Kabar Berita

Sosialisasi Kalpataru di Madrasah Raudhatul Ulum: Semangat Hijau Tumbuh dari Gunung Batu

Senin, 03 November 2025

Diposting oleh: Gunung Batu

Gunung Batu, 3 November 2025 — Pagi yang cerah menyelimuti Madrasah Raudhatul Ulum Desa Gunung Batu. Suara kicau burung dan sejuknya udara pegunungan berpadu dengan semangat warga yang berdatangan sejak pagi. Hari itu, madrasah berubah menjadi pusat inspirasi bagi gerakan peduli lingkungan.

Kegiatan Sosialisasi Kalpataru yang diadakan oleh Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Banjar, bekerja sama dengan Pemerintah Desa Gunung Batu, menghadirkan berbagai kalangan masyarakat: seluruh ketua kelompok tani se-Desa Gunung Batu, ibu-ibu PKK, anggota Kelompok Wanita Tani (KWT), para ketua RT, serta warga sekitar. Semua hadir dengan satu semangat — belajar dan berkomitmen menjaga kelestarian alam.

 

Hadir pula sosok inspiratif, Hj. Nur Aina, S.Pi., M.P., Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Hidup. Dengan gaya penyampaian yang hangat dan komunikatif, beliau menjelaskan secara mendalam mengenai Program Kalpataru — sebuah penghargaan nasional yang diberikan kepada para pejuang lingkungan hidup.

> “Kalpataru bukan hanya penghargaan, tapi gerakan moral. Siapa pun bisa menjadi pahlawan lingkungan, asal punya kepedulian dan tindakan nyata,” ujar Hj. Nur Aina dengan penuh semangat.

 

Selain Kalpataru, Hj. Nur Aina juga memaparkan tentang Program Kampung Iklim (ProKlim), yang mendorong masyarakat untuk beradaptasi dan berperan aktif dalam menghadapi perubahan iklim. Beliau mengajak warga agar mulai dari hal sederhana seperti menanam pohon, mengelola sampah organik, serta mengurangi penggunaan plastik sekali pakai.

Kepala Desa Gunung Batu, M. Albilaluddin Al-Banjari, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini.

 

> “Kami sangat berterima kasih kepada Dinas Lingkungan Hidup yang telah hadir langsung ke desa kami. Semoga semangat ini tumbuh dan terus berlanjut, agar Gunung Batu menjadi desa yang hijau dan ramah lingkungan,” ungkapnya.

 

 

 

Antusiasme peserta terasa sepanjang acara. Para ketua kelompok tani saling berdiskusi tentang potensi penghijauan lahan, ibu-ibu PKK dan KWT mencatat ide pengelolaan sampah rumah tangga, sementara para santri Madrasah Raudhatul Ulum turut mendengarkan dengan penuh perhatian.

 

Sosialisasi Kalpataru ini bukan sekadar kegiatan, melainkan langkah nyata menuju perubahan perilaku dan kesadaran lingkungan. Dari madrasah sederhana di kaki Gunung Batu, gema cinta bumi mulai bergema — menandai babak baru bagi masyarakat desa yang ingin hidup lebih bersih, hijau, dan lestari.

Berita Terkait