APBDES PERUBAHAN TAHUN 2026
**Perubahan APBDES Tahun 2026: Membangun Desa Pematang Karangan Hulu ke Arah yang Lebih Baik** Pada tanggal 9 Juni 2026, tepat pukul 08:00 pagi, Balai Desa Pematang Karangan Hulu menjadi saksi pelaksanaan perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDES) yang bertujuan mendukung pertumbuhan serta kemajuan masyarakat di wilayah tersebut. Kegiatan ini merupakan langkah penting untuk memberikan dukungan maksimal bagi inisiatif-inisiatif yang akan membawa perubahan positif bagi seluruh warga desa. Dalam rapat tersebut yang dihadiri oleh kepala desa, perangkat desa, tokoh masyarakat, serta perwakilan dari berbagai lembaga terkait, kesepakatan dicapai untuk mengalokasikan dana dengan lebih efektif dan efisien guna memperkuat infrastruktur, layanan publik, serta program-program yang langsung memberdayakan masyarakat setempat. Salah satu fokus utama dari perubahan APBDES adalah peningkatan akses pendidikan bagi generasi muda desa. Dana dialokasikan untuk memperbaiki fasilitas sekolah, menyediakan beasiswa, dan mendukung kegiatan ekstrakurikuler demi meningkatkan kualitas pendidikan. Selain itu, sebagian anggaran juga disalurkan untuk pembangunan infrastruktur dasar seperti jalan desa, saluran irigasi, dan sarana kesehatan guna meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara keseluruhan. Melalui perubahan APBDES tahun 2026 ini, diharapkan potensi desa Pematang Karangan Hulu dapat semakin berkembang dan memberikan dampak positif yang signifikan bagi seluruh warganya. Kolaborasi dan sinergi antara pemangku kepentingan lokal diharapkan akan menjadikan desa ini sebagai contoh bagi desa-desa lain dalam upaya pemberdayaan masyarakat serta kemajuan bersama. Semoga perubahan APBDES ini menjadi tonggak awal bagi perkembangan yang berkelanjutan dan membawa manfaat yang nyata bagi Desa Pematang Karangan Hulu serta seluruh komunitasnya.
Tradisi Gotong Royong yang masih sangat kental di Desa Bandar Raya
Berat Sama Dipikul, Ringan Sama Dijinjing! Beginilah suasana kompak warga Desa Bandar Raya saat berkumpul di rumah Bapak Supiadi hari ini (9/6). Dalam rangka menyambut acara pernikahan salah satu keluarga beliau, warga dengan sukarela datang dan langsung sat-set kerja bakti. Mulai dari bapak-bapak yang fokus mendirikan kerangka tenda, menyiapkan area dapur perapian yang luas, sampai membuat tempat cuci piring daruratâsemua dikerjakan dengan penuh canda tawa dan semangat kebersamaan. Tradisi seperti ini yang bikin suasana desa selalu ngangenin dan hangat. Terima kasih untuk seluruh warga yang sudah meluangkan waktu dan tenaganya. Semoga hajat keluarga Bapak Supiadi diberikan kelancaran dari awal sampai akhir, amin!  Tanggal Dokumentasi : Selasa, 09 Juni 2026 Lokasi : Desa Bandar Raya, Kecamatan Pulaulaut Tanjung Selayar, Kotabaru.
