Gotong Royong Perbaikan jalan Dari Desa Batalas Ke Margasari(Datu Kabul)

**Gotong Royong Perbaikan Jalan dari Desa Batalas ke Margasari Mempermudah Akses Pengendara** Pada tanggal 15 Februari 2026, masyarakat Desa Batalas bersatu dalam semangat gotong royong untuk memperbaiki jalan yang menghubungkan Desa Batalas dengan Margasari (Datu Kabul). Kegiatan dimulai pada pukul 08:00, di mana warga setempat berkumpul dengan penuh antusiasme dan semangat kebersamaan. Perbaikan jalan ini merupakan inisiatif bersama untuk meningkatkan aksesibilitas dan keselamatan pengendara yang melintasi jalur tersebut. Dengan kondisi jalan yang semakin buruk akibat cuaca dan intensitas kendaraan, gotong royong ini menjadi langkah awal dalam upaya memperbaiki infrastruktur yang vital bagi kehidupan sehari-hari masyarakat setempat. Warga Desa Batalas turut serta membersihkan sampah, menimbun lubang-lubang, dan meratakan permukaan jalan agar pengendara dapat melintas dengan lancar dan aman. Mereka bekerja bahu-membahu tanpa mengenal lelah, saling membantu satu sama lain demi kepentingan bersama. Selain manfaat langsung bagi pengguna jalan, kegiatan gotong royong ini juga menciptakan ikatan sosial yang erat di antara masyarakat. Kebersamaan dan solidaritas yang terjalin selama proses perbaikan jalan ini menjadi modal berharga dalam membangun komunitas yang kuat dan peduli terhadap lingkungan sekitar. Diharapkan bahwa perbaikan jalan ini akan memberikan dampak positif yang signifikan bagi masyarakat Desa Batalas dan sekitarnya. Semangat gotong royong yang ditunjukkan dalam kegiatan ini menjadi contoh inspiratif bagi seluruh masyarakat untuk bersatu dalam menjaga dan meningkatkan kualitas hidup bersama. Gotong royong perbaikan jalan dari Desa Batalas ke Margasari bukan hanya tentang memperbaiki infrastruktur fisik, namun juga tentang membangun kebersamaan, solidaritas, dan semangat gotong royong yang merupakan nilai-nilai luhur dalam kehidupan berkomunitas. Semoga kegiatan ini tidak hanya menjadi momentum sekali saja, tetapi juga menjadi tonggak awal dalam memperkuat rasa saling peduli dan bertanggung jawab di tengah-tengah masyarakat Desa Batalas.

Musdes Penerima KPM BLT T.A 2026

**Musyawarah Desa (Musdes) Batalas 2026: Penyaluran KPM BLT untuk Masyarakat** Pada tanggal 17 Februari 2026, Kantor Desa Batalas menjadi saksi dari pelaksanaan Musyawarah Desa (Musdes) yang berfokus pada penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) kepada warga penerima. Kegiatan ini diadakan dengan tujuan utama untuk mendukung kesejahteraan masyarakat melalui bantuan sosial yang diberikan. Dengan dimulainya acara pada pukul 02:38:01, warga desa yang telah ditetapkan sebagai penerima BLT hadir dalam kegiatan tersebut. Suasana haru dan harapan turut menyelimuti ruang pertemuan, di mana setiap mata yang hadir memancarkan rasa syukur atas kesempatan untuk menerima bantuan ini. Kepala Desa beserta perangkat desa lainnya turut serta dalam acara ini untuk memastikan kelancaran proses penyaluran BLT. Mereka memberikan pengarahan singkat sekaligus menegaskan pentingnya penggunaan dana ini secara bijak demi manfaat bersama. Proses penyaluran BLT dilakukan secara transparan dan tertib, dengan setiap penerima yang hadir mendapatkan bantuan sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan sebelumnya. Kegembiraan tampak merebak di wajah para penerima, menandakan betapa berharganya bantuan ini bagi kehidupan mereka. Musyawarah Desa (Musdes) Batalas tahun 2026 ini tidak hanya menjadi momentum penyaluran bantuan, namun juga sebagai ajang solidaritas dan kebersamaan dalam membangun kesejahteraan bersama. Semoga bantuan yang diterima dapat memberikan dampak positif dan menjadi titik balik bagi kemajuan Desa Batalas ke depan.

