Pada tanggal 20 September 2025, Masjid Nurul Iman Desa Binturung dipenuhi oleh semangat keagamaan yang membara dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 H. Kegiatan ini bukan sekadar acara rutin, tetapi sebuah momen berharga yang menggugah jiwa dan memberi cahaya keberkahan bagi seluruh warga desa. Dengan diiringi lantunan sholawat dan doa, peringatan Maulid Nabi menjadi ajang untuk menumbuhkan kecintaan kepada Rasulullah SAW serta meningkatkan keimanan secara kolektif. Para jamaah terhanyut dalam khazanah ilmu yang disampaikan melalui pengajian dan tausiyah, memperdalam pemahaman akan ajaran mulia yang beliau wariskan. Tak hanya dari segi spiritual, kegiatan ini juga menjadi perekat silaturahmi antarwarga. Suasana kebersamaan terasa begitu kental, menguatkan rasa persaudaraan di antara mereka dan menjalin tali kasih yang kokoh. Semangat gotong-royong pun semakin terasa, membangun fondasi kepedulian yang turut menghiasi keseharian mereka. Generasi muda desa, dalam kehadiran mereka pada peringatan Maulid Nabi, tidak hanya diajak untuk hadir sebagai penonton. Mereka diajak untuk belajar, mengenal, dan meneladani akhlak mulia Rasulullah SAW. Edukasi yang diberikan pada mereka diharapkan dapat membentuk karakter yang tangguh, penuh kasih, dan penuh hikmah dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Tradisi keagamaan yang diwariskan para ulama dan leluhur desa turut dilestarikan dalam peringatan Maulid Nabi. Nilai-nilai kearifan lokal semakin terpelihara, menguatkan identitas budaya yang kaya dan beragam. Perayaan Maulid Nabi bukan sekadar ritual, namun juga simbol kebersamaan dan keberagaman yang menjadi kekuatan utama masyarakat Desa Binturung. Dengan demikian, peringatan Maulid Nabi tidak hanya berfungsi sebagai ibadah semata, namun juga memberikan kontribusi besar dalam menjaga keharmonisan, kebersamaan, serta menjaga kelangsungan tradisi keagamaan dan budaya yang menjadi jati diri masyarakat Desa Binturung.
