Pagi itu, Kamis 11 Desember 2025 udara Kecamatan Sambung Makmur masih dingin ketika rombongan Pemerintah Desa Gunung Batu mulai berkumpul di halaman kantor desa. Bukan hanya kepala desa yang berangkat, tetapi juga aparat desa, para anggota BPD, Mentri Tani Desa, PPL (Penyuluh Pertanian Lapangan), serta perwakilan dari pihak kecamatan. Mereka datang dengan satu tujuan: belajar dan meniru hal-hal luar biasa dari Desa Awang Bangkal Barat.

Dengan penuh semangat, rombongan bergerak menyusuri jalan menuju Kecamatan Karang Intan. Di balik perjalanan itu, ada harapan besar agar apa yang dipelajari hari itu dapat menjadi inspirasi untuk memajukan Gunung Batu di masa mendatang.

Sesampainya di Desa Awang Bangkal Barat, rombongan disambut dengan ramah. Desa ini memang sudah lama dikenal sebagai desa yang kreatif, mandiri, dan progresif. Koperasi Merah Putih menjadi kebanggaan masyarakatnya, BUMDes dan BUMDesma berjalan profesional, dan Kampung Wisata Putra Bulu menjadi bukti bahwa desa mampu menjadi pusat destinasi wisata yang menarik.

“Kami datang karena ingin meniru hal-hal luar biasa yang sudah berhasil dilakukan di sini,” ungkap Kepala Desa Gunung Batu dalam sambutan perdananya. Ia menegaskan bahwa rombongan hadir untuk belajar dengan kesungguhan, bukan sekadar melihat-lihat.
Dalam sesi diskusi, Pajrul Rifani, Kepala Desa Awang Bangkal Barat, berbagi kisah perjalanan mereka. Dengan nada optimis namun jujur, ia berkata,

“Harus punya keberanian. Tidak semua usaha itu berjalan lancar. Kami pun pernah gagal.”
Kalimat itu membuat para peserta studi tiru mengangguk—sebuah pesan bahwa keberhasilan bukanlah hadiah, tetapi hasil dari keberanian menghadapi proses.
Aparat desa, BPD, Mentri Tani, PPL, hingga perwakilan kecamatan mencatat banyak hal. Mulai dari sistem pengelolaan koperasi, manajemen BUMDes, hingga strategi membangun wisata kampung berbasis masyarakat.
Di akhir kegiatan, Kepala Desa Gunung Batu menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam. “Kami sangat bersyukur sudah diterima dengan baik, diberi ilmu, arahan, dan pengalaman yang berharga. Semoga hubungan antar desa ini bisa terus berlanjut,” ujarnya saat menyerahkan cinderamata sebagai tanda persahabatan.
Rombongan kemudian diajak menikmati keindahan Kampung Wisata Putra Bulu. Suasana alam yang asri, pemanfaatan lahan yang kreatif, dan kerjasama warga menjadi gambaran nyata bagaimana sebuah desa dapat maju ketika masyarakatnya bergerak bersama.
Menjelang sore, setelah memuaskan rasa ingin tahu dan menikmati suasana wisata, rombongan Gunung Batu bersiap kembali. Perjalanan pulang kali ini diisi dengan percakapan penuh ide dan rencana—tanda bahwa studi tiru tersebut benar-benar memberi energi baru.

Dengan ilmu, contoh nyata, dan semangat untuk berubah, rombongan kembali menuju Gunung Batu. Mereka pulang membawa keyakinan:
dengan keberanian, kerja sama, dan tekad yang kuat, Desa Gunung Batu pun bisa menjadi desa yang luar biasa.