Sosialisasi Pangan Lokal Dan Isi Piringku Oleh Mahasiwa KKN poltekkes

Sosialisasi Pangan Lokal dan Isi Piringku: Membangun Kesehatan Desa Bersama Mahasiswa KKN Poltekkes Pada tanggal 13 Februari 2026, Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari Politeknik Kesehatan (Poltekkes) turut memperkuat upaya kesehatan di Pos Pelayanan Terpadu Desa (Poskesdes). Kegiatan bertujuan memberdayakan masyarakat sekaligus sosialisasi pentingnya pangan lokal dan pola makan sehat kepada penduduk desa dan para kader kesehatan. Acara tersebut dihadiri para warga dan kader kesehatan desa. Mereka mendapatkan pengetahuan mendalam mengenai manfaat pangan lokal, cara memilih bahan makanan sehat, serta praktik menyajikan hidangan bergizi. Diskusi interaktif juga menjadi bagian penting, di mana peserta saling berbagi pengalaman dan tips seputar pola makan sehat. Para kader kesehatan desa memberikan informasi mengenai pentingnya konsumsi pangan lokal bagi kesehatan masyarakat secara menyeluruh. Melalui kegiatan ini, diharapkan kesadaran akan pentingnya pola makan bergizi berbasis pangan lokal semakin meningkat di kalangan masyarakat desa. Semangat dan pengetahuan yang diperoleh dari acara ini diharapkan dapat terus menginspirasi upaya menjaga tubuh dan pikiran melalui konsumsi pangan lokal yang sehat. Sosialisasi pangan lokal dan isi piringku merupakan langkah awal yang signifikan dalam membangun masyarakat yang lebih sehat, kuat, dan produktif.

Penyaluran Bantuan Logistik oleh BPBD Kab. Banjar untuk Dapur Umum Desa Antasan Senor Ilir Kecamatan Martapura Timur

Pada tanggal 2 Januari 2026, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banjar telah memberikan bantuan logistik untuk Dapur Umum Desa Antasan Senor Ilir di Kecamatan Martapura Timur.     Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mendukung masyarakat Desa Antasan Senor Ilir dalam menjaga ketersediaan pangan sehari-hari akibat bencana banjir yang melanda. Pukul 16:00:00, bantuan logistik mulai didistribusikan kepada Dapur Umum Desa guna memenuhi kebutuhan makanan warga yang memerlukan. Bantuan tersebut meliputi beras, minyak goreng, mie instan, dan kebutuhan pokok lainnya. Langkah ini diambil sebagai respons terhadap situasi bencana banjir yang melanda semua desa di Kecamatan Martapura Timur dan kebutuhan masyarakat setempat. Harapannya, bantuan ini dapat meringankan beban warga Desa Antasan Senor Ilir dan memastikan ketersediaan pangan yang mencukupi. Semoga upaya ini memberikan manfaat yang signifikan bagi seluruh warga Desa Antasan Senor Ilir yang membutuhkan.

Menakjubkan! Strategi Canggih Desa (Singa Banjar), Memanfaatkan Data Spasial untuk MendoImplementasi Peraturan Menteri Desa Nomor 13 Tahun 2025 Tentang Informasi Publik Desa Dalam Rangka Pemanfaatan Data Spasial Untuk Perencanaan dan Tata Kelola Peme

Pada tanggal 12 Februari 2026, di Aria Hotel Banjarmasin, LPKSDM Yogyakarta menggelar acara strategis dengan tema "Menakjubkan! Strategi Canggih Desa (Singa Banjar)" untuk mendorong implementasi Peraturan Menteri Desa Nomor 13 Tahun 2025. Kegiatan tersebut bertujuan untuk memanfaatkan data spasial guna perencanaan dan tata kelola pemerintahan desa demi percepatan pembangunan desa di Kabupaten Banjar. Dalam acara tersebut, peserta dari berbagai desa dan kelurahan se-Kabupaten Banjar turut hadir. Mereka diperkenalkan dengan aplikasi Singa Banjar yang dirancang untuk meningkatkan kapasitas pemerintah desa dalam memanfaatkan data spasial secara efektif. Melalui sesi interaktif, para peserta mendapatkan pemahaman mendalam tentang aplikasi tersebut dan diajak untuk melaporkan hasil kerja mereka. Diharapkan bahwa kegiatan ini akan membawa dampak positif dalam meningkatkan efektivitas tata kelola pemerintahan desa melalui pemanfaatan teknologi informasi. LPKSDM Yogyakarta berkomitmen memberikan dukungan berkelanjutan kepada pemerintah desa agar dapat terus mendukung pembangunan lokal di wilayah tersebut.

