Gunung Batu, Kabupaten Banjar – Upaya pelestarian lingkungan dan penguatan kawasan Geopark Meratus kembali mendapat perhatian internasional. Tim dari Federal Institute for Geosciences and Natural Resources (BGR) dari (Jerman) melakukan kunjungan lapangan dalam rangka penjajakan dan pembahasan rencana kegiatan reklamasi tambang yang berada di dalam kawasan Geopark Meratus.
Kunjungan ini turut didampingi oleh perwakilan Badan Pengelola Geopark (BP) Meratus, Mbak Resita beserta tim, sebagai bentuk sinergi antara pengelola kawasan dengan para pihak yang memiliki kepedulian terhadap keberlanjutan lingkungan dan tata kelola pertambangan yang bertanggung jawab.

Kedatangan tim dari Jerman tersebut merupakan bagian dari tindak lanjut arahan Bapak Theo dari Bappeda Provinsi Kalimantan Selatan, yang mendorong adanya kolaborasi lintas pihak, termasuk kerja sama internasional, dalam pengelolaan kawasan strategis berbasis konservasi dan pembangunan berkelanjutan.

Dalam kunjungan tersebut, dilakukan peninjauan langsung terhadap lokasi tambang yang direncanakan untuk direklamasi. Diskusi teknis juga digelar untuk membahas pendekatan reklamasi yang tidak hanya memenuhi aspek regulasi, tetapi juga memperhatikan nilai geologi, ekologi, serta potensi edukasi dan pariwisata berbasis geopark.
Pihak Federal Institute menyampaikan komitmennya untuk berbagi pengalaman dan praktik terbaik (best practice) terkait pengelolaan sumber daya geologi dan reklamasi pascatambang yang ramah lingkungan. Diharapkan, kolaborasi ini mampu memperkuat posisi Geopark Meratus sebagai kawasan yang tidak hanya kaya akan nilai geologi dan budaya, tetapi juga menjadi contoh pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan.

Melalui kunjungan ini, diharapkan lahir langkah-langkah konkret dalam merehabilitasi kawasan tambang agar kembali produktif, aman, serta memiliki nilai tambah bagi masyarakat sekitar, sejalan dengan visi pembangunan hijau di Kalimantan Selatan.