Dokumentasi Kegiatan Remaja Masjid Bina Utama Desa Bandar Raya
Sinergi dalam Sholawat: Tim Hadrah Remaja Masjid Bina Utama Ikut Meriahkan Acara Tasmiahan Warga Desa Bandar Raya Kebahagiaan dan kekompakan terpancar dari penampilan Tim Hadrah Remaja Masjid Bina Utama Desa Bandar Raya dalam acara Tasmiahan salah satu warga. Dengan balutan pakaian muslim yang serasi, mereka tampil kompak membawakan lagu-lagu sholawat yang syahdu, menciptakan suasana kebersamaan yang hangat bagi para hadirin. Di tengah suasana yang meriah, kehadiran mereka menjadi pelengkap yang menyentuh hati. Sholawat yang mereka bawakan tidak hanya menghibur, tetapi juga membawa pesan kedamaian dan kecintaan kepada Baginda Nabi Muhammad SAW. Terima kasih kepada Tim Hadrah Remaja Masjid Bina Utama yang telah ikut menyukseskan acara Tasmiahan ini. Semoga semangat mereka dalam mensyiarkan sholawat terus menyala. Â Tanggal Kegiatan :Â Senin, 8 Juni 2026Â Lokasi : Desa Bandar Raya, Kecamatan Pulaulaut Tanjung Selayar
Posyandu ILP Desa Mataraman (Depan Halaman Puskesdes)
**Posyandu ILP Desa Mataraman: Mendekatkan Akses Kesehatan Dasar ke Pelbagai Generasi** Di depan halaman Puskesdes yang terletak di Desa Mataraman, sebuah inovasi baru dalam layanan kesehatan masyarakat telah berkembang. Posyandu ILP (Ibu, Lurah, dan Puskesmas) menjadi tonggak penting dalam memperluas cakupan pelayanan kesehatan dasar, tidak hanya untuk ibu hamil dan balita, tetapi juga untuk seluruh rentang usia manusia. Tanggal 8 Juni 2026, tepat pukul 09:30:52, Posyandu ILP ini menjadi saksi bagi upaya nyata dalam mendekatkan akses layanan kesehatan kepada masyarakat Desa Mataraman. Dengan lokasi strategisnya di halaman Puskesdes, posyandu ini menjadi pusat kegiatan yang menyediakan layanan kesehatan yang komprehensif mulai dari bayi, anak-anak, remaja, usia produktif, hingga lansia. Melalui pendekatan ini, setiap fase kehidupan manusia dapat terlayani dengan baik dan tepat, memastikan bahwa setiap individu mendapatkan perawatan yang sesuai dengan kebutuhan dan tahapan usianya. Hal ini menjadi langkah progresif dalam menjaga kesehatan masyarakat secara holistik dan merata. Posyandu ILP Desa Mataraman bukan sekadar sebuah tempat pelayanan kesehatan, melainkan simbol dari komitmen bersama untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Diharapkan bahwa melalui inisiatif ini, kesenjangan akses kesehatan dapat diminimalkan, serta kesadaran akan pentingnya pencegahan penyakit dan promosi kesehatan semakin tersebar luas. Dengan adanya Posyandu ILP ini, Desa Mataraman mengukuhkan dirinya sebagai contoh pencerahan dalam upaya pelayanan kesehatan yang inklusif dan berkelanjutan. Semoga langkah-langkah positif ini akan terus menginspirasi perubahan positif di berbagai wilayah lainnya, menuju masyarakat yang lebih sehat dan sejahtera.
Pemasangan Spanduk APBDes Perubahan Tahun Anggaran 2026 Desa Asam Randah
Pada hari Selasa, 09 Juni 2026, Pemerintah Desa Asam Randah melaksanakan kegiatan pemasangan spanduk Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) Perubahan Tahun Anggaran 2026 yang bertempat di Kantor Desa Asam Randah. Kegiatan ini dimulai pada pukul 10.30 WITA dan dilaksanakan oleh aparatur desa sebagai bentuk keterbukaan informasi kepada masyarakat mengenai penggunaan dan pengelolaan anggaran desa. Pemasangan spanduk APBDes Perubahan Tahun Anggaran 2026 merupakan salah satu upaya Pemerintah Desa Asam Randah dalam mewujudkan prinsip transparansi dan akuntabilitas dalam penyelenggaraan pemerintahan desa. Melalui media informasi yang dipasang di lokasi yang mudah dilihat oleh masyarakat, warga dapat mengetahui secara langsung berbagai informasi terkait pendapatan desa, belanja desa, serta program dan kegiatan yang akan dilaksanakan selama tahun anggaran berjalan. