Penyaluran BLT Triwulan 2 Tahap 7, 8 dan 9

Pada tanggal 9 Juli 2025, Kantor Desa Putat Basiun menjadi saksi dari penyaluran dana Bantuan Langsung Tunai (BLT) Triwulan 2 Tahap 7, 8, dan 9 kepada masyarakat yang membutuhkan. Kegiatan ini merupakan bagian dari program pemerintah dalam upaya membantu kelompok rentan di tengah situasi ekonomi yang tidak pasti. Dengan penuh semangat, panitia yang terdiri dari perangkat desa dan relawan siap menyalurkan bantuan tersebut kepada warga Desa Putat Basiun. Para penerima bantuan telah melakukan registrasi sebelumnya untuk memastikan bahwa bantuan disalurkan kepada yang membutuhkan secara tepat. Perwakilan dari pemerintah desa memberikan sambutan hangat kepada para hadirin, menjelaskan tujuan dari program BLT serta cara penggunaan dana tersebut untuk kepentingan keluarga penerima manfaat. Dalam suasana penuh kebersamaan, setiap rumah tangga menerima bantuan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Proses penyaluran BLT Triwulan 2 Tahap 7, 8, dan 9 berjalan lancar dan tertib, menunjukkan sinergi antara pemerintah desa, masyarakat, dan pihak terkait lainnya. Melalui kegiatan ini, diharapkan dapat memberikan sedikit bantuan bagi masyarakat Desa Putat Basiun agar dapat mengatasi kesulitan ekonomi yang mereka hadapi. Dengan adanya kerjasama dan dukungan dari berbagai pihak, penyaluran BLT Triwulan 3 Tahap 7, 8, dan 9 di tahun 2025 ini diharapkan dapat memberikan dampak positif yang lebih luas bagi kesejahteraan masyarakat Desa Putat Basiun. Semoga bantuan ini dapat meringankan beban dan mendukung kehidupan sehari-hari para penerima manfaat.

Beasiswa Pemdes

**Beasiswa Pemdes untuk Generasi Emas Desa Putat Basiun** Desa Putat Basiun, sebuah kawasan yang kental dengan nilai-nilai kebersamaan dan semangat gotong royong, kembali meluncurkan inisiatif pendidikan bagi generasi muda berbakatnya. Bertepatan pada tanggal 7 Juli 2025 pukul 10:51:45, "Beasiswa Pemdes" digelar guna memberikan apresiasi kepada para siswa berprestasi juara 1, 2, dan 3. Tujuan utama dari kegiatan ini tak lain adalah untuk mendorong semangat belajar serta memberikan insentif kepada pelajar-pelajar berprestasi di tingkat sekolah dasar hingga menengah. Dengan harapan bahwa dorongan ini akan menjadi pemicu bagi mereka untuk terus berkembang dan mengukir prestasi gemilang di masa depan. Acara yang diselenggarakan di balai desa, dipenuhi dengan suka cita dan antusiasme dari seluruh warga, terutama orang tua dan guru yang turut hadir memberikan dukungan moral. Para pemenang tidak hanya mendapatkan sertifikat penghargaan, namun juga beasiswa tunai yang dapat digunakan untuk melanjutkan pendidikan mereka ke jenjang yang lebih tinggi. Dalam sambutannya, Kepala Desa Putat Basiun menyampaikan harapannya agar para penerima beasiswa dapat terus menunjukkan dedikasi serta semangat juang dalam meniti karier pendidikan mereka. Ia juga mengingatkan bahwa kesuksesan bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan awal dari tantangan yang lebih besar yang harus dihadapi. Semangat kebersamaan dan kepedulian sosial yang tercermin dari program Beasiswa Pemdes ini diharapkan dapat menjadi tonggak emas bagi kemajuan pendidikan di Desa Putat Basiun. Generasi emas Desa Putat Basiun, siap melangkah ke dunia yang lebih luas dengan bekal pengetahuan dan semangat juang yang membara.

