POSYANDU ILP BULAN JUNI DESA MARAMPIAU HILIR TAHUN 2026
POSYANDU ILP BULAN JUNI DESA MARAMPIAU HILIR TAHUN 2026 Pada tanggal 18 Juni 2026, jam 08:00 pagi, Desa Marampiau Hilir menjadi saksi geliat kegiatan penuh makna. Halaman Kantor Desa Marampiau Hilir dan Gedung Posyandu Desa Marampiau Hilir berubah menjadi pusat kegiatan kesehatan yang penuh semangat. Posyandu ILP bulan Juni tahun 2026 merupakan wujud nyata dari komitmen masyarakat Desa Marampiau Hilir dalam memperluas akses layanan kesehatan. Tujuan utama kegiatan ini adalah untuk menjangkau seluruh siklus hidup manusia, mulai dari balita hingga lanjut usia. Dengan tema "Sehat Bersama, Bahagia Selalu", acara ini tidak hanya sekadar rutinitas medis, tetapi juga sarana untuk membangun kesadaran akan pentingnya pola hidup sehat dan kualitas kesehatan yang optimal. Para petugas kesehatan dan relawan dengan sigap menyambut warga yang datang, siap memberikan pelayanan terbaik bagi setiap individu yang hadir. Di tengah riuh rendahnya kegiatan, suara tawa anak-anak bercampur dengan obrolan hangat para ibu-ibu yang antusias mengikuti program-program kesehatan yang diselenggarakan. Tak hanya pemeriksaan rutin, namun juga penyuluhan kesehatan, edukasi gizi, serta sesi tanya jawab yang informatif turut diberikan kepada peserta. Melalui kegiatan Posyandu ILP ini, diharapkan mampu meningkatkan kesadaran akan pentingnya kesehatan sebagai aset berharga dalam menjalani kehidupan. Semoga semangat positif dari kegiatan ini dapat terus diteruskan, dan setiap warga Desa Marampiau Hilir senantiasa memiliki akses penuh terhadap layanan kesehatan yang berkualitas.
Pelaksanaan Kegiatan Padat Karya Tunai Desa (PKTD) Perawatan jalan Desa Sungai Salai Tahun 2026
### Perawatan Jalan Desa Sungai Salai Melalui Program Padat Karya Tunai Desa Tahun 2026 Pada tanggal 25 Juni 2026, tepat pukul 09:00:54, Desa Sungai Salai  melaksanakan kegiatan padat karya tunai (PKTD) yang bertujuan untuk memperbaiki dan merawat jalan desa yang rusak berlubang. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pemeliharaan infrastruktur lokal demi kenyamanan dan keselamatan warga serta pengguna jalan. Jalanan Desa Sungai Salai, dengan segala potensi dan tantangannya, menjadi fokus utama dalam program ini. Dengan adanya lubang-lubang di sepanjang jalur tersebut, perbaikan menjadi suatu keharusan yang harus dilakukan secara berkala. Melalui kerja keras bersama masyarakat setempat, kegiatan penambalan jalan desa dijalankan demi meningkatkan kualitas fasilitas transportasi yang ada. Partisipasi aktif dari warga desa menjadi poin penting dalam keberlangsungan program ini. Dengan semangat gotong royong, mereka turut serta dalam setiap tahap kegiatan, mulai dari persiapan, pelaksanaan, hingga pemeliharaan hasil akhir. Selain memberikan kontribusi nyata dalam pembangunan desa, program padat karya tunai juga memberikan manfaat ekonomi langsung bagi peserta yang terlibat. Diharapkan bahwa melalui upaya bersama ini, jalan desa yang mulai mengalami kerusakan dapat segera pulih dan memberikan akses yang lebih lancar bagi seluruh masyarakat. Kebersihan, ketertiban, serta kenyamanan saat beraktivitas di jalan desa menjadi hal yang diperjuangkan melalui program ini. Dengan semangat gotong royong dan kesadaran kolektif, Desa Sungai Salai menjadikan perawatan jalan desa sebagai bagian integral dalam membangun kesejahteraan bersama. Melalui upaya nyata dan kebersamaan, diharapkan potensi desa semakin berkembang dan menjadikan Desa Sungai Salai sebagai contoh keberhasilan dalam implementasi program padat karya tunai desa.