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan kemudahan kepada masyarakat dalam mengakses informasi mengenai APBDes Perubahan Tahun 2026. Dengan adanya spanduk informasi tersebut, masyarakat dapat mengetahui sumber pendapatan desa serta alokasi anggaran yang digunakan untuk berbagai bidang pembangunan, pemerintahan, pembinaan kemasyarakatan, pemberdayaan masyarakat, dan penanggulangan keadaan darurat maupun mendesak desa. Selain sebagai sarana informasi, pemasangan spanduk APBDes juga menjadi wujud komitmen pemerintah desa dalam membangun kepercayaan masyarakat melalui keterbukaan pengelolaan keuangan desa. Transparansi anggaran diharapkan dapat meningkatkan partisipasi masyarakat dalam mengawasi dan mendukung pelaksanaan program pembangunan desa sehingga tercipta tata kelola pemerintahan yang baik dan bertanggung jawab. Pemerintah Desa Asam Randah berharap dengan dipasangnya spanduk APBDes Perubahan Tahun Anggaran 2026 ini, masyarakat dapat lebih memahami arah pembangunan desa serta penggunaan anggaran yang telah direncanakan. Melalui keterbukaan informasi tersebut, diharapkan hubungan antara pemerintah desa dan masyarakat dapat semakin baik serta mendorong terciptanya pemerintahan desa yang transparan, partisipatif, dan akuntabel.
Rembuk Stunting Desa Gunung Batu Perkuat Komitmen Bersama Cegah Stunting Camat Sambung Makmur, Dinkes Kabupaten Banjar, Dinkes Provinsi Kalimantan Selatan, dan Puskesmas Sambung Makmur
Gunung Batu, Kabupaten Banjar â Pemerintah Desa Gunung Batu melaksanakan Rembuk Stunting Desa Tahun 2026 sebagai bagian dari upaya memperkuat komitmen bersama dalam percepatan penurunan stunting dan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Kegiatan yang berlangsung penuh semangat kolaborasi tersebut dihadiri berbagai pemangku kepentingan dari tingkat desa, kecamatan, kabupaten, hingga provinsi. Hadir dalam kegiatan tersebut Ardiansyah, SKM, M.Kes, Kepala Seksi Kesehatan Keluarga dan Gizi Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan, Titik Hidayati, S.Gz., MPH, Kepala Seksi Kesehatan Keluarga dan Gizi Masyarakat Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar, Yuana Karta Abidin, SSTP, Camat Sambung Makmur, serta Muhammad Rusydi Ansharie, S.Kep., Ners, Kepala Puskesmas Sambung Makmur. Turut hadir pula kader kesehatan, pendamping desa, tokoh masyarakat, serta berbagai unsur yang selama ini berperan dalam pembangunan kesehatan masyarakat. Dalam sambutannya, Kepala Desa Gunung Batu menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah hadir dan memberikan perhatian terhadap upaya peningkatan kesehatan masyarakat desa. Menurutnya, rembuk stunting bukan sekadar agenda tahunan, tetapi merupakan forum strategis untuk menyatukan langkah dan komitmen dalam menyelesaikan berbagai persoalan yang memengaruhi kualitas hidup masyarakat. "Kami mengucapkan terima kasih kepada Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan, Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar, Pemerintah Kecamatan Sambung Makmur, Puskesmas Sambung Makmur, serta seluruh pihak yang telah