INFO BANJIR DESA MARGASARI HILIR AKIBAT AIR SUNGAI MELUAP PERUMAHAN SERTA KANTOR TERENDAM BANJIR
Banjir Kembali Merendam Perumahan dan Beberapa Kantor di Desa Margasari Hilir Desa Margasari Hilir, Suatu kejadian yang membuat warga margasari hilir mengalami kebanjiran ketika air sungai setempat meluap akibat hujan deras pada tanggal 2026-01-04. Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 01.00 WITA, menyebabkan banjir yang merendam sebagian besar rumah warga serta kantor-kantor di sekitar wilayah tersebut. Rumah-rumah terendam banjir, memaksa warga untuk mengungsi atau mencari perlindungan di tempat yang lebih tinggi. Air sungai yang meluap juga menutupi jalan-jalan utama, menghambat akses bagi kendaraan maupun pejalan kaki. Kondisi cuaca yang belum menentu membuat proses evakuasi menjadi lebih sulit, namun semangat gotong royong masyarakat setempat terlihat sangat kuat dalam menghadapi musibah ini. Sementara itu, para ahli meteorologi memperingatkan kemungkinan adanya hujan deras yang dapat memicu banjir susulan dalam beberapa hari ke depan. Masyarakat diminta untuk tetap waspada dan siap menghadapi situasi darurat yang mungkin terjadi. Peristiwa banjir ini sekali lagi menegaskan pentingnya upaya mitigasi bencana dan penanganan darurat yang efektif dalam menghadapi ancaman alam yang tidak bisa diprediksi.
Curah Hujan Tinggi Picu Banjir di Desa Buas Buas Hilir
**Curah Hujan Tinggi Picu Banjir di Desa Buas Buas Hilir:** Wilayah Desa Buas Buas Hilir, sebuah wilayah yang belakangan ini di landa bencana banjir. Pada tanggal 5 Januari 2026 pukul 07:55:02, curah hujan tinggi menerpa desa ini dan menyebabkan banjir. Sungai kali negara yang melintasi Desa Buas Buas Hilir meluap hingga membanjiri sebagian besar permukiman warga setempat. Wilayah ini terletak di Kecamatan Candi Laras Utara, Kabupaten Tapin. Banjir tersebut telah mengganggu aktifitas kehidupan sehari-hari penduduk, namun proses ini tidaklah mudah karena intensitas hujan yang terus meningkat. Masyarakat pun diimbau untuk tetap waspada dan siap sedia menghadapi kemungkinan-kemungkinan bencana alam serupa di masa mendatang. Semoga Desa Buas Buas Hilir dapat pulih kembali dan masyarakatnya dapat beraktivitas seperti sediakala dalam waktu sesingkat mungkin.
Rapat Posyandu SPM untuk mengimplementasikan Posyandu 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM) Desa Bungur bersama Kasi Kesra Kecamatan Bungur
Rapat Posyandu SPM Menuju Implementasi Posyandu 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM) Desa Bungur** Pada tanggal 5 Januari 2026, tepat pukul 11:00 siang, suasana aula kantor Desa Bungur terasa semakin hidup dan bersemangat. Kehadiran Kasi Kesra Kecamatan Bungur bersama para petugas kesehatan dan tokoh masyarakat setempat menjadi cermin kepedulian akan kesehatan masyarakat, terutama dalam implementasi Posyandu 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM) di desa tersebut. Rapat Posyandu SPM kali ini bukan hanya sekadar pertemuan rutin, melainkan sebuah langkah konkrit dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan di tingkat masyarakat. Dibuka dengan sambutan hangat dari kepala desa, acara dilanjutkan dengan paparan materi tentang pentingnya Posyandu 6 SPM sebagai fondasi utama dalam memberikan pelayanan kesehatan yang merata dan berkualitas. Kasi Kesra Kecamatan Bungur turut memberikan arahan serta motivasi kepada seluruh peserta rapat, menegaskan bahwa peran serta aktif semua pihak sangat dibutuhkan demi kesuksesan program ini. Diskusi pun digelar secara interaktif, mempertimbangkan berbagai faktor seperti ketersediaan sumber daya, infrastruktur, dan dukungan komunitas dalam upaya implementasi Posyandu 6 SPM. Selaras dengan semangat gotong royong, rencana tindak lanjut yang terstruktur pun disusun dengan cermat. Melalui kolaborasi yang erat antara pemerintah daerah, petugas kesehatan, dan warga desa, diharapkan Posyandu 6 SPM dapat berjalan efektif sesuai dengan standar yang telah ditetapkan. Sebagai penutup, doa bersama dipanjatkan sebagai simbol kebersamaan dan harapan atas keberhasilan implementasi Posyandu 6 SPM di Desa Bungur. Semangat untuk terus bergerak maju dan memberikan yang terbaik bagi kesehatan masyarakat pun menguar. Dengan langkah-langkah nyata seperti rapat ini, diharapkan kesehatan masyarakat Desa Bungur akan semakin terjamin dan terjaga dengan baik.
