Penyaluran Bantuan Sosial Tunai (BST) Penanganan Inflasi Tahap 2

Pada tanggal 18 Juni 2025 pukul 10:00, Kantor Kelurahan Tambarangan kembali menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam menangani dampak inflasi melalui Penyaluran Bantuan Sosial Tunai (BST) Tahap 2. Acara tersebut menjadi titik terang bagi banyak masyarakat yang membutuhkan dukungan ekonomi di tengah-tengah tantangan ekonomi yang sedang dihadapi. Dalam suasana penuh kehangatan dan harapan, warga Kelurahan Tambarangan berkumpul untuk menerima bantuan yang disalurkan langsung dan dilakukan secara simbolis oleh Kepala Dinas Sosial Kabupaten Tapin. Mata-mata yang penuh rasa syukur menyaksikan momen ini, di mana bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban hidup sehari-hari keluarga-keluarga yang kurang mampu. Bantuan sosial tunai ini dipandang sebagai nafas segar di tengah ketidakpastian ekonomi yang melanda. Dengan adanya bantuan ini, diharapkan masyarakat dapat merasakan sentuhan empati dari pemerintah serta merasakan bahwa mereka tidak sendirian dalam menghadapi kesulitan ekonomi. Melalui kegiatan penyaluran BST Tahap 2 ini, diharapkan dampak inflasi yang dirasakan oleh masyarakat dapat sedikit teredam. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi momentum bagi pemerintah dalam memastikan bantuan-bantuan sosial terus tersalurkan dengan tepat sasaran dan transparan. Semangat gotong-royong dan kebersamaan begitu kental terasa dalam acara ini, mengingatkan kita akan pentingnya saling menopang di saat-saat sulit. Melalui langkah-langkah nyata seperti penyaluran BST Tahap 2 oleh Dinas Sosial di Kelurahan Tambarangan ini, diharapkan semua pihak dapat bersinergi dalam mengatasi tantangan yang ada dan memperkuat daya tahan ekonomi masyarakat.

Sosialisasi serta Pembentukan Koperasi Merah Putih

Pembentukan Keanggotaan Koperasi Merah Putih di Kelurahan Tambarangan Pada tanggal 20 Mei 2025, pukul 10:15 WITA, terdengar riuh rendah di Kantor Kelurahan Tambarangan. Suasana ceria dan penuh antusiasme memenuhi ruangan ketika acara pembentukan anggota Koperasi Merah Putih dimulai. Acara sosialisasi ini bertujuan untuk membentuk sebuah koperasi yang akan menjadi wadah bagi masyarakat setempat untuk bersatu, berkolaborasi, dan saling mendukung dalam upaya pengembangan ekonomi lokal. Dengan mengusung nama "Koperasi Merah Putih" yang mana sesuai dengan arahan Presiden RI ke-8, harapannya adalah koperasi ini dapat menjadi representasi semangat gotong royong dan keberanian dalam menghadapi tantangan ekonomi. Berbagai tahapan pembentukan koperasi dilakukan secara transparan dan terbuka. Mulai dari penjelasan visi dan misi, struktur organisasi, hingga tanggung jawab masing-masing anggota telah disampaikan dengan jelas. Setiap langkah diikuti oleh diskusi interaktif dan tanya jawab agar seluruh calon anggota memiliki pemahaman yang kokoh tentang peran mereka dalam koperasi yang baru saja lahir. Peserta yang berasal dari beragam latar belakang mulai terlibat aktif dalam diskusi. Mereka saling berbagi ide, pengalaman, serta harapan untuk masa depan koperasi yang lebih baik. Semangat kebersamaan dan kepedulian terpancar dari setiap wajah yang hadir, menandakan komitmen mereka untuk membangun sesuatu yang bersama-sama dan berkelanjutan. Dengan proses yang cermat dan partisipatif, akhirnya dibentuklah susunan kepengurusan Koperasi Merah Putih. Anggota-anggota yang terpilih pun siap untuk bersama-sama memajukan koperasi ini sebagai agen perubahan positif dalam lingkungan sekitar. Proses pembentukan ditutup dengan harapan agar koperasi ini dapat menjadi wahana bagi kemajuan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Kelurahan Tambarangan. Semoga semangat kebersamaan dan kolaborasi yang tercipta pada acara pembentukan koperasi ini menjadi landasan kuat bagi kelangsungan dan kesuksesan Koperasi Merah Putih di masa depan.

PENILAIAN LOMBA KELURAHAN TAHUN 2025

**Penilaian Lomba Kelurahan Tambarangan Tahun 2025** Pada tanggal 26 Mei 2025, sekitar pukul 11:22, Kantor Kelurahan Tambarangan menjadi salah satu peserta dari ajang bergengsi, Penilaian Lomba Kelurahan. Acara tahunan yang dinantikan oleh Kelurahan ini bertujuan untuk memupuk semangat kebersamaan, kreativitas, serta meningkatkan kualitas lingkungan dalam kelurahan. Dengan antusiasme yang membara, seluruh staf kelurahan dan ibu-ibu dari PKK kelurahan turut ambil bagian dalam berbagai hal yang akan diberi penilaian. Tim juri yang terdiri dari beberapa Instansi Pemerintahan dengan teliti menilai setiap aspek yang dipresentasikan. Selain penilaian tenang administrasi, kegiatan tersebut juga menggelar Lomba Inovasi Sederhana. Melalui lomba ini, diharapkan agar segala hal di Kelurahan ini dapat dikembangkan lagi untuk kemajuan bersama. Tak hanya itu, momen tersebut juga dimanfaatkan sebagai ajang silaturahmi antar instansi. Penilaian Lomba Kelurahan Tambarangan Tahun 2025  berjalan lancar. Semangat kompetisi yang sehat dan kolaboratif menjadi tonggak keberhasilan acara ini, mengukuhkan Tambarangan sebagai contoh nyata kelurahan yang maju dan harmonis.