Semangat Kemasyarakatan Bersinar: Transformasi Jalan Menuju Makam Desa Semisir Melalui Aksi Gotong Royong

### Semangat Kemasyarakatan Bersinar: Transformasi Jalan Menuju Makam Desa Semisir Melalui Aksi Gotong Royong Pada tanggal 13 Februari 2026, pukul 09.28 pagi, semangat kemasyarakatan bersinar terang di Desa Semisir saat warga RT 01 berkumpul untuk melakukan aksi gotong royong. Kegiatan ini bertujuan untuk merenovasi jalan menuju makam desa yang telah lama terabaikan. Gotong royong, sebuah nilai budaya Indonesia yang turun-temurun, menjadi landasan utama dalam mendukung kegiatan ini. Secara harfiah, gotong royong berasal dari bahasa Jawa yang menggambarkan kolaborasi dan kerjasama antarwarga dalam mengerjakan sesuatu demi kepentingan bersama. Dengan semangat yang membara, para warga bergotong royong membersihkan sampah, meratakan permukaan jalan yang rusak, dan mengecat pagar sepanjang jalan menuju makam desa. Mereka bekerja dengan penuh kegembiraan dan saling membantu, menciptakan ikatan sosial yang kuat di antara mereka. Proses transformasi jalan yang dulunya berlobang dan kumuh menjadi tampak indah dan terawat membuktikan bahwa kekuatan gotong royong mampu mengubah lingkungan sekitar secara positif. Lebih dari sekadar merenovasi jalan, kegiatan ini juga memupuk rasa kebersamaan dan kepedulian terhadap lingkungan di kalangan masyarakat Desa Semisir. Melalui aksi gotong royong ini, warga Desa Semisir tidak hanya memperbaiki infrastruktur fisik, tetapi juga membangun fondasi yang kokoh untuk kehidupan bersosial yang lebih baik di masa depan. Semangat kemasyarakatan yang bersinar dalam aksi gotong royong hari itu menjadi cermin kekayaan budaya Indonesia yang patut dilestarikan dan diwariskan kepada generasi selanjutnya. Dalam konteks yang lebih luas, gotong royong mencerminkan semangat kebersamaan, solidaritas, dan kerjasama antar anggota masyarakat tanpa memandang latar belakang suku, agama, ras, atau golongan. Kegiatan ini biasanya dilakukan untuk menyelesaikan pekerjaan yang bersifat kepentingan umum atau membantu individu yang membutuhkan bantuan. Tujuan Utama Gotong Royong Gotong royong memiliki beberapa tujuan utama yang sangat penting bagi kehidupan bermasyarakat. Berikut adalah penjelasan rinci mengenai tujuan-tujuan tersebut: Memperkuat Persatuan dan Kesatuan: Salah satu tujuan terpenting dari gotong royong adalah mempererat tali persaudaraan dan memperkuat rasa persatuan di antara anggota masyarakat. Ketika orang-orang dari berbagai latar belakang berkumpul dan bekerja bersama untuk mencapai tujuan bersama, hal ini secara alami akan menumbuhkan rasa kebersamaan dan solidaritas. Gotong royong membantu menghilangkan sekat-sekat sosial dan menciptakan harmoni dalam keberagaman. Meringankan Beban Pekerjaan: Dengan bergotong royong, pekerjaan yang awalnya terasa berat menjadi lebih ringan karena dikerjakan bersama-sama. Hal ini tidak hanya membuat pekerjaan lebih cepat selesai, tetapi juga mengurangi beban fisik dan mental yang harus ditanggung oleh individu. Misalnya, dalam pembangunan fasilitas umum atau membersihkan lingkungan, keterlibatan banyak orang akan sangat membantu mempercepat proses penyelesaian. Mengembangkan Kepedulian Sosial: Gotong royong bertujuan untuk menumbuhkan dan mengembangkan rasa kepedulian terhadap sesama. Melalui kegiatan ini, masyarakat diajak untuk peka terhadap kebutuhan orang lain dan lingkungan sekitarnya. Hal ini penting untuk menciptakan masyarakat yang saling mendukung dan membantu satu sama lain, terutama di saat-saat sulit. Melestarikan Nilai Budaya: Sebagai warisan