Bimtek pengendalian kebakaran
Pada hari Kamis, 25 Juni 2026, telah dilaksanakan kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengendalian Kebakaran yang bertempat di Balai Desa Limamar. Kegiatan yang dimulai pukul 10.00 WITA hingga selesai ini dihadiri oleh masyarakat, perangkat desa, kelompok tani, serta pihak-pihak terkait yang memiliki peran dalam upaya pencegahan dan pengendalian kebakaran lahan dan kebun di wilayah desa. Pelaksanaan Bimtek ini merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan kapasitas dan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi potensi kebakaran, khususnya pada lahan pertanian, perkebunan, maupun area yang rawan terjadi kebakaran pada musim kemarau. Mengingat dampak kebakaran lahan dan kebun dapat menimbulkan kerugian yang besar, baik dari segi ekonomi, lingkungan, maupun kesehatan masyarakat, maka diperlukan pemahaman yang baik mengenai langkah-langkah pencegahan dan penanganannya. Dalam kegiatan ini, peserta mendapatkan berbagai materi terkait penyebab terjadinya kebakaran lahan dan kebun, teknik pencegahan yang dapat diterapkan di tingkat masyarakat, serta prosedur penanganan awal apabila ditemukan titik api. Narasumber juga menyampaikan pentingnya deteksi dini terhadap potensi kebakaran, pemanfaatan sarana dan prasarana pendukung, serta koordinasi yang baik antara masyarakat, pemerintah desa, dan instansi terkait dalam melakukan pengendalian kebakaran. Selain penyampaian materi, kegiatan Bimtek juga menjadi wadah diskusi dan tanya jawab bagi peserta untuk menyampaikan berbagai permasalahan maupun pengalaman yang dihadapi di lapangan. Melalui sesi tersebut, peserta dapat memperoleh pemahaman yang lebih mendalam mengenai cara-cara yang efektif dalam mencegah terjadinya kebakaran serta langkah yang harus dilakukan apabila terjadi keadaan darurat. Kegiatan ini juga menekankan pentingnya peran aktif seluruh elemen masyarakat dalam menjaga lingkungan sekitar. Kesadaran untuk tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan, menjaga kebersihan area yang berpotensi menjadi sumber api, serta segera melaporkan apabila ditemukan indikasi kebakaran merupakan langkah-langkah penting yang harus dilakukan bersama. Melalui pelaksanaan Bimtek Pengendalian Kebakaran ini, diharapkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat Desa Limamar dalam pencegahan dan pengendalian kebakaran semakin meningkat. Dengan adanya sinergi antara masyarakat dan pihak terkait, diharapkan risiko terjadinya kebakaran lahan dan kebun dapat diminimalkan sehingga tercipta lingkungan yang aman, sehat, dan lestari serta mendukung keberlanjutan aktivitas pertanian dan perkebunan di wilayah Desa Limamar. Â
APEL PAGI SEBELUM PELAKSANAAN KORVEI
**APEL PAGI SEBELUM PELAKSANAAN KORVEI DI HALAMAN KANTOR DESA PABAUNGAN HULU: Membangun Kedisiplinan Bersama** Pada pagi yang cerah tanggal 23 Juni 2026, suara gemerincing daun dan semilir angin pagi menyambut para pegawai Kantor Desa Pabaungan Hulu yang telah berkumpul di halaman kantor. Jam menunjukkan pukul 07:00:32 ketika kegiatan rutin Apel Pagi sebelum pelaksanaan Korvei dimulai. Mereka berkumpul dengan penuh semangat dan tekad untuk memulai hari dengan penuh disiplin dan dedikasi. Acara tersebut bukan sekadar formalitas, melainkan sebuah sikap mental yang ditumbuhkan secara