Kabar Berita

Festival Budaya Desa Takuti 2025 Hadirkan Legenda Negeri Saranjana

Senin, 11 Mei 2026

Diposting oleh: Takuti

Minggu, 24 Agustus 2025 - Bertempat di Lapangan Sepakbola Desa Takuti Kecamatan Mataraman Kabupaten banjar. Desa Takuti berubah menjadi pusat perhatian pada pagi itu. Festival Budaya (Aruh Adat 2025) resmi dibuka oleh Pambakal Desa Takuti, Bapak Bayu Sabdo Pamungkas, S.T., bersama Camat Mataraman, Bapak Heryanto, S.STP., M.A. Acara ini juga semakin istimewa dengan kehadiran Bapak Fahriyadi, S.ST., Kasi Sejarah dan Nilai Tradisional dari Dinas Kebudayaan Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Banjar, yang memberikan dukungan penuh terhadap pelestarian budaya.

Festival ini tak hanya diikuti masyarakat Desa Takuti, namun juga dimeriahkan oleh peserta dari berbagai daerah di Kabupaten Banjar, Banjarbaru, hingga sekitarnya. Mereka menampilkan beragam kesenian tradisional, tarian, musik, hingga pertunjukan budaya yang memukau. Tak kalah menarik, kreativitas warga pun turut ditampilkan, mulai dari Senso Racing (motor hias senso) hingga inovasi seni lainnya yang menambah semarak suasana.

Namun, yang paling mengejutkan sekaligus menggemparkan adalah kemunculan dua sosok yang disebut-sebut sebagai utusan dari Negeri Saranjana: Papi Ancau dan Nyi Eka Sari. Berjalan anggun di atas karpet merah dengan balutan busana adat Banjar, keduanya bagaikan Raja dan Ratu yang turun dari dunia legenda. Kehadiran mereka sontak menjadi sorotan utama, membuat para penonton terpukau sekaligus penasaran.

Festival Budaya (Aruh Adat 2025) di Desa Takuti akhirnya menjadi lebih dari sekadar perayaan—ia menjadi titik temu antara tradisi, legenda, dan kreativitas masyarakat modern. Lebih jauh, acara ini juga menegaskan bahwa Kalimantan dan Indonesia secara luas menyimpan kekayaan budaya yang luar biasa. Tidak hanya adat Banjar dan Dayak, namun juga hadir kekhasan budaya Jawa, Sumatera, dan daerah lainnya. Semua itu berpadu dalam satu panggung besar yang menampilkan adat istiadat, tarian, musik, ritual, hingga kreativitas kontemporer.

Sebagai penutup kemeriahan, panitia juga menghadirkan undian berhadiah bagi para peserta yang membeli tiket. Hadiah utama berupa sepeda motor, disusul dengan berbagai hadiah menarik lainnya seperti mesin cuci, kulkas, sepeda listrik, dan masih banyak lagi. Suasana pun semakin meriah, karena selain disuguhkan dengan ragam budaya Nusantara, masyarakat juga berkesempatan pulang membawa kejutan istimewa.

Berita Terkait