. Dalam situasi darurat ini, Pemerintah Desa Bawahan Seberang bersikap cepat dan tanggap untuk membersihkan sisa-sisa pohon yang menghalangi jalan, memastikan keselamatan seluruh warga yang hendak melintas. Upaya penyingkiran ranting-ranting pohon dilakukan dengan sigap . Warga bersatu padu membantu petugas pemerintah dalam membersihkan jalur lintasan yang tertutup, sehingga kembali normal dan aman bagi para penduduk desa. Kejadian ini menjadi pelajaran bagi semua pihak, betapa pentingnya menjaga lingkungan dan menghindari praktek-praktek yang dapat membahayakan diri sendiri maupun orang lain. Semoga insiden seperti ini tidak terulang lagi di masa mendatang, dan kesadaran akan kelestarian alam semakin meningkat di masyarakat Desa Bawahan Seberang.
DESA SUNGKAI MEGIKUTI FASILITASI KEGIATAN MONITORING DAN EVALUASI PROFIL DESA KABUPATEN BANJAR TAHUN 2025
Pada tanggal 1 Oktober 2025, Desa Sungkai di Kabupaten Banjar mengikuti kegiatan monitoring dan evaluasi profil desa yang bertujuan untuk menyusun gambaran secara komprehensif tentang kemajuan dan tantangan yang dihadapi oleh desa. Acara tersebut dimulai tepat pukul 10:45:55 pagi dengan antusiasme tinggi dari seluruh warga dan pihak terkait. Dalam suasana yang penuh semangat, para peserta berpartisipasi aktif dalam proses pengumpulan data, analisis, serta penyusunan rekomendasi untuk meningkatkan kualitas hidup di Desa Sungkai. Dengan bimbingan fasilitator yang berpengalaman, diskusi-diskusi mendalam pun terjadi, memperlihatkan dedikasi tinggi untuk mencapai perubahan positif bagi masyarakat setempat. Selama kegiatan berlangsung, berbagai aspek penting seperti infrastruktur, pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan lingkungan dianalisis secara komprehensif. Data-data yang terkumpul menjadi landasan utama dalam mengevaluasi capaian-capaian sebelumnya serta mengidentifikasi arah yang harus ditempuh ke depan. Keterlibatan langsung dari seluruh lapisan masyarakat, baik pemuda, ibu rumah tangga, tokoh adat, maupun aparat desa, menjadikan kegiatan monitoring dan evaluasi ini sebagai contoh nyata kolaborasi yang harmonis dan inklusif. Semangat gotong-royong terpancar jelas dari setiap interaksi yang terjalin, menunjukkan kesadaran kolektif akan pentingnya pembangunan yang berkelanjutan. Diharapkan bahwa hasil dari kegiatan monitoring dan evaluasi ini tidak hanya sekadar menjadi dokumen formal, tetapi lebih dari itu, menjadi panduan berharga dalam merumuskan kebijakan yang berdampak positif bagi masyarakat Desa Sungkai. Semangat untuk terus berinovasi dan beradaptasi dengan dinamika zaman menjadi kunci keberhasilan dalam mewujudkan visi pembangunan yang berkelanjutan dan inklusif bagi semua warga desa.