konsisten sebagai pondasi keberhasilan bersama. Suasana tegang mulai terasa ketika aba-aba pimpinan berkumandang, mengindikasikan dimulainya apel. Baris-baris pegawai berdiri kokoh, wajah serius mereka mencerminkan kesungguhan untuk menjalani tugas dengan penuh tanggung jawab. Dalam barisan rapat tersebut, tiap individu merasakan betapa pentingnya kedisiplinan dalam menjalankan setiap tugas. Kehadiran mereka pada apel pagi ini tidak semata-mata sebagai penghormatan rutin, tetapi lebih dari itu, sebagai komitmen untuk bekerja secara teratur, terorganisir, dan fokus. Setelah apel selesai, semangat yang terpancar dari wajah-wajah para pegawai menjadi penanda bahwa kedisiplinan adalah kunci utama dalam mencapai tujuan bersama. Dengan langkah mantap, mereka pun bergegas menuju lokasi Korvei dengan tekad yang bulat untuk memberikan yang terbaik bagi Desa Pabaungan Hulu. Kisah ini menjadi cerminan bagaimana sebuah aktivitas sederhana seperti Apel Pagi dapat menjadi fondasi kuat dalam membangun kedisiplinan, kolaborasi, dan semangat kerja yang tinggi. Setiap langkah kecil yang dilakukan dengan disiplin akan membawa dampak besar dalam mencapai kesuksesan bersama.
MUSYAWARAH DESA KHUSUS REMBUG STUNTING TA. 2026
### Musyawarah Desa Khusus Rembug Stunting TA. 2026: Fokus Pada Kesehatan Pada tanggal 22 Juni 2026 pukul 09:00:40, Aula Kantor Desa Pabaungan Hulu menjadi saksi dari sebuah peristiwa penting dalam upaya penanggulangan stunting di wilayah tersebut. Musyawarah Desa Khusus Rembug Stunting TA. 2026 diselenggarakan dengan tujuan utama memperkuat kesadaran dan tindakan terhadap masalah kesehatan yang krusial ini. Dalam suasana aula yang hangat, tokoh-tokoh masyarakat, petugas kesehatan, pemuka agama, serta para orang tua berkumpul untuk membahas langkah-langkah konkrit dalam menangani stunting yang masih menjadi persoalan serius di desa ini. Kepala Desa membuka acara dengan pidato singkat namun menggugah, menyuarakan pentingnya kolaborasi semua pihak dalam mengatasi stunting yang dapat berdampak jangka panjang pada generasi masa depan. Ia menegaskan perlunya pendekatan holistik yang melibatkan aspek gizi, kesehatan ibu dan anak, pendidikan, serta pola hidup sehari-hari. Diskusi pun dimulai, dipandu oleh seorang moderator yang cakap menjaga arah pembicaraan. Ide-ide segar mulai bermunculan, mulai dari program pemberian suplemen gizi hingga pelatihan bagi ibu-ibu muda tentang nutrisi yang seimbang. Suasana haru turut terasa ketika seorang ibu menceritakan pengalaman pribadinya dalam mengatasi stunting anaknya, memberikan inspirasi bagi yang lain untuk tidak menyerah dan terus berjuang. Setelah berjam-jam diskusi yang intens, musyawarah ditutup dengan kesepakatan bersama untuk merumuskan rencana aksi konkret yang akan dilaksanakan dalam beberapa bulan ke depan. Seluruh peserta sepakat bahwa upaya pencegahan stunting bukanlah sekadar tugas satu individu atau lembaga, tetapi merupakan tanggung jawab bersama seluruh warga desa. Musyawarah Desa Khusus Rembug Stunting TA. 2026 tidak hanya menjadi ajang pembicaraan semata, tetapi juga momentum awal bagi perubahan menuju masyarakat yang lebih sehat, cerdas, dan sejahtera. Semangat kerja sama dan gotong royong dalam mengatasi stunting pun semakin terasa kuat, meyakinkan bahwa bersama, setiap tantangan dapat diatasi.