berhadir. Kehadiran bapak dan ibu sekalian menjadi bukti bahwa upaya pencegahan stunting merupakan tanggung jawab bersama yang harus dilakukan secara berkelanjutan," ujarnya. Kepala Desa Gunung Batu juga menyampaikan bahwa melalui rembuk stunting ini diharapkan lahir berbagai kebijakan dan solusi yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat. Selain persoalan gizi dan kesehatan, forum tersebut juga membahas berbagai aspek pendukung lainnya seperti kondisi MCK yang belum layak, rumah tidak layak huni, sanitasi lingkungan, akses air bersih, serta infrastruktur jalan yang masih memerlukan perhatian dan dukungan berbagai pihak. Dalam kesempatan yang sama, Yuana Karta Abidin, SSTP, Camat Sambung Makmur, menyampaikan bahwa desa memiliki keunggulan tersendiri dalam upaya percepatan penanganan stunting. Menurutnya, wilayah desa yang tidak terlalu luas serta hubungan sosial masyarakat yang masih erat menjadi modal penting dalam melakukan pengawasan dan pendampingan terhadap ibu hamil, balita, maupun keluarga yang berisiko stunting. "Di tingkat desa, penanganan stunting memiliki peluang besar untuk berhasil. Wilayah yang tidak terlalu luas membuat kita lebih mudah mengetahui kondisi masyarakat. Kita mengenal ibu hamilnya, mengenal anak-anaknya, dan mengetahui siapa yang perlu mendapat perhatian lebih. Karena itu, pengawasan dan pendampingan dapat dilakukan dengan lebih efektif," ungkap Yuana Karta Abidin. Ia menambahkan bahwa keberhasilan menurunkan angka stunting memerlukan keterlibatan seluruh unsur masyarakat, mulai dari keluarga, kader kesehatan, tokoh masyarakat, hingga pemerintah desa dan tenaga kesehatan. Sementara itu, Ardiansyah, SKM, M.Kes, Kepala Seksi Kesehatan Keluarga dan Gizi Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan, menjelaskan berbagai kebijakan dan program Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan dalam mendukung percepatan penurunan stunting. Ia menegaskan bahwa penanganan stunting harus dilakukan secara terpadu dan berkelanjutan melalui kolaborasi lintas sektor. Dalam pemaparannya, Ardiansyah menyoroti pentingnya pencegahan pernikahan usia dini sebagai salah satu langkah strategis dalam menurunkan risiko stunting. Menurutnya, pernikahan pada usia yang belum matang dapat meningkatkan risiko kesehatan bagi ibu dan anak, sehingga edukasi kepada remaja dan keluarga harus terus diperkuat. Selain itu, ia juga menjelaskan pentingnya program pemberian Tablet Tambah Darah (TTD) bagi remaja putri sebagai langkah pencegahan anemia dan persiapan kesehatan reproduksi sejak dini. Program ini diharapkan mampu menciptakan calon ibu yang sehat sehingga dapat melahirkan generasi yang sehat dan bebas stunting. Tidak hanya itu, peserta juga mendapatkan berbagai penjelasan mengenai pentingnya pemenuhan gizi keluarga, pemeriksaan kesehatan ibu hamil secara rutin, pola asuh anak, perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), serta penguatan peran keluarga dalam mendukung tumbuh kembang anak secara optimal. Ardiansyah juga mengungkapkan bahwa kehadirannya pada rembuk stunting tingkat desa merupakan pengalaman yang berharga. Selama ini dirinya lebih sering menghadiri kegiatan serupa di tingkat kabupaten dan kota se-Kalimantan Selatan. "Kehadiran kami di tingkat desa memberikan kesempatan untuk melihat secara langsung kondisi dan kebutuhan masyarakat. Ini menjadi masukan penting dalam merumuskan kebijakan yang lebih tepat