budaya, gotong royong bertujuan untuk melestarikan nilai-nilai luhur yang telah diwariskan oleh generasi sebelumnya. Dengan terus mempraktikkan gotong royong, nilai-nilai seperti kebersamaan, tolong-menolong, dan kerukunan dapat terus dijaga dan diteruskan kepada generasi mendatang. Meningkatkan Efisiensi dan Efektivitas: Dalam konteks pembangunan dan penyelesaian masalah sosial, gotong royong bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas. Dengan menggabungkan sumber daya dan tenaga dari berbagai pihak, masalah-masalah yang kompleks dapat diselesaikan dengan lebih cepat dan efektif dibandingkan jika dikerjakan secara individual. Manfaat Gotong Royong bagi Masyarakat Gotong royong memberikan berbagai manfaat yang signifikan bagi kehidupan bermasyarakat. Berikut adalah penjelasan rinci mengenai manfaat-manfaat tersebut: Menciptakan Lingkungan yang Bersih dan Nyaman: Salah satu manfaat paling nyata dari gotong royong adalah terciptanya lingkungan yang lebih bersih, rapi, dan nyaman untuk ditinggali. Ketika masyarakat bersama-sama membersihkan lingkungan, memperbaiki fasilitas umum, atau melakukan penghijauan, hasilnya akan langsung terlihat dan dapat dinikmati oleh semua warga. Lingkungan yang bersih dan terawat tidak hanya meningkatkan kualitas hidup, tetapi juga mencegah berbagai masalah kesehatan dan sosial. Mempererat Hubungan Sosial: Gotong royong menjadi wadah bagi anggota masyarakat untuk berinteraksi dan membangun hubungan yang lebih erat. Melalui kegiatan bersama, orang-orang yang mungkin sebelumnya tidak saling mengenal menjadi akrab dan membangun ikatan sosial yang kuat. Hal ini sangat penting dalam membangun modal sosial yang diperlukan untuk menghadapi berbagai tantangan bersama di masa depan. Meningkatkan Rasa Memiliki: Ketika masyarakat terlibat langsung dalam membangun atau memperbaiki sesuatu di lingkungan mereka, rasa memiliki terhadap hasil kerja tersebut akan meningkat. Ini mendorong masyarakat untuk lebih peduli dan bertanggung jawab dalam menjaga dan merawat fasilitas atau lingkungan yang telah mereka bangun bersama. Menghemat Biaya: Dari segi ekonomi, gotong royong dapat menghemat biaya yang signifikan. Pekerjaan yang biasanya memerlukan dana besar jika dikerjakan oleh pihak ketiga, bisa diselesaikan dengan biaya minimal ketika dikerjakan bersama-sama oleh masyarakat. Penghematan ini bisa dialokasikan untuk kebutuhan lain yang lebih mendesak. Meningkatkan Keamanan Lingkungan: Gotong royong dalam bentuk ronda malam atau sistem keamanan lingkungan dapat meningkatkan keamanan dan mengurangi tingkat kejahatan. Ketika masyarakat saling mengenal dan peduli satu sama lain, mereka akan lebih waspada terhadap hal-hal yang mencurigakan dan lebih cepat dalam merespon situasi darurat. Mempercepat Pembangunan: Dalam konteks pembangunan desa atau daerah, gotong royong dapat mempercepat proses pembangunan infrastruktur dan fasilitas umum. Partisipasi aktif masyarakat tidak hanya menyumbangkan tenaga, tetapi juga ide dan solusi kreatif yang sesuai dengan kebutuhan lokal. Mengurangi Ketergantungan pada Pihak Luar: Dengan bergotong royong, masyarakat menjadi lebih mandiri dalam menyelesaikan masalah-masalah lokal. Ini mengurangi ketergantungan pada bantuan pemerintah atau pihak luar, sehingga masyarakat menjadi lebih berdaya dan percaya diri. Meningkatkan Kesejahteraan Psikologis: Terlibat dalam kegiatan gotong royong dapat meningkatkan kesejahteraan psikologis individu. Perasaan berguna, dihargai, dan menjadi bagian dari komunitas yang lebih besar dapat meningkatkan harga diri dan kepuasan hidup.       