Banjir Rendam Sejumlah Rumah Warga di Desa Buas-Buas Akibat Hujan Deras dan Air Pasang
(05/01/2026)Desa Buas-Buas kembali dilanda banjir setelah curah hujan tinggi yang terjadi dalam beberapa hari terakhir, yang diperparah dengan kondisi air pasang. Akibat kejadian tersebut, sejumlah rumah warga di beberapa titik desa terendam air dengan ketinggian yang bervariasi. Air mulai memasuki permukiman warga setelah hujan deras mengguyur wilayah desa dalam durasi yang cukup lama. Saluran drainase yang tidak mampu menampung debit air serta pasangnya air sungai menyebabkan genangan meluas ke rumah-rumah penduduk, halaman, dan akses jalan desa. Selain merendam rumah warga, banjir juga mengakibatkan akses jalan utama yang menghubungkan Desa Buas-Buas ke pusat kecamatan terputus. Genangan air yang cukup dalam membuat kendaraan roda dua maupun roda empat tidak dapat melintas, sehingga aktivitas masyarakat, distribusi barang, serta akses layanan menjadi terganggu. Warga terdampak berupaya mengamankan barang-barang berharga dan perabot rumah tangga ke tempat yang lebih tinggi guna menghindari kerusakan. Hingga saat ini tidak dilaporkan adanya korban jiwa, namun masyarakat diminta tetap waspada karena potensi hujan dan air pasang masih dapat terjadi. Pemerintah Desa Buas-Buas bersama perangkat desa dan pihak terkait telah melakukan pemantauan langsung ke lokasi terdampak serta mengimbau warga untuk mengutamakan keselamatan. Pemerintah desa juga terus berkoordinasi untuk penanganan darurat dan memantau kondisi akses jalan yang terputus akibat banjir. Diharapkan kondisi cuaca segera membaik dan air berangsur surut sehingga aktivitas masyarakat dapat kembali normal dan akses jalan menuju pusat kecamatan dapat kembali dilalui.
Desa Teluk Haur Banjir Akibat Air Sungai Meluap dan Hujan Setiap Hari
### Banjir Melanda Desa Teluk Haur: Sungai Meluap dan Hujan Setiap Hari Menyebabkan Kerugian Besar Pada tanggal 5 Januari 2026, tepat pukul 06:35 pagi, Desa Teluk Haur terperangkap dalam banjir yang disebabkan oleh meluapnya Sungai Teluk Haur. Faktor pemicu utama bencana ini adalah curah hujan tinggi yang terus menerus setiap hari, memperburuk situasi yang sebelumnya sudah rentan akibat musim hujan. Desa Teluk Haur, meskipun terletak di daerah pedalaman, ternyata sangat rentan terhadap ancaman banjir. Kali ini, intensitas hujan yang tidak kunjung reda telah mengakibatkan sungai-sungai lokal meluap dengan cepat, menenggelamkan rumah-rumah warga, sepanjang jalan di genangi air sehingga transportasi darat pun menjadi sulit untuk dilewati sepeda motor, serta lahan pertanian yang menjadi penopang ekonomi masyarakat desa juga ikut terendam seperti air sungai. Transportasi air pun menjadi terbatas karna kapal tidak bisa melaju dengan cepat, mengingat rumah warga banyak yang terendam, takutnya gelombang yang besar akan mengganggu rumah yang terendam air. Warga desa terpaksa harus berjuang keras untuk menyelamatkan barang-barang berharga sambil mencari tempat aman. Dampak kerugian material dan emosional dari bencana ini cukup besar, dengan beberapa rumah terendam banjir. Pertanian yang menjadi mata pencaharian utama, juga mengalami kerugian besar akibat genangan air yang meluas. Peristiwa ini sekaligus merupakan pengingat akan eskalasi risiko bencana alam yang semakin tinggi akibat perubahan iklim global. Langkah-langkah preventif dan penanggulangan yang lebih proaktif harus segera ditingkatkan guna melindungi warga dan lingkungan dari dampak serupa yang mungkin terjadi di masa depan. Semoga bantuan dan dukungan terus mengalir bagi Desa Teluk Haur dalam menghadapi cobaan ini. Semoga pula masyarakat desa dapat pulih dan bangkit kembali dengan semangat yang lebih kuat, serta dapat membangun sistem tahan bencana yang lebih baik untuk masa depan yang lebih aman dan semoga banjir lekas surut agar transportasi darat maupun jalur air bisa beroperasi seperti biasa.