sasaran," tuturnya. Selanjutnya, Titik Hidayati, S.Gz., MPH, Kepala Seksi Kesehatan Keluarga dan Gizi Masyarakat Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar, memaparkan berbagai program kesehatan keluarga dan gizi masyarakat yang telah dan akan terus dilaksanakan di Kabupaten Banjar. Ia menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah desa, tenaga kesehatan, kader, dan masyarakat dalam memastikan keberhasilan program percepatan penurunan stunting. Dalam sesi diskusi dan penyampaian masukan, Muhammad Rusydi Ansharie, S.Kep., Ners, Kepala Puskesmas Sambung Makmur, turut menyampaikan sejumlah tantangan yang masih dihadapi dalam upaya peningkatan kesehatan ibu dan anak di wilayah Kecamatan Sambung Makmur, termasuk di Desa Gunung Batu. Menurutnya, salah satu persoalan yang masih memerlukan perhatian bersama adalah belum optimalnya kehadiran ibu hamil dan ibu menyusui pada kegiatan posyandu. Padahal, posyandu merupakan ujung tombak pelayanan kesehatan masyarakat yang berperan penting dalam pemantauan kesehatan ibu dan anak, pemantauan status gizi balita, pemberian edukasi kesehatan, serta deteksi dini berbagai risiko yang dapat menyebabkan stunting. "Kami masih menemukan adanya ibu hamil maupun ibu menyusui yang belum rutin hadir ke posyandu. Padahal melalui posyandu, masyarakat dapat memperoleh berbagai layanan kesehatan secara mudah dan gratis, mulai dari pemeriksaan kesehatan, pemantauan pertumbuhan anak, konsultasi gizi, hingga edukasi terkait kesehatan keluarga," ujar Muhammad Rusydi Ansharie. Ia menegaskan bahwa keberhasilan program percepatan penurunan stunting tidak hanya bergantung pada pemerintah dan tenaga kesehatan, tetapi juga membutuhkan partisipasi aktif masyarakat. Oleh karena itu, diperlukan dukungan dari pemerintah desa, kader kesehatan, tokoh masyarakat, dan keluarga untuk terus mengajak serta mengingatkan ibu hamil maupun ibu menyusui agar rutin memanfaatkan layanan posyandu. "Posyandu bukan sekadar tempat penimbangan balita, tetapi menjadi sarana penting untuk memastikan kesehatan ibu dan anak tetap terjaga. Dengan partisipasi yang baik, kita dapat bersama-sama mencegah stunting dan meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat," tambahnya. Melalui kegiatan ini, berbagai usulan, masukan, dan rekomendasi yang disampaikan peserta akan menjadi bahan penting dalam penyusunan perencanaan pembangunan desa serta pelaksanaan program kesehatan masyarakat pada tahun-tahun mendatang. Rembuk Stunting Desa Gunung Batu Tahun 2026 menjadi bukti nyata bahwa upaya pencegahan stunting tidak hanya berbicara tentang kesehatan semata, tetapi juga menyangkut pembangunan manusia secara menyeluruh. Mulai dari kesehatan ibu dan anak, pendidikan keluarga, sanitasi lingkungan, akses air bersih, pencegahan pernikahan usia dini, hingga peningkatan kesejahteraan masyarakat. Dengan hadirnya unsur pemerintah dari tingkat desa, kecamatan, kabupaten, hingga provinsi dalam satu forum, diharapkan terbangun sinergi yang semakin kuat untuk mempercepat penurunan angka stunting di Desa Gunung Batu. Pemerintah Desa Gunung Batu optimistis bahwa melalui kolaborasi, kepedulian, dan kerja bersama seluruh elemen masyarakat, cita-cita mewujudkan generasi yang sehat, cerdas, berkualitas, dan berdaya saing dapat tercapai. "Mencegah stunting hari ini berarti menyiapkan masa depan Desa Gunung Batu yang lebih sehat, lebih kuat, dan lebih sejahtera di masa yang akan datang."