MUSRENBANG DESA
**Musyawarah Rencana Pembangunan Desa (MUSRENBANG DESA) di Kantor Desa Suato Tatakan** Pada tanggal 6 Oktober 2025, tepat pukul 09:00 pagi, Kantor Desa Suato Tatakan menjadi saksi dari kegiatan penting dalam proses perencanaan pembangunan desa, yaitu Musyawarah Rencana Pembangunan Desa (MUSRENBANG DESA). Dengan partisipasi aktif dari seluruh unsur masyarakat dan pemangku kepentingan, acara ini bertujuan untuk memberdayakan warga dalam menentukan arah pembangunan desa secara partisipatif. Suasana ruang rapat dipenuhi dengan semangat kebersamaan dan antusiasme. Para tokoh masyarakat, perwakilan lembaga kemasyarakatan, pemuda, serta perangkat desa berkumpul untuk berdiskusi dan merumuskan rencana pembangunan yang akan dilaksanakan dalam kurun waktu tertentu. Dalam MUSRENBANG DESA tersebut, setiap suara didengar dan setiap pendapat dihargai. Bersama-sama, mereka menyusun prioritas pembangunan berdasarkan kebutuhan riil yang dirasakan oleh masyarakat. Infrastruktur, kesehatan, pendidikan, ekonomi lokal, dan lingkungan menjadi fokus utama pembahasan. Melalui diskusi yang panjang namun penuh makna, tercipta kesepakatan bersama mengenai langkah-langkah strategis yang akan diambil untuk meningkatkan kualitas hidup di Desa Suato Tatakan. Dari renovasi fasilitas umum hingga program pelatihan kewirausahaan, semua dipertimbangkan dengan cermat demi terwujudnya visi pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan. Setelah mencapai kesepakatan bersama, hasil musyawarah akan menjadi pedoman bagi Pemerintah Desa dalam menyusun Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJM Desa) yang akan dilaksanakan dalam beberapa tahun ke depan. Partisipasi aktif masyarakat dalam proses ini menjadi landasan kuat bagi pencapaian pembangunan yang berkelanjutan dan merata bagi seluruh lapisan masyarakat Desa Suato Tatakan. Dengan semangat gotong-royong dan kebersamaan, MUSRENBANG DESA di Kantor Desa Suato Tatakan menjadi momentum penting dalam membangun desa yang lebih baik, adil, dan sejahtera untuk semua warganya.
DESA SUNGKAI BERSAMA KECAMATAN SIMPANG EMPAT KOUNSULTASI DENGAN PERUMDA PASAR BATUAH KABUPATEN BANJAR
Pada tanggal 30 September 2025, sebuah konsultasi penting berlangsung Pemerintah Desa Sungkai, Kecamatan Simpang Empat, dengan pihak Perumda Pasar Batuah Kabupaten Banjar. Pertemuan yang dimulai pada pukul 09:37:56 ini bertujuan untuk membahas pasar Sungkai, sebuah sentra ekonomi lokal yang vital bagi masyarakat setempat. Desa Sungkai sendiri telah lama dikenal sebagai pusat kegiatan perdagangan dan ekonomi di wilayah tersebut. Dengan adanya konsultasi ini, diharapkan akan tercipta sinergi yang lebih baik antara pemerintah daerah, Perumda Pasar Batuah, dan masyarakat setempat dalam mengembangkan potensi pasar Sungkai. Para pemangku kepentingan yang hadir dalam pertemuan ini membahas berbagai aspek terkait pengelolaan pasar, peningkatan fasilitas, promosi pasar, hingga upaya meningkatkan daya tarik pasar bagi pengunjung maupun pedagang. Dengan adanya diskusi dan kolaborasi yang konstruktif, diharapkan pasar Sungkai dapat semakin berkembang dan memberikan manfaat maksimal bagi semua pihak terkait. Kegiatan konsultasi ini juga menjadi momentum yang tepat untuk merumuskan langkah-langkah strategis ke depan guna menjadikan pasar Sungkai sebagai destinasi unggulan yang berdaya saing tinggi. Dengan dukungan bersama dan kerjasama yang solid antara semua pihak terkait, pasar Sungkai diharapkan akan terus tumbuh dan memberikan kontribusi positif bagi perekonomian lokal serta kesejahteraan masyarakat Desa Sungkai dan sekitarnya.