Banjir Melanda Desa Pariok Rumah Warga Terendam
Banjir Melanda Desa Pariok Pada tanggal 3 Januari 2026 malam, Desa Pariok dilanda banjir yang mengakibatkan banyak rumah warga terendam. Kejadian ini dipicu oleh hujan ringan hingga lebat yang turun sejak pukul 17.00 WITA, dipadu dengan kiriman air dari daerah sekitar. Banjir yang melanda desa tersebut telah mengganggu kehidupan sehari-hari penduduk setempat. Air bah yang mengalir dengan kuat tersebut berhasil masuk ke dalam rumah-rumah warga, menyebabkan barang dan harta benda warga terendam. Kejadian ini menjadi pengingat akan pentingnya kesadaran akan risiko bencana alam, serta perlunya kewaspadaan dan kesiapan dalam menghadapi situasi darurat seperti ini. Data sementara menunjukkan bahwa sebagian besar jalan di Desa Pariok, yakni sekitar 95%, tenggelam dalam banjir tersebut. Hal ini memperparah kondisi aksesibilitas dan mobilitas masyarakat, serta memberikan dampak serius terhadap kegiatan sehari-hari. Masyarakat pun diminta untuk lebih aware terhadap lingkungan sekitar, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana alam yang dapat terjadi kapan saja. Dengan semangat gotong royong dan kerjasama yang solid antara pemerintah dan masyarakat, diharapkan penanganan bencana ini dapat berjalan efektif dan membantu pemulihan Desa Pariok dari dampak banjir yang melanda.
DESA SUNGKAI MELAKSANAKAN KEGIATAN POSYANDU SIKLUS HIDUP BULAN JANUARI
Desa Sungkai Melaksanakan Kegiatan Posyandu Siklus Hidup Bulan Januari Pada tanggal 5 Januari 2026. Desa Sungkai kembali menggelar kegiatan Posyandu Siklus Hidup di Aula Balai Desa Sungkai. Kegiatan rutin ini bertujuan untuk memantau dan meningkatkan kesehatan masyarakat, terutama ibu hamil, balita, serta lansia di wilayah tersebut. Posyandu Siklus Hidup bulan Januari ini menjadi momentum penting bagi warga Desa Sungkai untuk mendapatkan layanan kesehatan secara berkala. Berbagai kegiatan di Posyandu meliputi pemeriksaan kesehatan, penimbangan balita, konsultasi gizi, serta penyuluhan tentang pola hidup sehat. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan dan memberikan perhatian khusus terhadap tahapan-tahapan kehidupan, mulai dari bayi hingga lanjut usia. Kolaborasi antara petugas kesehatan, pemerintah desa, dan masyarakat sangat diperlukan guna menjamin keberlangsungan program Posyandu Siklus Hidup ini. Melalui kegiatan Posyandu Siklus Hidup bulan Januari, Desa Sungkai berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas hidup masyarakatnya dengan memberikan layanan kesehatan yang terjangkau dan bermutu. Semoga upaya ini dapat membawa dampak positif bagi kesehatan dan kesejahteraan seluruh warga Desa Sungkai.