Desa Gunung Batu Tuntaskan Perekaman e-KTP bagi Warga Wajib KTP
Gunung Batu, Kabupaten Banjar â Pemerintah Desa Gunung Batu berhasil menuntaskan perekaman Kartu Tanda Penduduk Elektronik (e-KTP) bagi seluruh warga yang telah memenuhi syarat wajib KTP dan telah terdata dalam program percepatan administrasi kependudukan desa. Berdasarkan data terbaru, hingga saat ini jumlah warga Desa Gunung Batu yang telah melakukan perekaman e-KTP mencapai 25 -+ orang dari total sasaran 65 orang, sehingga capaian perekaman telah mencapai 100?ri warga yang terdata dan memenuhi syarat perekaman. Keberhasilan ini merupakan hasil kerja sama yang baik antara Pemerintah Desa Gunung Batu, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Banjar, pihak sekolah, orang tua, serta seluruh masyarakat yang mendukung pelaksanaan program tersebut. Dalam proses percepatan perekaman, Pemerintah Desa Gunung Batu bahkan melakukan berbagai upaya jemput bola, termasuk mengajukan permohonan izin kepada pihak sekolah agar para siswa yang telah memasuki usia wajib KTP dapat pulang lebih awal atau memperoleh izin khusus untuk mengikuti proses perekaman. Langkah ini dilakukan agar para pelajar tetap dapat memiliki dokumen kependudukan yang sangat penting untuk keperluan pendidikan, pelayanan publik, perbankan, kesehatan, dan berbagai kebutuhan administrasi lainnya. Kepala Desa Gunung Batu, M. Albilaluddin, SH, menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Banjar yang telah memberikan dukungan dan fasilitas sehingga proses perekaman dapat berjalan dengan lancar. "Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Dukcapil Kabupaten Banjar atas dukungan dan fasilitasi yang diberikan. Kami juga menyampaikan penghargaan kepada seluruh kepala sekolah yang telah memberikan izin kepada anak-anak didiknya untuk mengikuti perekaman e-KTP sehingga program ini dapat terlaksana dengan baik," ujarnya. Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada seluruh petugas yang terlibat dalam proses pendataan, sosialisasi, pendampingan, hingga pelaksanaan perekaman e-KTP. Dedikasi dan kerja keras para petugas menjadi faktor penting dalam keberhasilan program ini. "Pemerintah Desa Gunung Batu memberikan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh petugas yang telah bekerja keras membantu masyarakat dalam menyelesaikan perekaman e-KTP. Semoga segala pengabdian yang telah diberikan menjadi amal kebaikan dan membawa manfaat bagi masyarakat," tambahnya. Dengan selesainya program perekaman ini, Pemerintah Desa Gunung Batu berharap tidak ada lagi warga yang terkendala dalam mengakses pelayanan publik akibat belum memiliki dokumen kependudukan. Harapan besar kami adalah tidak ada lagi warga Desa Gunung Batu yang tidak memiliki administrasi kependudukan. Administrasi yang lengkap merupakan hak setiap warga negara sekaligus fondasi penting dalam pembangunan desa yang tertib, maju, dan sejahtera
Kegiatan Pembagian Bantuan Pangan dari Bulog di Desa Pulau Pinang
Pada hari Selasa, 9 Juni 2026, Pemerintah Desa Pulau Pinang melaksanakan kegiatan pembagian bantuan pangan dari Bulog yang bertempat di Kantor Desa Pulau Pinang. Kegiatan yang dimulai pada pukul 10.00 WITA ini berlangsung dengan tertib dan lancar serta dihadiri oleh masyarakat penerima manfaat yang telah terdaftar sesuai dengan data yang telah ditetapkan. Pembagian bantuan pangan merupakan salah satu program pemerintah yang bertujuan untuk membantu memenuhi kebutuhan pokok masyarakat, khususnya bagi keluarga yang membutuhkan. Melalui program ini, pemerintah berupaya memberikan dukungan kepada masyarakat agar dapat memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari serta membantu mengurangi beban pengeluaran rumah tangga. Sejak pagi hari, masyarakat penerima bantuan telah hadir di lokasi kegiatan dengan membawa persyaratan yang diperlukan untuk proses penyaluran bantuan. Aparatur Desa Pulau Pinang turut membantu dalam pelaksanaan kegiatan, mulai dari proses pendataan, verifikasi penerima, hingga penyerahan bantuan kepada masyarakat. Dengan adanya koordinasi yang baik antara pemerintah desa dan pihak terkait, kegiatan penyaluran bantuan dapat berjalan dengan aman, tertib, dan tepat sasaran. Bantuan pangan yang disalurkan diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat penerima, terutama dalam memenuhi kebutuhan dasar keluarga. Selain itu, program ini juga menjadi salah satu bentuk perhatian pemerintah terhadap kondisi ekonomi masyarakat, khususnya bagi warga yang tergolong kurang mampu dan memerlukan dukungan dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Melalui kegiatan pembagian bantuan pangan dari Bulog ini, diharapkan dapat membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta memberikan dampak positif terhadap perekonomian keluarga penerima manfaat. Pemerintah Desa Pulau Pinang menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan kegiatan ini dan berharap program bantuan serupa dapat terus berlanjut sehingga mampu memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. Dengan terselenggaranya kegiatan ini, Pemerintah Desa Pulau Pinang menegaskan komitmennya untuk terus mendukung dan mengawal berbagai program pemerintah yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta memastikan setiap bantuan yang diberikan dapat diterima oleh masyarakat yang berhak secara adil, transparan, dan tepat sasaran.