SOSIALISASI INDEKS DESA TA. 2026
Sosialisasi Indeks Desa TA. 2026 di Aula Kantor Desa Pabaungan Hulu Pada tanggal 23 Juni 2026, tepat jam 14 siang, suasana hangat dan penuh antusiasme terpancar dari wajah warga Desa Pabaungan Hulu yang berkumpul di Aula Kantor Desa. Mereka hadir untuk mengikuti acara sosialisasi yang penting, yaitu Sosialisasi Indeks Desa tahun anggaran 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah setempat dalam meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pentingnya Indeks Desa sebagai alat ukur kemajuan dan kesejahteraan masyarakat di tingkat desa. Dalam sambutannya, Kepala Desa Pabaungan Hulu menyampaikan bahwa Indeks Desa adalah cermin dari capaian pembangunan di desa tersebut, termasuk dalam hal kesehatan, pendidikan, ekonomi, lingkungan, serta bidang lainnya. Para peserta sosialisasi diajak untuk lebih memahami signifikansi dari setiap indikator yang tercakup dalam Indeks Desa TA. 2026, serta bagaimana setiap individu dapat berperan aktif dalam meningkatkan nilai-nilai tersebut. Dengan pengetahuan yang baik, diharapkan masyarakat dapat turut serta mendukung program-program pembangunan yang ditujukan untuk meningkatkan kualitas hidup mereka sendiri. Selain penjelasan secara teoritis, acara sosialisasi ini juga melibatkan diskusi interaktif antara narasumber dan peserta, sehingga tercipta ruang untuk bertukar pikiran, memberikan masukan, dan memperoleh pemahaman yang lebih mendalam. Diharapkan dengan adanya kegiatan sosialisasi seperti ini, kesadaran masyarakat Desa Pabaungan Hulu akan semakin meningkat, dan kolaborasi antara pemerintah dan warga desa dalam mencapai kemajuan bersama dapat semakin kuat. Acara ditutup dengan harapan agar semangat kebersamaan dan perbaikan terus terjaga, serta nilai-nilai Indeks Desa dapat terus meningkat dari tahun ke tahun untuk kesejahteraan bersama.
MUSYAWARAH DESA PEMBENTUKAN TIM RKPDES TA. 2026
Pada tanggal 23 Juni 2026, pukul 09:00:59, suasana di Aula Kantor Desa Pabaungan Hulu dipenuhi oleh warga desa yang hadir untuk Musyawarah Desa penting. Acara tersebut bertujuan untuk membentuk Tim RKPDES (Rencana Kerja Pemerintah Desa) guna merumuskan langkah-langkah strategis bagi pengembangan desa yang lebih baik. Dalam suasana yang penuh semangat dan kebersamaan, para tokoh masyarakat, perwakilan pemuda, serta aparat desa berkumpul untuk menentukan susunan tim yang akan bertanggung jawab dalam penyusunan RKPDES. Diskusi pun mulai digelar secara terstruktur, mempertimbangkan berbagai aspek penting termasuk bidang pembangunan, kesejahteraan masyarakat, lingkungan hidup, dan keuangan desa. Setiap pendapat didengarkan dengan seksama, dan melalui proses musyawarah yang demokratis, akhirnya berhasil dibentuk Tim RKPDES yang terdiri dari individu-individu kompeten dan berkomitmen tinggi untuk mengawal proses perencanaan pembangunan desa. Keputusan yang dihasilkan merupakan representasi kesepakatan bersama sebagai bentuk dedikasi masyarakat desa dalam mencapai tujuan pembangunan yang berkelanjutan. Melalui kesempatan ini, diharapkan bahwa Tim RKPDES TA. 2026 yang baru terbentuk mampu menjalankan tugasnya dengan baik, bekerja keras untuk mengidentifikasi kebutuhan mendesak desa, serta merumuskan program-program yang dapat meningkatkan kesejahteraan dan kemajuan desa Pabaungan Hulu. Semangat gotong royong dan kerja sama yang terjalin di acara Musyawarah Desa tersebut diharapkan dapat menjadi fondasi kuat bagi perkembangan desa ke arah yang lebih baik di masa depan.