Peningkatan Kapasitas Pemerintah Desa Tentang Aplikasi Evaluasi Perkembangan Desa (EPDESKEL)

**Peningkatan Kapasitas Pemerintah Desa Melalui Aplikasi Evaluasi Perkembangan Desa (EPDESKEL)** Pada tanggal 12 Februari 2026, pukul 08:00:00, sebuah acara Rutinan di Hotel Grand Qin Q Mall Kota Banjarbaru telah berhasil memperkuat kapasitas pemerintah desa dalam memanfaatkan teknologi modern demi kemajuan wilayah Desa Mangkauk. Dalam upaya untuk mendorong perkembangan desa yang inklusif dan berkelanjutan, Dinas DPMD Kabupaten Banjar telah menggelar pelatihan tentang Aplikasi Evaluasi Perkembangan Desa (EPDESKEL). Acara ini bertujuan untuk memberdayakan aparat desa dengan pengetahuan yang diperlukan untuk menggunakan EPDESKEL secara efektif. Aplikasi tersebut dirancang khusus untuk membantu pemerintah desa dalam mengelola data, memantau progres pembangunan, serta mengevaluasi capaian-capaian yang telah dicapai. Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan bahwa pemerintah desa dapat lebih transparan dalam mengelola program-program pembangunan, merespons kebutuhan masyarakat dengan lebih tepat, serta meningkatkan koordinasi antar-sektor untuk mencapai tujuan pembangunan yang terencana. Peserta pelatihan turut diajak untuk memahami betapa pentingnya adaptasi terhadap perkembangan teknologi agar proses pengambilan keputusan di tingkat desa menjadi lebih akurat dan efisien. Dengan demikian, diharapkan bahwa desa-desa di sekitar Kabupaten Banjar akan semakin berkembang dan mandiri secara berkelanjutan. Melalui kolaborasi antara pemerintah desa, pemangku kepentingan lokal, dan dukungan teknologi seperti EPDESKEL, diharapkan terwujudnya desa-desa yang maju, inklusif, dan berdaya pada masa depan. Semoga kegiatan ini dapat menjadi langkah awal yang berarti menuju perubahan positif yang nyata bagi masyarakat desa.

Pemasangan Spanduk Pembangunan KDMP di Desa Binturung

Pemasangan Spanduk Pembangunan KDMP di Desa Binturung: Meningkatkan Transparansi dan Partisipasi Masyarakat Pada tanggal 14 Februari 2026, tepat pukul 11:00 pagi, Desa Binturung disibukkan dengan kegiatan yang bertujuan untuk memberikan informasi yang jelas kepada masyarakat mengenai rencana pembangunan Kawasan Desa Mandiri Pedesaan (KDMP). Inisiatif ini dilakukan melalui pemasangan spanduk berukuran besar yang tersebar strategis di sekitar wilayah Desa Binturung. Spanduk-spanduk tersebut bukan hanya sekedar hiasan visual, namun juga menjadi sarana penyampai pesan penting kepada seluruh warga desa. Informasi mengenai tujuan proyek pembangunan, lokasi yang akan dibangun, serta manfaat yang akan didapat oleh masyarakat dari pembangunan KDMP secara detail tertera pada spanduk-spanduk yang dipasang. Tidak hanya sebagai media penyampaian informasi, pemasangan spanduk ini juga dimaksudkan sebagai upaya meningkatkan transparansi dalam proses pembangunan. Dengan demikian, diharapkan masyarakat dapat lebih memahami dan merasa terlibat dalam setiap tahapan pembangunan yang dilaksanakan di desa mereka. Selain itu, pemasangan spanduk juga berperan sebagai media edukasi dan sosialisasi. Melalui informasi yang tersampaikan dengan jelas, diharapkan masyarakat dapat turut mendukung serta menjaga fasilitas-fasilitas baru yang akan dibangun. Dengan keterlibatan aktif masyarakat, hasil pembangunan yang dicapai dapat lebih bermanfaat dan berkelanjutan untuk kepentingan bersama. Dengan adanya inisiatif pemasangan spanduk pembangunan KDMP ini, diharapkan kepercayaan masyarakat terhadap program pembangunan yang dilakukan semakin meningkat. Peningkatan kepercayaan ini diharapkan dapat mendorong partisipasi aktif warga dalam menjaga keberlanjutan hasil pembangunan demi kemajuan dan kesejahteraan bersama bagi Desa Binturung.

