Kabar Berita

Bhabinkamtibmas Desa Keladan Sosialisasikan Program Panen Jagung dan Pantau Infrastruktur Wilayah

Selasa, 07 April 2026

Diposting oleh: KELADAN

AIPDA Ferry Iskandar Muda, selaku Bhabinkamtibmas Desa Keladan, melaksanakan kegiatan sambang desa dengan membagikan brosur program panen jagung kepada warga. Kegiatan ini didampingi oleh aparat desa setempat, sebagai wujud sinergi antara kepolisian dan pemerintah desa dalam mendukung ketahanan pangan serta kesejahteraan masyarakat. Keladan Selasa, 07 April 2026 (14.00 Wita).

Brosur yang dibagikan mempromosikan penggunaan alat Corn Combine atau mesin panen jagung. Dalam brosur tersebut dijelaskan bahwa penggunaan jasa mesin ini dapat membuat proses panen menjadi lebih mudah, cepat, dan menguntungkan, dengan penawaran harga jagung Rp 4.000 serta opsi "Corn Combine Gratis" untuk kondisi tertentu.

Keberadaan gambar polisi pada brosur dimaksudkan sebagai simbol keamanan, kepercayaan, dan legalitas program. kegiatan pembagian brosur ini juga menjadi wujud sinergi antara kepolisian dan masyarakat dalam upaya mewujudkan swasembada pangan nasional. Diharapkan dengan adanya dukungan dari berbagai pihak, sektor pertanian di Desa Keladan dapat terus berkembang dan memberikan kontribusi yang positif bagi pembangunan daerah.

Selain membagikan brosur, AIPDA Ferry Iskandar Muda juga memanfaatkan momen tersebut untuk melakukan pemantauan kondisi wilayah Desa Keladan, khususnya pada infrastruktur jalan dan jembatan. Hal ini dilakukan guna memastikan akses transportasi tetap aman dan lancar bagi masyarakat, serta mengidentifikasi jika terdapat kerusakan yang memerlukan perbaikan segera.

"Kehadiran kami tidak hanya untuk menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga mendukung kemajuan desa. Semoga program panen jagung ini bermanfaat bagi petani, dan kondisi infrastruktur yang kami pantau dapat terus terjaga dengan baik," ujar AIPDA Ferry Iskandar Muda.

Warga dan aparat desa menyambut baik kegiatan ini. Mereka mengapresiasi perhatian Bhabinkamtibmas yang tidak hanya peduli pada sektor ekonomi, tetapi juga memperhatikan kondisi fisik wilayah yang sangat penting bagi mobilitas dan kegiatan sehari-hari masyarakat.

 

Berita Terkait