Musyawarah Desa Penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDes) Tahun Anggaran 2026

Pada tanggal 14 Juli 2025, Musyawarah desa yang digelar pada pukul 14:00 Wita ini merupakan momentum krusial di mana seluruh elemen masyarakat berkumpul untuk bersama-sama merumuskan visi dan misi pembangunan Desa Melayu ke depan. Dalam suasana yang penuh semangat dan kolaboratif, tokoh masyarakat, perwakilan pemuda, tokoh agama, serta unsur pemerintahan setempat turut ambil bagian dalam diskusi. Tujuan utama dari musyawarah tersebut adalah untuk menciptakan kesepakatan bersama terkait prioritas pembangunan desa yang akan dilaksanakan selama satu tahun mendatang. Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDes) yang disusun melalui musyawarah ini akan menjadi landasan bagi penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APB Desa). Dengan mempertimbangkan kebutuhan mendesak masyarakat dan potensi sumber daya yang dimiliki, RKPDes akan mengarahkan pelaksanaan program-program pembangunan yang efektif dan berdampak positif bagi kemajuan Desa Melayu secara keseluruhan. Partisipasi aktif dari seluruh lapisan masyarakat dalam penyusunan RKPDes menunjukkan komitmen bersama untuk mewujudkan kesejahteraan dan kemajuan desa. Dengan merangkul berbagai aspirasi dan kebutuhan masyarakat, diharapkan bahwa hasil dari musyawarah ini akan menjadi pedoman yang kokoh bagi Pemerintah Desa dalam menyusun kebijakan serta mengalokasikan sumber daya demi tercapainya visi pembangunan desa yang berkelanjutan. Demikianlah rangkaian kegiatan Musyawarah Desa Penyusunan RKPDes Tahun Anggaran 2026 di Polindes Desa Melayu, sebuah tonggak awal yang akan membawa Desa Melayu menuju arah pembangunan yang lebih baik dan berdaya saing.

Acara Kegiatan Musyawarah Desa Pembentukan Tim Penyusunan RKPDesa T.A 2026 Di Desa Waringin

**Musyawarah Desa Pembentukan Tim Penyusunan RKPDesa T.A 2026 di Gedung Posyandu Teratai Arum Desa Waringin** Pada tanggal 14 Juli 2025, suasana haru dan antusias memenuhi Gedung Posyandu Teratai Arum Desa Waringin. Acara penting Musyawarah Desa untuk membentuk Tim Penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDesa) tahun 2026 sedang berlangsung. Tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk menetapkan Tim yang akan bertanggung jawab menyusun perencanaan pembangunan desa pada tahun anggaran mendatang. Proses pemilihan Tim Penyusun RKPDesa tidaklah sembarangan. Keberhasilan pembangunan desa memerlukan Tim yang tidak hanya sah secara hukum tetapi juga representatif bagi seluruh lapisan masyarakat. Dengan demikian, hasil perencanaan yang dihasilkan nantinya dapat benar-benar mencerminkan kebutuhan riil dan aspirasi masyarakat Desa Waringin. Momen penentuan Tim ini dihadiri oleh berbagai tokoh masyarakat, tokoh agama, petani, buruh, pemuda, serta perwakilan dari berbagai unsur masyarakat desa lainnya. Setiap suara didengarkan dengan seksama dalam menjalankan prinsip inklusivitas dan partisipasi masyarakat. Dalam suasana penuh kebersamaan, akhirnya Tim Penyusun RKPDesa Tahun 2026 terbentuk secara demokratis. Sorak sorai menyambut pengumuman hasil pemilihan, memberikan semangat baru untuk kemajuan Desa Waringin. Dengan komposisi yang beragam, diharapkan Tim ini mampu menggali potensi desa, merumuskan rencana aksi yang konkret, dan melibatkan aktif semua elemen masyarakat dalam proses pembangunan. Melalui acara yang sarat makna ini, Desa Waringin kembali meneguhkan komitmennya untuk mewujudkan pembangunan yang merata, berkelanjutan, dan berpihak kepada kepentingan seluruh warganya. Semoga langkah awal ini menjadi titik terang menuju masa depan yang lebih baik bagi seluruh komunitas Desa Waringin.