Jum'at bersih oleh pemerintahan desa dan Mahasiwa KKN Poltekkes

Pada hari Jum’at, 13 Februari 2026 telah dilaksanakan kegiatan Jum’at Bersih yang bertempat di Kantor Desa. Kegiatan ini dimulai pada pukul 08.00 WITA sampai dengan selesai. Kegiatan ini melibatkan seluruh perangkat pemerintahan desa bersama Mahasiswa KKN dari Poltekkes yang sedang melaksanakan pengabdian di desa. Jum’at Bersih ini dilaksanakan sebagai bentuk kepedulian terhadap kebersihan dan kenyamanan lingkungan kerja, khususnya di area Kantor Desa. Adapun kegiatan yang dilakukan meliputi pembersihan halaman kantor desa, menyapu dan mengepel ruangan, membersihkan kaca jendela, merapikan arsip serta menata ulang area pelayanan agar lebih bersih dan tertata. Mahasiswa KKN turut berpartisipasi aktif bersama perangkat desa dalam setiap kegiatan yang dilakukan. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk menjaga kebersihan Kantor Desa agar tetap nyaman, sehat, dan representatif sebagai pusat pelayanan masyarakat. Lingkungan kerja yang bersih diharapkan dapat meningkatkan semangat kerja aparatur desa serta memberikan kenyamanan bagi masyarakat yang datang untuk mengurus administrasi. Kegiatan Jum’at Bersih berjalan dengan lancar dan penuh semangat kebersamaan. Melalui kegiatan ini diharapkan budaya hidup bersih dan gotong royong dapat terus terjaga serta menjadi kebiasaan yang rutin dilaksanakan.

Kelas Ibu Hamil

Pada hari Sabtu, 1 November 2025 telah dilaksanakan kegiatan Kelas Ibu Hamil yang bertempat di Poskesdes.  Kegiatan ini dimulai pada pukul 10.00 WITA sampai selesai. Kegiatan kelas ibu hamil ini bertujuan untuk melakukan pengecekan kesehatan ibu dan anak serta memberikan edukasi kepada para ibu hamil mengenai pentingnya menjaga kesehatan selama masa kehamilan. Dalam kegiatan ini dilakukan pemeriksaan kesehatan seperti pengecekan tekanan darah, berat badan, serta konsultasi terkait kondisi kehamilan. Melalui kegiatan ini diharapkan para ibu hamil dapat lebih memahami kondisi kesehatannya, menjaga pola makan yang baik, serta mempersiapkan persalinan dengan lebih optimal. Kegiatan berjalan dengan lancar dan penuh antusias dari para peserta.

DORONG TRANSPARANSI, PEMERINTAHAN DESA SUNGAI RUTAS UMUMKAN APBDESA T.A 2026 DAN REALISASI APBDESA T.A 2025 RESMI DIPASANG