PELAKSANAAN KORVEI (KERJA BAKTI) PEMDES PABAUNGAN HULU
**PELAKSANAAN KORVEI (KERJA BAKTI) PEMDES PABAUNGAN HULU: Membangun Keharmonisan Gotong Royong** Pada tanggal 23 Juni 2026, tepat pukul 07:45:10, Desa Pabaungan Hulu kembali bersatu dalam semangat gotong royong melalui pelaksanaan Korvei (Kerja Bakti) yang diinisiasi oleh Pemerintah Desa. Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam mempererat kebersamaan dan merawat infrastruktur desa untuk kesejahteraan bersama. Di bawah sinar mentari pagi yang hangat, warga Desa Pabaungan Hulu berbondong-bondong berkumpul di lapangan terbuka, siap memulai tugas masing-masing dalam Korvei. Mulai dari membersihkan saluran air, memperbaiki jalan desa, hingga merapikan halaman sekolah, setiap orang dengan sukarela memberikan tenaga dan waktu demi kebaikan bersama.Suasana gotong royong begitu kental terasa, terpancar dari senyuman dan kerjasama yang harmonis antarwarga. Tidak hanya sebagai ajang bekerja sama, Korvei juga menjadi wadah berbagi cerita dan tawa di antara kesibukan membenahi desa. Dalam pelaksanaannya, Ketua Pemdes Pabaungan Hulu memberikan pengarahan tentang pentingnya gotong royong sebagai fondasi kehidupan berkomunitas. Ia menekankan bahwa melalui solidaritas dan kolaborasi seperti Korvei inilah, desa dapat terus berkembang dan menjadi tempat yang nyaman bagi seluruh warganya. Setelah beberapa jam penuh kerja keras, Korvei pun berakhir dengan sukses. Desa Pabaungan Hulu kembali mendapatkan sentuhan baru, lebih teratur dan indah berkat jerih payah bersama. Semangat gotong royong tidak hanya tercermin dari hasil fisik yang tampak, tetapi juga dari ikatan batin yang semakin erat di antara penduduk desa. Sebagai cikal bakal kebersamaan yang abadi, Korvei di Desa Pabaungan Hulu menjelma menjadi bukti nyata bahwa kekuatan gotong royong memiliki daya magis untuk menyatukan perbedaan, menguatkan persaudaraan, dan membentuk fondasi kehidupan yang kokoh. Ini adalah cerminan dari kearifan lokal yang harus dijaga dan dilestarikan, karena gotong royong bukan hanya soal bekerja bersama, tetapi juga tentang membangun kehidupan yang penuh makna di tengah-tengah komunitas.