POSYANDU SIKLUS HIDUP SEKALIGUS PEMBAGIAN SUSU UNTUK PROGRAM PMKM DARI PUSKESMAS SIMPANG EMPAT II
**POSYANDU Siklus Hidup dan Pembagian Susu Menyemai Kesejahteraan di Desa Sungkai** Pada tanggal 8Â Juni 2026, Puskesmas Simpang Empat II telah meluncurkan kegiatan POSYANDU Siklus Hidup sekaligus pembagian susu untuk program PMKM di Balai Desa Sungkai. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan kesehatan masyarakat, khususnya balita dan ibu hamil. Dengan semangat yang membara, tim medis dan relawan dari Puskesmas Simpang Empat II berkumpul di Balai Desa Sungkai, siap menyambut warga yang akan mengikuti kegiatan ini. Sejak pagi, warga desa telah antusias menunggu acara mulai. POSYANDU Siklus Hidup bukan hanya sekadar tempat pemeriksaan kesehatan rutin, tetapi juga menjadi wahana pendidikan bagi para ibu dalam hal pola makan seimbang, ASI eksklusif, serta perawatan bayi dan balita. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan kesadaran akan pentingnya kesehatan dan gizi pada masa pertumbuhan dapat terus ditingkatkan. Selain itu, dalam rangka mendukung Program Makanan Tambahan (PMKM), dilakukan juga pembagian susu untuk balita dan ibu hamil. Susu merupakan sumber gizi yang sangat penting bagi pertumbuhan anak-anak dan kesehatan ibu hamil. Melalui program ini, diharapkan angka gizi buruk dapat terus ditekan dan generasi masa depan dapat tumbuh dengan optimal. Kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana pelayanan kesehatan, tetapi juga momentum untuk mempererat tali silaturahmi antara masyarakat desa dengan petugas kesehatan. Semangat gotong royong dan kepedulian terhadap kesehatan bersama menjadi nilai yang dijunjung tinggi. Dengan berakhirnya kegiatan ini, harapan tumbuh subur dalam benih kesehatan masyarakat Desa Sungkai. Semoga kegiatan seperti ini terus berlanjut dan memberikan dampak positif yang besar bagi kesejahteraan masyarakat setempat. Semoga kesehatan dan kebahagiaan senantiasa menyertai langkah kita semua.
Pemdes Pasiraman Gelar Rembug Stunting 2026, Turut Dihadiri Camat Mataraman
PASIRAMAN â Pemerintah Desa (Pemdes) Pasiraman, Kecamatan Mataraman, Kabupaten Banjar, kembali menunjukkan keseriusannya dalam menangani masalah gizi buruk dan gangguan pertumbuhan pada anak. Pada hari Senin (8/6/2026), Pemdes Pasiraman secara resmi menggelar kegiatan "Rembug Stunting" yang bertempat di Balai Desa Pasiraman. Rembug Stunting ini merupakan forum musyawarah strategis yang melibatkan berbagai elemen masyarakat dan lintas sektor. Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Camat Mataraman, jajaran aparatur desa, perwakilan kepolisian (Bhabinkamtibmas), tokoh masyarakat, hingga ibu-ibu kader kesehatan dan Posyandu yang menjadi garda terdepan di lapangan. Seluruh peserta yang hadir tampak kompak menyuarakan komitmen bersama untuk mencegah penyebaran angka stunting. Jalannya musyawarah berlangsung dinamis, interaktif, namun tetap mengedepankan suasana kekeluargaan. Dalam kesempatan tersebut, Camat Mataraman memimpin jalannya diskusi dan memberikan arahan secara langsung. Beliau menekankan pentingnya sinergi dari seluruh pihak dan langkah konkret di lapangan untuk memastikan asupan gizi serta tumbuh kembang anak-anak di Desa Pasiraman terpantau dengan baik. Selain arahan dari Camat, kegiatan ini juga diisi dengan pemaparan materi serta evaluasi