Banjir masih berlanjut
**Banjir Masih Berlanjut di Simpang Lima: Upaya Meringankan Beban Warga Terdampak** Simpang Lima kembali dilanda banjir yang belum kunjung surut, menyisakan kesulitan bagi warga yang terdampak. Dalam upaya untuk meringankan beban mereka, pada tanggal 4 Januari 2026 pukul 09:38, sebuah kegiatan kemanusiaan digelar dengan harapan dapat memberikan bantuan serta solusi bagi masyarakat yang tengah mengalami kesulitan akibat banjir yang terjadi. Tim relawan dan petugas kesehatan terjun langsung ke lokasi terdampak banjir di Simpang Lima. Mereka membawa peralatan dan persediaan yang diperlukan untuk memberikan pertolongan kepada warga yang membutuhkan. Mulai dari penyediaan makanan, pakaian, obat-obatan, hingga tenaga medis siap sedia memberikan layanan dan perawatan kepada mereka yang memerlukan. Selain itu, evakuasi darurat juga dilakukan untuk memindahkan warga yang berada di titik-titik terendam banjir menuju tempat yang lebih aman. Dengan bantuan perahu karet dan alat transportasi lainnya, proses evakuasi dilakukan dengan cepat dan tertata, sehingga meminimalkan risiko dan memastikan keselamatan warga. Di tengah cuaca yang tidak menentu dan kondisi lingkungan yang sulit, semangat gotong royong terlihat begitu kuat di antara relawan, petugas kesehatan, dan warga setempat. Mereka saling bergandengan tangan, bekerja sama dalam upaya untuk mengatasi dampak buruk yang ditimbulkan oleh banjir yang masih terus berlangsung. Kegiatan ini adalah bukti nyata dari kepedulian dan solidaritas sosial yang harus terus ditanamkan dalam masyarakat. Meskipun bencana datang bertubi-tubi, kerjasama dan kebersamaan tetap menjadi kunci untuk dapat melaluinya dengan tegar dan optimisme. Semoga kegiatan ini dapat memberikan sedikit hembusan harapan bagi warga yang tengah menghadapi cobaan ini, serta menginspirasi banyak pihak untuk turut serta dalam membantu sesama saat dibutuhkan.
INFO BANJIR DESA SUNGAI SALAI HILIR
Intensitas hujan yang tinggi dalam beberapa waktu terakhir mengakibatkan Desa Sungai Salai Hilir terdampak banjir. Luapan air merendam puluhan rumah warga dan fasilitas umum di desa tersebut. Warga setempat melaporkan bahwa air mulai masuk ke dalam rumah sejak kemarin tgl 4/1/2026 malam sampai sekarang sekitar pukul 01.00, menyebabkan aktivitas Kondisi tersebut mengganggu aktivitas warga, terutama pada malam hingga dini hari. Sejumlah warga terpaksa mengamankan perabot rumah tangga dan kendaraan ke tempat yang lebih tinggi untuk menghindari kerusakan. Hingga saat ini, warga masih terus bersiaga memantau ketinggian air sambil menunggu koordinasi lebih lanjut dari pihak penanggulangan bencana daerah. Kondisi terkini di Desa Sungai Salai Hilir menunjukkan peningkatan debit air yang cukup signifikan. Akibat curah hujan yang tinggi, pemukiman warga kini terdampak banjir dengan ketinggian air yang bervariasi. Banyak rumah warga yang sudah terendam, menghambat aktivitas sehari-hari dan memaksa sebagian warga untuk mengamankan barang-barang berharga ke tempat yang lebih tinggi. Semoga debit air segera surut dan seluruh masyarakat diberikan kekuatan serta kesehatan dalam menghadapi musibah ini.