Pemerintah Desa Sungai Rutas memasang baliho Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDesa) Tahun Anggaran 2026 beserta laporan realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja (APBDesa) Tahun Anggaran 2025 sebagai bentuk keterbukaan informasi publik kepada masyarakat. Pemasangan baliho tersebut dilakukan di titik strategis, seperti halaman kantor desa yang mudah diakses warga. Kepala Desa menyampaikan bahwa publikasi APBDesa melalui baliho ini merupakan komitmen pemerintah desa dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang transparan dan akuntabel. Dengan adanya informasi yang dipampang secara terbuka, masyarakat diharapkan dapat mengetahui secara jelas sumber pendapatan desa serta alokasi belanja yang telah dilaksanakan. “Melalui pemasangan baliho APBDesa dan laporan realisasi ini, kami ingin masyarakat ikut mengawasi serta memahami penggunaan dana desa, sehingga tercipta kepercayaan antara pemerintah desa dan warga,” ujarnya. Dalam baliho tersebut tercantum rincian pendapatan desa, belanja bidang penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan, pembinaan kemasyarakatan, pemberdayaan masyarakat, hingga penanggulangan bencana dan keadaan darurat. Selain itu, ditampilkan pula persentase realisasi anggaran yang telah dilaksanakan pada tahun berjalan. Sejumlah warga menyambut baik langkah tersebut. Mereka menilai keterbukaan Informasi Anggaran Desa merupakan hal penting agar masyarakat dapat berpartisipasi dalam proses pembangunan serta pengawasan penggunaan dana desa. Pemerintah Desa berharap, dengan dipublikasikannya APBDesa dan laporan realisasi melalui baliho, partisipasi masyarakat dalam pembangunan desa semakin meningkat serta mampu mendorong terciptanya pemerintahan desa yang bersih, transparan, dan bertanggung jawab.

musyawarah desa dalam rangka pemilihan ketua masjid dan ketua remaja masjid

**Musyawarah Desa:Menuju Kepengurusan Masjid yang Unggul dan Berkualitas** Pada hari minggu / malam senin,ruang induk Masjid Raudhatul Islamiyyah menjadi saksi dari momentum penting dalam pembentukan kepengurusan masjid. Pada tanggal 15 Februari 2026 pukul 21:00:00, proses musyawarah desa digelar untuk pemilihan Ketua Masjid,Tujuan utama dari acara ini adalah membentuk kepanitian kepengurusan masjid yang solid dan berkomitmen. tokoh agama,tokoh masyarakat,para pemuda,warga serta pengurus masjid yang terdahulu berkumpul dengan antusiasme tinggi untuk mengikuti jalannya pemilihan secara demokratis , siap memilih pemimpin yang akan mengemban tugas penting dalam mengarahkan langkah-langkah ke depan. Pemilihan ini menjadi landasan utama guna menjamin kelancaran aktivitas keagamaan dan sosial di Masjid Raudhatul Islamiyyah. Dalam semangat demokratis, setiap anggota jama'ah yang berhadir memiliki hak suara yang sama untuk menentukan pilihan. Suasana haru dan khidmat menyelimuti ruang induk masjid raudhatul islamiyyah,jalannya pemilihan berlangsung dengan suasana yang haru dan  demokratis serta jujur dan adil,ada tiga calon ketua  yang mengikuti pemilihan ketua masjid,dan setelah di lakukan penghitungan,Dr.Ustadz Muhammad Saoqi,Shi Mh mendapat suara terbanyak dan di nyatakan secara sah dan terpilih sebagai ketua masjid yang baru,Dr ustadz muhammad saoqi,S hi Mh juga telah membentuk kepengurusan masjid yang akan membantunya didalam menjalankan tugas - tugas kepanitian,dan ia juga menyampaikan akan segera meenyusun program kerja jangka panjang maupun pendek untuk seluruh kegiatan di masjid,selain pemilihan ketua masjid,sebelumnya musyawarah desa juga di lakukan di tempat yang sama yaitu pada hari ahad/malam, senin tanggal 8 februari 2026,dan terpilih sebagai ketua remaja masjid Zainal Assyiqin,dan itu menandakan ada dua kali proses pemilihan kepengurusan masjid yang telah di lakukan,pemilihan ini juga turut di hadiri dan di saksikan oleh pambakal desa tambak anyar ilir,dan ia juga menyampaikan semoga dengan terpilihnya remaja masjid dan ketua masjid yang baru dapat bekerja sama,sehingga kegiatan maupun pembangunan di masjid dapat berjalan dengan optimal dan mampu membawa perubahan dan kemajuan bagi masjid raudhatul islamiyyah,dan mampu menginspirasi generasi muda dalam memperkuat kegiatan keagamaan dan sosial di lingkungan masjid serta membawa inovasi positif bagi kemajuan bersama.