Rembug Stunting di Desa Waringin: Langkah Kritis Dalam Mengatasi Stunting

Rembug Stunting di Desa Waringin: Langkah Kritis dalam Mengatasi Stunting Pada tanggal 14 Juli 2025, jam 09:30 pagi, kegiatan Rembug Stunting bertajuk "Pencegahan dan Penanganan Stunting" digelar dengan semarak di Gedung Posyandu Teratai Arum, Desa Waringin. Dalam upaya memerangi stunting yang merupakan permasalahan serius kesehatan anak di wilayah tersebut, kegiatan ini bertujuan mendasar untuk mengidentifikasi akar masalah serta menemukan solusi bersama masyarakat dan pemangku kepentingan. Mengapa Desa Waringin perlu fokus pada penanggulangan stunting? Data menunjukkan bahwa kondisi stunting di desa ini mengkhawatirkan, namun belum sepenuhnya terdokumentasikan secara menyeluruh. Oleh karena itu, langkah pertama adalah melakukan identifikasi masalah secara partisipatif agar dapat menggali faktor-faktor penyebab stunting yang ada. Dalam kegiatan ini, data anak-anak yang terkena stunting dan faktor risiko yang berkontribusi terhadap kondisi tersebut akan dipetakan dengan cermat. Tujuannya agar Desa Waringin memiliki landasan yang kuat untuk merumuskan intervensi yang tepat sasaran dan efektif guna memberantas stunting. Partisipasi aktif dari masyarakat dan pemangku kepentingan lokal sangatlah penting dalam proses ini. Keterlibatan mereka tidak hanya sebagai pelaku, tetapi juga sebagai penentu arah kebijakan dan langkah konkret yang akan diambil. Hanya dengan kolaborasi yang kuat dan partisipatif inilah, tantangan stunting di Desa Waringin bisa diatasi secara berkelanjutan. Semangat dan komitmen bersama untuk menghadapi stunting menjadi kunci kesuksesan langkah-langkah pencegahan dan penanganan yang akan dilakukan. Bersama-sama, mari kita wujudkan generasi masa depan yang sehat dan berkualitas dari Desa Waringin.