program kesehatan terpadu. Sesi diskusi diwarnai dengan tanya jawab aktif, di mana para peserta dan perwakilan kader saling bertukar aspirasi, mencari solusi bersama, serta melaporkan kendala kesehatan terkini dari lingkungan mereka masing-masing. Sesuai dengan tema yang diusung, yakni "Bersama Kita Cegah Stunting, Wujudkan Generasi Sehat dan Cerdas", forum ini berfokus pada empat pilar utama: pemenuhan gizi seimbang, peningkatan akses kesehatan, perbaikan pola asuh, serta perwujudan sanitasi dan lingkungan yang bersih. Melalui pelaksanaan Rembug Stunting ini, Pemerintah Desa Pasiraman berharap rumusan dan kesepakatan yang dihasilkan dapat segera diimplementasikan menjadi program kerja yang tepat sasaran. Dengan kerja sama yang kuat antara pemerintah desa, unsur kecamatan, aparat kewilayahan, tenaga kesehatan, dan kesadaran masyarakat, angka stunting di Desa Pasiraman dapat terus ditekan menuju zero stunting. Â Â Â
Dokumentasi Kegiatan Keagamaan
Dokumentasi Kegiatan Keagamaan. Malam Senin (07/06) acara Haulan Almarhumah Ibunda tercinta dari Bapak Rudianto ( Sekretaris Desa) Dipimpin Oleh Ust. Muhammad Mansur, QH. Acara diisi dengan pembacaan yasin, tahlil, serta doa bersama yang dipanjatkan oleh keluarga, kerabat, dan para tetangga yang berkenan hadir. Terima kasih yang sebesar-besarnya kami ucapkan kepada seluruh tamu undangan atas keikhlasan waktu dan doa yang telah tercurah. Semoga lantunan ayat-ayat suci yang dibacakan menjadi penerang kubur dan timbangan pahala bagi Almarhumah Ibu. Semoga Allah SWT menempatkan beliau di tempat terbaik dan mulia di sisi-Nya. Aamiin ya Rabbal 'Alamin.  Tanggal Kegiatan : malam Senin, 07 Juni 2026 Lokasi : Desa Bandar Raya, Kecamatan Pulaulaut Tanjung Selayar, Kabupaten Kotabaru
Masyarakat Teluk Tamiang Dapat Pembekalan Kesehatan untuk Cegah Penyakit Menular
Dalam upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kesehatan dan mencegah penyebaran penyakit menular, kegiatan penyuluhan kesehatan masyarakat dilaksanakan di Desa Teluk Tamiang, Kecamatan Pulau Laut Tanjung Selayar. Kegiatan ini diikuti oleh warga desa dengan antusias dan mendapat dukungan dari pemerintah desa serta tenaga kesehatan setempat. Dalam penyuluhan tersebut, peserta mendapatkan pembekalan mengenai berbagai jenis penyakit menular yang umum terjadi di lingkungan masyarakat, cara penularannya, serta langkah-langkah pencegahan yang dapat dilakukan dalam kehidupan sehari-hari. Materi yang disampaikan meliputi pentingnya menjaga kebersihan diri dan lingkungan, penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), serta pentingnya menjaga daya tahan tubuh melalui pola makan bergizi dan aktivitas fisik yang cukup. Tenaga kesehatan yang menjadi narasumber juga mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap kesehatan keluarga dengan rutin memeriksakan kesehatan, melengkapi imunisasi, serta segera berkonsultasi ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala penyakit yang berpotensi menular. Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat Desa Teluk Tamiang dapat meningkatkan pemahaman dan kesadaran akan pentingnya pencegahan penyakit menular sehingga tercipta lingkungan yang sehat, aman, dan produktif bagi seluruh warga. Pemerintah desa juga berkomitmen untuk terus mendukung program-program kesehatan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