Sinergi Cegah Stunting, Pemerintah Desa Tanah Abang Gelar Rembuk Stunting
Selasa, 23 Juni 2026. Pemerintah Desa Tanah Abang menggelar kegiatan Rembuk Stunting Tahun 2026 sebagai langkah strategis dalam upaya percepatan pencegahan dan penurunan angka stunting di desa. Kegiatan ini dilaksanakan di Kantor Desa Tanah Abang ini berlangsung dengan lancar dan dihadiri oleh berbagai unsur pemangku kepentingan. Turut Hadir dalam kegiatan tersebut wakil Camat, Ketua KUA Kecamatan, Kasi Kesos, Kepala Puskesmas, Pendamping Desa, Ketua BPD, Kader Posyandu, Tenaga Kesehatan Desa, serta Perangkat Desa. Kehadiran berbagai pihak ini menunjukkan komitmen bersama dalam mendukung program pencegahan stunting demi mewujudkan generasi yang sehat dan berkualitas. Disampaikan bahwa stunting merupakan permasalahan yang memerlukan perhatian dan kerja sama semua pihak. Oleh karena itu, melalui rembuk stunting ini diharapkan tercipta kesepakatan dan sinergi dalam penyusunan program yang tepat sasaran bagi balita yanng berisiko stunting. Kegiatan Rembuk Stunting diisi dengan pemaparan kondisi stunting yang terjadi di wilayah desa, diskusi mengenai faktor penyebab stunting, serta penyusunan usulan kegiatan prioritas yang akan menjadi bagian dari perencanaan pembangunan desa. Berbagai program yang dibahas meliputi peningkatan pelayanan kesehatan balita yang berisiko stunting, pemantauan tumbuh kembang balita, serta penguatan peran posyandu di masyarakat. Melalui pelaksanaan Rembuk Stunting ini, Pemerintah Desa Tanah Abang berharap tercipta kesepahaman dan komitmen bersama untuk terus upaya pencegahan stunting. Dengan kerja sama yang solid dari seluruh pihak, diharapkan dapat terwujud generasi Desa Tanah Abang yang sehat, cerdas, dan berkualitas menuju masa depan yang lebih baik.Â
MUSDES Pembentukan tim penyusun RKPDes Tahun 2027
**Musyawarah Desa (MUSDES) Pembentukan Tim Penyusun RKPDes Tahun 2027 Sekaligus Rembug Stunting di Kantor Desa Rantau Bujur** Pada tanggal 24 Juni 2026, tepat pukul 10:00 pagi, Kantor Desa Rantau Bujur menjadi saksi dari momentum penting dalam proses perencanaan pembangunan desa. Musyawarah Desa (MUSDES) digelar untuk membentuk Tim Penyusun Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDes) tahun 2027 dan Pembahasan tentang Rembug Stunting MUSDES ini merupakan wahana partisipasi masyarakat dalam menentukan arah pembangunan desa dan membentuk rencana pencegahan Stunting di desa Dengan berbagai potensi dan kebutuhan yang dimiliki oleh Desa Rantau Bujur, pembentukan tim penyusun RKPDes menjadi langkah awal untuk memastikan program-program yang akan dijalankan sesuai dengan aspirasi dan kebutuhan riil masyarakat. Kehadiran para tokoh masyarakat, perwakilan lembaga, pemuda, dan perempuan dalam MUSDES ini mencerminkan kesungguhan dan kepedulian bersama dalam memajukan desa. Diskusi yang meriah dan konstruktif menjadi ciri khas acara ini, di mana setiap suara didengarkan dan setiap masukan bernilai. Dalam suasana penuh semangat dan antusiasme, ditetapkanlah Tim Penyusun RKPDes Tahun 2027 yang terdiri dari Kepala Desa, Perangkat Desa dan Unsur permpuan serta tokoh masyarakat. Langkah pertama mereka adalah melakukan konsolidasi data dan informasi terkini mengenai kondisi desa serta aspirasi masyarakat untuk kemudian merumuskan program kerja yang akan mendukung visi pembangunan desa. Melalui MUSDES ini, diharapkan partisipasi masyarakat bukan hanya selesai pada tahap perumusan rencana saja, tetapi juga akan terlibat aktif dalam pelaksanaan program-program tersebut hingga pada monitoring dan evaluasi hasil pembangunan. Demikianlah, MUSDES Pembentukan Tim Penyusun RKPDes Tahun 2027 di Kantor Desa Rantau Bujur menjadi tonggak awal bagi perjalanan panjang menuju desa yang lebih maju, mandiri, dan berkualitas hidup bagi seluruh warganya. Partisipasi dan sinergi antara pemerintah desa dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan dalam mewujudkan visi bersama untuk Desa Rantau Bujur.