Simulasi Longsor di Desa Gunung Batu: Wujud Nyata Budaya Sadar Bencana

Pada tanggal 10 Juli 2025, di RT 04 Desa Gunung Batu, sebuah simulasi longsor mengguncang kegiatan Destana yang direncanakan. Kegiatan ini bertujuan untuk menanamkan budaya sadar bencana di tingkat desa, menjadi tonggak awal dalam persiapan terhadap kemungkinan bencana alam. Kolaborasi antara pemerintah, aparat, dan masyarakat menjadi kunci utama dalam membentuk desa yang tangguh, aman, dan adaptif terhadap perubahan iklim serta ancaman bencana lainnya. Simulasi longsor ini mencoba mensimulasikan skenario terburuk yang mungkin terjadi dan bagaimana desa dapat bersiap menghadapinya. Simulasi ini menampilkan skenario longsor akibat hujan deras berkepanjangan yang menimpa permukiman warga. Tim gabungan dari BPBD, TRC, PMI, TNI, Polri dan masyarakat desa melakukan evakuasi warga terdampak, termasuk lansia, ibu hamil dan difabel. Lebih dari 100 peserta terlibat aktif. Plt. Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Banjar, Yayan Daryanto, menyampaikan rasa bangga atas capaian kegiatan ini. “Yang sangat membanggakan, telah terbentuk dan dikukuhkannya Tim Siaga Bencana (TSB) Desa Gunung Batu, yang akan menjadi ujung tombak kesiapsiagaan dan respons darurat di wilayah ini,” ujarnya. Yayan menambahkan bahwa keberhasilan ini tak lepas dari partisipasi aktif seluruh unsur masyarakat dan dukungan berbagai pihak.  “Kami berharap semangat dan komitmen masyarakat untuk membangun ketangguhan tidak berhenti di sini. Ini justru menjadi titik awal untuk menjalankan rencana aksi secara berkelanjutan,” katanya menutup dengan optimisme. Senada dengan Plt. Kalaksa BPBD, Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Banjar, H. Abdullah Fahtar menekankan pentingnya menjadikan edukasi bencana sebagai budaya.  “Simulasi ini bukan sekadar seremoni. Ini adalah proses membentuk naluri tanggap dan kesadaran kolektif dalam menghadapi risiko bencana. Standar operasional prosedur (SOP) yang telah diajarkan harus benar-benar dikuasai oleh warga,” ucapnya. Sementara itu, Camat Sambung Makmur Yuana Karta Abidin mengapresiasi atas pelaksanaan program ini di wilayahnya.  “Ulun (red-Saya) sebagai Camat mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Bupati melalui BPBD yang telah melaksanakan Destana di Desa Gunung Batu. Desa ini memang rawan bencana, sehingga dengan adanya kegiatan ini saya yakin warga akan lebih siap, dari mitigasi sampai evakuasi,” tuturnya. Ia juga berharap pelatihan dan semangat yang telah dibangun di Gunung Batu dapat ditularkan ke desa-desa lainnya di wilayah Sambung Makmur.    “Mudah-mudahan ini bisa diterapkan dan dimanfaatkan oleh masyarakat, dan menular ke desa tetangga,” lanjutnya. Dalam perspektif aparat keamanan, Kapolsek Sambung Makmur menyoroti pentingnya keterlibatan Polri dan TNI sebagai garda terdepan saat bencana terjadi.  “Kami yang paling dekat dengan wilayah ini, tentu menjadi pihak pertama yang turun. Kami ucapkan terima kasih kepada BPBD atas pelatihan ini. Harapannya, warga bisa menjadi lebih mandiri dalam penanggulangan bencana karena sudah terlatih,” ungkapnya.   Tak kalah penting, apresiasi datang dari Pambakal (Kepala Desa) Gunung Batu yang menyambut dengan penuh syukur pelaksanaan Destana di desanya.    “Atas nama pemerintah desa dan pribadi, kami mohon maaf jika selama sembilan hari ini ada kekurangan. Kami sangat bersyukur desa kami terpilih. Ini adalah momen langka dan sangat bermanfaat bagi kami untuk memperbaiki kesiapsiagaan,” katanya. Ia berharap, kegiatan ini dapat membawa dampak jangka panjang tidak hanya dalam hal kesiapsiagaan tetapi juga pembangunan desa. “Semoga setiap tahun pembangunan semakin meningkat, termasuk sarana dan prasarana desa. Terima kasih atas dukungan semua pihak, termasuk pak Camat dan tim BPBD,” ucapnya menutup. Dalam upaya meningkatkan kesadaran akan pentingnya kewaspadaan terhadap bencana alam, kegiatan Destana ini dirancang sebagai langkah proaktif. Masyarakat diajak untuk terlibat aktif dalam proses simulasi ini guna memahami langkah-langkah yang harus diambil saat bencana melanda. Melalui simulasi ini, diharapkan para peserta dapat belajar bagaimana merespons dengan cepat dan tepat dalam situasi darurat, sehingga kerugian bisa diminimalisir. Hal ini tidak hanya tentang menyiapkan rencana tanggap darurat semata, tetapi juga tentang membangun kesadaran kolektif akan pentingnya persiapan sejak dini. Semoga kegiatan simulasi longsor ini menjadi momentum bagi Desa Gunung Batu dalam memperkuat ketangguhan dan kesiapsiagaan mereka dalam menghadapi berbagai ancaman bencana di masa depan. Budaya sadar bencana yang tertanam akan menjadi landasan kuat bagi keselamatan dan keberlangsungan hidup seluruh warga desa.

Penyerahan Dana untuk Kegiatan Lomba Sepak Bola Sirang Pitu Cup Tahun 2025 dari PT. EBL