Banjir Kembali Melanda Desa Simpang Lima Sejak Akhir Tahun
Pada tanggal 27 Desember 2025, pukul 07:23, Desa Simpang Lima kembali dilanda banjir yang mengakibatkan dampak serius bagi warganya. Banjir yang melanda desa ini telah menjadi bencana berulang setelah sebelumnya juga terjadi pada tahun-tahun sebelumnya. Air mulai memenuhi jalanan utama desa, memaksa penduduk untuk mengungsi ke tempat-tempat yang lebih tinggi demi keselamatan mereka. Rumah-rumah di pinggiran sungai terendam air dengan cepat, menyebabkan kerugian materi yang signifikan bagi para pemiliknya. Tanaman pertanian yang merupakan sumber penghidupan utama bagi sebagian besar warga desa juga ikut tergenang, mengancam ketahanan pangan lokal. Tim relawan dan petugas penanggulangan bencana segera dikerahkan untuk memberikan bantuan kepada korban banjir. Evakuasi dilakukan dengan bantuan perahu karet, membawa warga menuju tempat aman dan menyediakan mereka dengan perlengkapan dasar seperti makanan, air bersih, dan selimut. Para ahli lingkungan menyoroti bahwa banjir yang semakin sering terjadi dapat disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk perubahan iklim global dan kurangnya sistem drainase yang memadai di daerah tersebut. Mereka mendorong pemerintah setempat untuk meningkatkan infrastruktur penanggulangan banjir dan mengajak masyarakat desa untuk lebih aware terhadap potensi bencana alam yang datang. Meskipun banjir telah menjadi ancaman konstan bagi Desa Simpang Lima, semangat gotong royong dan solidaritas antarwarga tetap terjaga. Bersama-sama, mereka berusaha bangkit dari bencana ini dan memulihkan kehidupan mereka, siap menghadapi tantangan yang lebih besar di masa depan.
INFO BANJIR DESA KELADAN AKIBAT SUNGAI MELUAP RENDAM PERMUKIMAN WARGA DESA KELADAN
Banjir kembali merendam permukiman warga di Desa Keladan setelah sungai di sekitar wilayah tersebut meluap akibat hujan deras. Peristiwa banjir terjadi kemarin sekitar pukul 01.00 WITA dan menyebabkan sebagian besar rumah warga terdampak. Berdasarkan data sementara di lapangan, sekitar 90 persen rumah warga terendam banjir, sementara sisanya tidak terdampak karena merupakan rumah yang baru dibangun dengan posisi bangunan lebih tinggi sehingga air tidak masuk ke dalam rumah. Genangan air merendam jalan lingkungan, pekarangan, serta masuk ke dalam rumah warga dengan ketinggian air maksimal dari lutut keatas orang dewasa. Kondisi tersebut mengganggu aktivitas warga, terutama pada malam hingga dini hari. Sejumlah warga terpaksa mengamankan perabot rumah tangga dan kendaraan ke tempat yang lebih tinggi untuk menghindari kerusakan. Warga menyebutkan bahwa banjir ini masih berlanjut bisa 3 hari kedepan dan ketinggian air diperkirakan masih terus naik, dipicu oleh meluapnya sungai yang tidak mampu menampung debit air hujan, ditambah air susulan dari daerah hulu sungai yang posisi saat ini terdampak banjir. Meski demikian, tidak ada laporan korban jiwa dalam kejadian ini. Warga Desa Keladan berharap adanya perhatian dan penanganan dari pihak terkait, terutama upaya normalisasi sungai dan bantuan dari pemerintah serta instansi setempat.
Dinkes tapin adakan pelayanan kesehatan gratis di desa sungai rutas saat banjir
Bertempat di pasar muara muning. Dinas kesehatan kabupaten tapin adakan pelayanan kesehatan gratis saat terjadi banjir yg melanda hampir semua desa yg ada di kecamatan cls. Kegiatan yg melibatkan para mides dari kabupaten. Puskesmas baringin sertabpara kader posyandu dilaksanakan pada hari minggu 4 Januari 2024. Kegiatan pelayanan tersebut dipantau langsung oleh kepala dinas kesehatan NORIFANSYAH. Saat kami temui NORIFANSYAH menyampaikan kegiatan ini merupakan langkah sigap dari dinas kesehatan dalam menyikapi laporan masyarakat terkait situasi kesehatan warga saat terjadi banjir. Menurutnya keluhannya dialami warga saat banjir adalah gatal gatal. Demam, batuk juga pusing. Ia juga memastikan tingkat kunjungan warga di pelayanan di desa sungai rutas tergolong sangat ramai karena pengunjung tidak hanya dari sungai-sungai tetapi juga dari luar desa seperti pabaungan hulu dan pabungan hilir Saat ini akibat banjir hampir semua kawasan di sungai rutas terendam dan yg paling parah berada di RT 01 & 02 yg merupakan berada dipingiran sungai.