Musyawarah Desa Pembentukan Tim Penyusunan RKPDes Tahun 2027
Pada tanggal 19 Juni 2026, tepat pukul 09:00 pagi, Musyawarah Desa digelar di Aula Kantor Desa Bungur dengan tujuan utama membahas pembentukan Tim Penyusunan RKPDes untuk tahun 2027. Acara ini bertujuan merencanakan kegiatan yang akan dilakukan selama satu tahun mendatang, menyusun Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes), menentukan prioritas program, merumuskan pedoman kerja dan sistem monitoring, serta memastikan transparansi dan partisipasi dalam proses perencanaan dan pelaksanaan program-program desa. Â Â Â Â Â Â Dalam suasana yang penuh antusiasme, para tokoh masyarakat, perwakilan RT/RW, aparat desa, pemuda, dan tokoh agama berkumpul untuk berdiskusi secara bersama-sama. Mereka memiliki kesadaran akan pentingnya perencanaan yang matang untuk meningkatkan kesejahteraan dan pembangunan desa secara menyeluruh. Diskusi dipandu oleh Kepala Desa beserta jajaran perangkat desa lainnya. Mereka mengarahkan pembahasan agar fokus pada penyusunan rencana kerja yang realistis dan dapat diimplementasikan dengan baik. Setiap usulan dari peserta musyawarah diperhatikan dan didiskusikan secara cermat guna mencapai kesepakatan bersama. Selain itu, dalam upaya meningkatkan transparansi, setiap tahap pembentukan Tim Penyusunan RKPDes dibahas secara terbuka dan disertai dengan penjelasan yang komprehensif. Hal ini bertujuan agar seluruh warga desa turut memahami proses perencanaan yang sedang berlangsung dan dapat memberikan masukan yang konstruktif. Kegiatan ini juga menegaskan pentingnya partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat dalam pembangunan desa. Dengan adanya kesepakatan bersama melalui musyawarah, diharapkan setiap program yang direncanakan dapat mencerminkan aspirasi dan kebutuhan riil masyarakat. Demikianlah rangkaian acara Musyawarah Desa Pembentukan Tim Penyusunan RKPDes Tahun 2027 yang berlangsung di Aula Kantor Desa Bungur pada tanggal 19 Juni 2026. Semangat gotong-royong dan kerjasama yang terjalin diharapkan menjadi landasan kuat bagi kemajuan desa menuju arah yang lebih baik dan berkelanjutan.
Tekan Angka Stunting, Pemerintah dan Masyarakat Duduk Bersama dalam Rembug Stunting
Pemerintah Desa Aluan Besar menggelar kegiatan Rembug Stunting pada hari Selasa, 23 Juni 2026 sebagai upaya memperkuat koordinasi dan komitmen bersama dalam percepatan pencegahan serta penanganan stunting di tingkat desa. Kegiatan ini dihadiri oleh Camat Batu Benawa, Kepala Puskesmas Kalibaru beserta jajaran, bidan desa, kader posyandu, ibu yang memiliki balita, serta para orang tua yang anaknya mengalami stunting. Rembug Stunting menjadi forum penting untuk membahas berbagai permasalahan yang menjadi penyebab stunting serta merumuskan langkah-langkah strategis dalam penanganannya. Melalui kegiatan ini, seluruh pihak yang terlibat diajak untuk berperan aktif dalam meningkatkan kesehatan ibu dan anak, memperbaiki pola asuh, serta memastikan pemenuhan gizi yang baik bagi balita. Dalam kesempatan tersebut, para peserta mendapatkan edukasi mengenai pentingnya pemenuhan gizi sejak masa kehamilan hingga usia balita, pemantauan pertumbuhan anak secara rutin, serta penerapan pola hidup bersih dan sehat. Selain itu, dilakukan pula diskusi dan penyampaian berbagai masukan serta komitmen bersama untuk mendukung program percepatan penurunan angka stunting di Desa Aluan Besar. Pemerintah Desa Aluan Besar berharap melalui kegiatan Rembug Stunting ini dapat terjalin sinergi yang kuat antara pemerintah, tenaga kesehatan, kader posyandu, dan masyarakat dalam mewujudkan generasi yang sehat, cerdas, dan bebas stunting. Dengan kerja sama yang baik dari seluruh pihak, diharapkan upaya pencegahan dan penanganan stunting dapat berjalan lebih efektif dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. (Selasa/23/06/2026)