**Penyerahan Dana untuk Kegiatan Lomba Sepak Bola "Sirang Pitu Cup" Tahun 2025 oleh PT. EBL** Pada tanggal 14 Juli 2025, pukul 12:00 siang, Desa Miawa yang berlokasi di Kecamatan Piani disibukkan dengan persiapan lomba sepak bola bergengsi, "Sirang Pitu Cup." Acara ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga merupakan wadah bagi pengembangan bakat dan potensi atlet lokal. Dana yang diberikan PT. EBL uang sebanyak Rp. 25.000.000,00 dana tersebut langsung diterima oleh Ketua Panitia Sirang Pitu Cup Bapak Tri Anggono. PT. EBL, perusahaan yang memiliki komitmen kuat terhadap pengembangan komunitas dan olahraga, telah menyumbangkan dana besar untuk mendukung kegiatan ini. Kolaborasi antara perusahaan dan masyarakat setempat menjadi tonggak penting dalam mewujudkan visi bersama untuk menciptakan generasi atlet masa depan yang tangguh dan berpotensi. Tujuan dari kegiatan "Sirang Pitu Cup" bukan hanya sebatas perlombaan semata, melainkan juga sebagai upaya konkret dalam mendukung kompetensi atlet, meningkatkan level turnamen lokal, serta mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam dunia olahraga. Dengan demikian, lomba ini menjadi momentum emas bagi para pemuda Desa Miawa dan sekitarnya untuk menunjukkan kemampuan serta semangat sportivitasnya. Hal ini mencerminkan komitmen perusahaan dalam memberdayakan potensi lokal dan turut serta membangun infrastruktur olahraga yang merata di lingkungan sekitar. Kegiatan seperti "Sirang Pitu Cup" memberikan inspirasi dan motivasi bagi generasi muda untuk terus berprestasi dalam bidang olahraga, menjadikan mereka teladan bagi kawula muda lainnya. Semangat kebersamaan dan persaudaraan yang terjalin dalam event ini menjadi cerminan bahwa olahraga mampu menyatukan beragam latar belakang dan mempererat tali persaudaraan di tengah-tengah masyarakat. Dengan adanya dukungan dari PT. EBL dan partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat, diharapkan "Sirang Pitu Cup" tahun ini dapat menjadi tonggak keberhasilan yang menginspirasi serta mendorong pertumbuhan olahraga lokal ke tingkat yang lebih baik. Tanggal 17 Juli 2025 pukul 14.00 Wita bertempat diLapangan Sepak Bola Sirang Pitu Desa Miawa.

Evaluasi APBDesa 2025 dari TIM Kecamatan Mataraman

**Evaluasi APBDesa 2025: Meningkatkan Efektivitas Penggunaan Dana Desa** Pada tanggal 14 Juli 2025, tepat pukul 11:37:35, TIM Kecamatan Mataraman berkumpul di Kantor Desa Mataraman untuk melakukan evaluasi terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDesa) tahun 2025. Yang dihadiri oleh PM, PEM, Pendamping Desa, dan Aparat Desa. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk membantu mengukur sejauh mana program, proyek, atau kegiatan yang telah dilaksanakan mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Dalam suasana rapat yang penuh antusiasme, TIM Kecamatan Mataraman mulai menyusun berbagai data terkait pelaksanaan APBDesa. Mereka meninjau rencana anggaran, realisasi pengeluaran, serta capaian hasil program yang telah dijalankan selama setengah tahun terakhir. Salah satu fokus utama evaluasi kali ini adalah efektivitas penggunaan dana desa untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat. TIM Kecamatan Mataraman secara teliti menganalisis setiap detail alokasi dana, memastikan bahwa setiap rupiah yang digunakan benar-benar memberikan dampak positif bagi warga desa. Hasil evaluasi yang diperoleh akan menjadi acuan penting bagi Pemerintah Desa Mataraman dalam menyusun kebijakan lebih lanjut. Dengan mengetahui capaian dan kendala-kendala yang dihadapi, mereka dapat merencanakan langkah-langkah perbaikan yang lebih tepat untuk masa depan. Melalui evaluasi APBDesa yang dilakukan dengan penuh dedikasi ini, diharapkan kesenjangan pembangunan di Desa Mataraman dapat terus teratasi, dan setiap kegiatan pembangunan yang dilaksanakan dapat memberikan manfaat maksimal bagi seluruh lapisan masyarakat. Semoga upaya evaluasi ini mampu menjadikan Desa Mataraman sebagai contoh keberhasilan dalam pengelolaan dana desa bagi daerah-daerah lain di Indonesia.

