– Suasana penuh syukur dan kebersamaan terasa di RT 4 Desa Gunung Batu saat warga menggelar acara selamatan tiang listrik dengan menyembelih seekor kambing. Kegiatan ini dihadiri oleh warga setempat, aparat desa, serta Badan Permusyawaratan Desa (BPD).

Dalam kesempatan tersebut, masyarakat menyampaikan rasa terima kasih kepada pembekal (kepala desa) yang telah menjadi perantara perjuangan dalam menghadirkan pembangunan tiang listrik di wilayah mereka. Perwakilan masyarakat, Ustadz Abdurrahman, dalam sambutannya mengungkapkan betapa beratnya kondisi sebelum adanya tiang listrik.
Ia menceritakan bagaimana warga harus berjuang memperbaiki kabel listrik secara mandiri, bahkan dalam kondisi hujan, demi menjaga aliran listrik tetap menyala. “Dulu kami harus berjuang sendiri, hujan-hujan memperbaiki kabel. Sekarang alhamdulillah sudah ada perhatian dan pembangunan yang nyata,” ujarnya.

Sementara itu, pembekal Desa Gunung Batu dalam sambutannya menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan ini tidak lepas dari peran serta masyarakat. Ia menyampaikan bahwa sinergi antara pemerintah desa dan warga menjadi kunci utama.
“Kegiatan ini bisa terjadi karena dukungan dari masyarakat. Kalau hanya kepala desa yang mau tapi masyarakat tidak mau, tidak akan berjalan. Begitu juga kalau pembekal dan masyarakat mau, tapi tidak ada programnya, juga tidak bisa terlaksana,” jelasnya.
Pembekal juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada pihak PLN, khususnya ULP Binuang, UP3 Barabai, UP2K Banjarbaru, serta PLN Induk Kalselteng yang telah memberikan perhatian melalui pembangunan tiang listrik di Desa Gunung Batu. Ia berharap beberapa titik yang masih belum memiliki tiang listrik dapat segera mendapatkan pembangunan serupa sehingga pemerataan akses listrik benar-benar terwujud. Dengan demikian, ke depannya titik-titik tersebut juga dapat dimanfaatkan untuk pemasangan lampu penerangan jalan umum demi meningkatkan keamanan dan kenyamanan masyarakat.
Acara kemudian dilanjutkan dengan doa yang dipimpin oleh Ustadz Suratman selaku Ketua BPD, dan ditutup dengan makan bersama sebagai bentuk rasa syukur dan kebersamaan warga.