pelatihan peningkatan kapasitas membangun sinergi pemerintahan desa dan badan permusyawaratan desa Se-kecamatan Hatungun
Artikel Pelatihan Peningkatan Kapasitas: Membangun Sinergi Pemerintahan Desa dan Badan Permusyawaratan Desa Se-Kecamatan Hatungun, Banjarmasin Pada tanggal 7 Agustus 2025, pukul 09:16:14, sebuah acara pelatihan yang bertujuan meningkatkan kemampuan individu dan tim dalam membangun sinergi antara pemerintahan desa dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) se-Kecamatan Hatungun, Banjarmasin telah sukses dilaksanakan. Pelatihan ini diinisiasi sebagai langkah strategis untuk memperkuat koordinasi serta kerjasama yang lebih efektif antara pemerintah desa dan BPD dalam rangka mengoptimalkan pelayanan publik bagi masyarakat di tingkat lokal. Dengan dukungan kuat dari berbagai pihak terkait, kegiatan ini berhasil menyatukan tenaga dan pemikiran demi mencapai tujuan bersama yang lebih baik. Peserta pelatihan didorong untuk memperluas wawasan mereka tentang peran dan tanggung jawab masing-masing entitas pemerintahan desa dan BPD, serta untuk meningkatkan keterampilan komunikasi, manajerial, dan kepemimpinan yang diperlukan dalam mengelola sumber daya secara efisien dan transparan. Melalui serangkaian sesi diskusi, workshop, dan studi kasus, para peserta memiliki kesempatan untuk saling bertukar pengalaman, belajar dari praktik terbaik, dan merumuskan strategi kolaboratif guna meningkatkan kualitas pengambilan keputusan, perencanaan program, serta implementasi kebijakan di tingkat desa. Hasil dari pelatihan ini diharapkan akan menciptakan sinergi yang lebih kokoh antara pemerintah desa dan BPD, sehingga dapat mendukung terwujudnya pembangunan yang partisipatif, inklusif, dan berkelanjutan di Kecamatan Hatungun. Dengan demikian, masyarakat setempat dapat merasakan manfaat nyata dari adanya koordinasi yang harmonis antara kedua lembaga tersebut. Kegiatan selanjutnya diharapkan akan melibatkan berbagai pemangku kepentingan lainnya, termasuk tokoh masyarakat, organisasi kemasyarakatan, dan sektor swasta, guna memperluas jaringan kerja sama dan mempercepat transformasi positif di tingkat desa. Semoga pelatihan ini menjadi tonggak awal bagi terciptanya tata kelola pemerintahan yang lebih baik dan berdaya saing di Kecamatan Hatungun, Banjarmasin.
Rapat Koordinasi dengan Dinas PUPR "Pemeliharaan Jalan Dalam Rangka Peningkatan Ekonomi Masyarakat Adat"
Pada tanggal 28 September 2025, di Balai Adat Desa Binturung, sebuah rapat koordinasi yang sangat penting berlangsung antara Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) dengan komunitas masyarakat adat setempat. Tujuan dari pertemuan ini adalah untuk merumuskan strategi pemeliharaan jalan guna meningkatkan ekonomi masyarakat adat melalui perbaikan infrastruktur transportasi. Dalam pertemuan yang dimulai pukul 13:00 itu, para peserta membahas rencana detail serta langkah-langkah yang akan diambil dalam upaya menjaga agar kondisi jalan tetap prima. Infrastruktur jalan yang baik diharapkan dapat mendukung kelancaran berbagai aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat, serta membuka aksesibilitas yang lebih luas bagi mereka. Salah satu fokus utama rapat adalah memperkuat koordinasi antara Dinas PUPR dan pihak terkait lainnya guna memastikan kualitas jalan yang terjaga dengan baik. Kerjasama lintas sektor menjadi kunci dalam memastikan bahwa program pemeliharaan yang direncanakan dapat berjalan efektif dan tepat sasaran. Dengan adanya forum ini, diharapkan akan terjalin sinergi yang kuat antara pemerintah daerah, masyarakat adat, dan berbagai instansi terkait guna menciptakan lingkungan yang mendukung perkembangan ekonomi lokal melalui infrastruktur jalan yang handal dan terawat dengan baik. Semoga hasil dari rapat ini dapat memberikan dampak positif yang signifikan bagi kemajuan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat adat Desa Binturung.