Warga Desa Mataraman RT 04 Lakukan Monitoring Pembangunan Drainase

Monitoring Pembangunan Drainase RT 04 di Jalan RT 04: Meningkatkan Aksesibilitas dan Kesejahteraan Pada tanggal 14 Juli 2025, pukul 11:21:22, kegiatan monitoring pembangunan drainase di RT 04 di Jalan RT 04 dilaksanakan dengan tujuan meningkatkan akses jalan dan kesejahteraan masyarakat setempat. Monitoring ini di harini oleh Pendamping Desa Mataraman (Ibu Desy Irasanti) didampingi oleh Sekdes (Suriadi), Kaling 1(Marjani), Anggota BPD (Adi Yamani), dan Ketua RT 04 (Syamsul Hilal). Melalui upaya ini, diharapkan akan tercipta lingkungan yang lebih aman, bersih, dan nyaman bagi warga sekitar. Proses monitoring ini merupakan bagian integral dari upaya pembaruan infrastruktur perkotaan yang berkelanjutan. Dengan memperhatikan detail konstruksi dan kemajuan proyek, kita dapat memastikan bahwa sistem drainase yang dibangun sesuai standar untuk mengatasi masalah genangan air dan meminimalkan risiko banjir di daerah tersebut. Dalam pelaksanaannya, tim monitoring turut berfokus pada aspek keberlanjutan, efisiensi penggunaan sumber daya, dan dampak positif bagi lingkungan sekitar. Selain itu, partisipasi aktif dari masyarakat setempat juga menjadi elemen kunci dalam kesuksesan proyek ini, karena melibatkan mereka secara langsung dalam proses pembangunan. Diharapkan, dengan adanya monitoring ini, pembangunan drainase di RT 04 akan memberikan manfaat jangka panjang bagi seluruh komunitas. Aksesibilitas yang lebih baik, lingkungan yang lebih sehat, serta peningkatan kualitas hidup menjadi tujuan utama yang ingin dicapai melalui upaya kolaboratif ini. Melalui sinergi antara pemerintah, pihak terkait, dan masyarakat, pembangunan ini tidak hanya sekadar proyek fisik, namun juga simbol dari komitmen bersama untuk menciptakan lingkungan yang lebih baik dan berkelanjutan bagi generasi mendatang.

Warga Desa Mataraman Lakukan Monitoring Pengerjaan Sumur Bor

Monitoring Pengerjaan Sumur Bor di Jalan RT 04: Memastikan Kesiapan Fasilitas untuk Kesejahteraan Masyarakat Pada tanggal 14 Juli 2025, jam 11:06:34, sebuah kegiatan terjadi di Jalan RT 04 yang mencerminkan komitmen terhadap kesejahteraan masyarakat setempat. Proyek pengerjaan sumur bor telah menjadi fokus utama, Sebuah tim monitoring telah ditugaskan untuk memastikan bahwa proses pemboran sumur berjalan lancar sesuai rencana. Dengan peralatan yang canggih dan tenaga ahli yang terampil, setiap langkah pengerjaan dipantau secara ketat untuk menjamin kualitas dan keamanannya. Mulai dari persiapan awal hingga tahap eksekusi, setiap detail diperhatikan dengan teliti. Parameter kritis seperti kedalaman bor, debit air yang dihasilkan, dan kualitas air dipantau secara berkala untuk memastikan bahwa sumur bor dapat memenuhi standar yang telah ditetapkan. Selain itu, aspek keberlanjutan juga diperhitungkan dalam monitoring ini. Upaya untuk memastikan bahwa sumur bor tidak hanya berfungsi dengan baik saat ini, tetapi juga dapat bertahan dalam jangka panjang menjadi perhatian utama. Dengan demikian, masyarakat setempat akan memiliki akses yang berkelanjutan terhadap sumber air bersih yang aman dan layak. Kegiatan monitoring pengerjaan sumur bor di Jalan RT 04 merupakan contoh nyata dari upaya kolaboratif antara pemerintah daerah, lembaga swadaya masyarakat, dan warga setempat. Semua pihak bekerja bersama-sama untuk memastikan bahwa proyek ini bukan hanya sekadar infrastruktur fisik, tetapi juga simbol dari komitmen untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat lokal. Diharapkan bahwa hasil dari monitoring ini tidak hanya terlihat dalam bentuk sumur bor yang berhasil dibangun, tetapi juga dalam dampak positif yang dapat dirasakan oleh masyarakat sekitar. Kesejahteraan mereka adalah prioritas utama, dan monitoring pengerjaan sumur bor ini menjadi tonggak penting dalam upaya menuju pemenuhan hak dasar akan akses air bersih bagi semua.

Desa Pematang Baru Ikuti Bimtek Profil Desa Se Kecamatan Martapura Timur

Bimbingan Teknis Profil Desa Se Kecamatan Martapura Timur Pada tanggal 8 Juli 2025, pukul 09:00:38, sebuah acara bimbingan teknis penting berlangsung di Aula Kecamatan Martapura Timur dengan tujuan utama untuk melaksanakan penginputan Profil Desa secara efisien. Acara ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat administrasi desa dan meningkatkan transparansi informasi terkait data demografis dan infrastruktur di wilayah tersebut. Dalam suasana yang penuh antusiasme, para peserta bimbingan teknis dari berbagai desa di Kecamatan Martapura Timur berkumpul untuk mendapatkan panduan dan arahan mengenai proses penginputan data Profil Desa. Pendampingan ini bertujuan untuk memastikan bahwa setiap desa mampu mengelola dan menyajikan informasi yang akurat serta terkini terkait profil masing-masing. Narasumber yang ahli di bidangnya memberikan wawasan mendalam tentang pentingnya memiliki data yang valid dan terpercaya dalam merencanakan pembangunan lokal. Mereka juga memberikan panduan praktis tentang teknik-teknik penginputan data yang efektif dan efisien, sehingga proses tersebut dapat dilaksanakan dengan lancar dan akurat. Diharapkan bahwa melalui kegiatan bimbingan teknis ini, setiap Desa di Kecamatan Martapura Timur dapat meningkatkan kemampuannya dalam mengelola informasi, sehingga mampu memberikan gambaran yang komprehensif mengenai potensi dan tantangan yang dihadapi oleh masing-masing desa. Hal ini diharapkan dapat menjadi landasan yang kokoh bagi perencanaan pembangunan yang berkelanjutan dan inklusif di wilayah tersebut. Dengan semangat kolaborasi dan tekad yang kuat, peserta bimbingan teknis bersama-sama menyambut tantangan untuk melengkapi Profil Desa mereka dengan data yang akurat, sehingga mampu memberikan manfaat maksimal bagi kepentingan masyarakat setempat. Semoga kegiatan ini menjadi tonggak awal bagi peningkatan kualitas administrasi desa dan pembangunan yang berkelanjutan di Kecamatan Martapura Timur.

Penyuluhan Kelas Ibu Balita di Desa Pasiraman: Wujudkan Keluarga SIGAP yang Sehat dan Tangguh

Pasiraman — Sabtu, 12 Juli 2025, Poskesdes Desa Pasiraman, Kecamatan Mataraman, menjadi tempat berlangsungnya kegiatan Kelas Ibu Balita dengan tema “Siaga dan Siap Menjadi Keluarga SIGAP”. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu-ibu dalam merawat balita secara sehat, aktif, dan tanggap. Dalam kegiatan ini, para ibu mendapatkan berbagai edukasi seputar pentingnya imunisasi lengkap, pemberian ASI eksklusif dan makanan pendamping ASI sesuai usia, cuci tangan pakai sabun di waktu penting, hingga stimulasi tumbuh kembang anak. Materi disampaikan secara interaktif dengan menggunakan media visual seperti poster, kartu edukatif, dan alat bantu lainnya. Selain edukasi, para peserta juga menerima paket sayuran sehat sebagai bentuk dukungan gizi keluarga. Kegiatan ini diikuti dengan antusias oleh para ibu balita di lingkungan sekitar Posyandu Pelamboyan. Kelas ini merupakan bagian dari program Keluarga SIGAP (Siaga Aktif Gizi Anak dan Perawatan), kolaborasi antara Kementerian Kesehatan, Gavi, Unilever, dan Yayasan Gita Pertiwi, yang didukung penuh oleh Germas. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan para orang tua dapat lebih siap dalam menghadapi tantangan pengasuhan dan kesehatan anak usia dini, demi terciptanya generasi yang sehat dan berkualitas.