KEGIATAN BAKTI SOSIAL DARI PMI TAPIN BERSAMA PT. BMB BLOK DUA DAN PUSKESMAS TAMBARANGAN

PMI Tapin bekerjasama dengan PT. BMB Blok Dua telah menyelenggarakan kegiatan bakti sosial di Kantor Kelurahan Tambarangan pada tanggal 22 Februari 2025 pukul 09.07 WITA. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemeriksaan kesehatan kepada masyarakat setempat secara gratis. Dalam kegiatan yang berlangsung dengan penuh antusiasme, tim medis terlatih dari PMI Tapin dan Tenaga Kesehatan dari Puskesmas Tambarangan turut serta dalam memberikan layanan kesehatan kepada warga. Mereka melakukan pemeriksaan kesehatan umum, seperti pengukuran tekanan darah, gula darah, dan pengecekan berat badan. Tidak hanya itu, PMI Tapin juga menyediakan sunat gratis dan donor darah gratis bagi masyarakat yang datang ke kantor Kelurahan, kemudian para peserta juga diberikan edukasi mengenai pentingnya menjaga kesehatan serta tips-tips sederhana untuk hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran akan pentingnya kesehatan dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat setempat. Melalui kolaborasi antara PMI Tapin, PT. BMB Blok Dua dan Puskesmas Tambarangan, diharapkan bahwa kegiatan bakti sosial semacam ini dapat terus dilaksanakan guna memberikan kontribusi positif bagi kesejahteraan masyarakat dan membantu meningkatkan akses layanan kesehatan di wilayah sekitar.

PENYALURAN BANTUAN LANGSUNG TUNAI DANA DESA (BLT DD) TAHAP III TAHUN 2025

PENYALURAN BANTUAN LANGSUNG TUNAI  DANA DESA (BLT DD) TAHAP III TAHUN 2025 di Kantor Desa Pariok Pada tanggal 28 Juli 2025, Desa Pariok menggelar program Penyaluran Bantuan Tunai Langsung Dana Desa (BLT DD) Tahap III sebagai bagian dari upaya untuk membantu meringankan beban ekonomi masyarakat yang kurang mampu. Kegiatan ini bertujuan memberikan bantuan keuangan langsung kepada warga desa guna memenuhi kebutuhan dasar seperti makanan, pakaian, dan tempat tinggal. Mulai pukul 08:00:00 pagi, proses penyaluran BLT DD Tahap III secara resmi dimulai di Kantor Desa Pariok. Warga desa yang telah terdaftar sebagai penerima manfaat berkumpul dengan harapan dan antusiasme yang tinggi, terdapat ada  33 KK sebagai penerima manfaat BLT DD ini.  Para petugas yang bertugas dalam pelaksanaan kegiatan ini terlihat sigap dan siap membantu setiap langkah distribusi dana. Dengan penuh rasa tanggung jawab, tim penyaluran BLT DD memastikan bahwa proses pendistribusian berjalan lancar dan transparan. Setiap penerima manfaat menerima bantuan sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan sebelumnya, menjadikan proses ini lebih adil dan efisien. Selain membawa dampak positif secara langsung bagi penerima manfaat, program ini juga turut menciptakan iklim solidaritas dan kebersamaan di antara warga desa. Dengan demikian, Penyaluran Bantuan Tunai Langsung Dana Desa Tahap III tahun 2025 di Desa Pariok tidak hanya sekadar memberi bantuan finansial, tetapi juga menjadi simbol kepedulian serta kesatuan dalam membangun kesejahteraan bersama.

Sekdes dan Kaling I menghadiri Penyuluhan Hukum dan Pertanahan

Sekdes dan Kaling I Hadiri Penyuluhan Hukum dan Pertanahan di Aula Kecamatan Mataraman Pada tanggal 23 Juli 2025, Sekretaris Desa (Sekdes) beserta Kepala Lingkungan (Kaling I) dari Desa Mataraman berpartisipasi dalam acara penyuluhan hukum dan pertanahan yang diselenggarakan di Aula Kecamatan Mataraman. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran hukum masyarakat terutama terkait hak atas tanah dan peraturan perundang-undangan di sektor pertanahan. Dalam sesi penyuluhan yang dimulai pukul 09:03:12, peserta mendapatkan pemahaman mendalam tentang pentingnya pendaftaran hak atas tanah serta proses perolehan sertifikat tanah. Pengetahuan ini diharapkan dapat memberikan wawasan yang lebih baik kepada masyarakat terkait perlindungan hak atas kepemilikan tanah mereka. Selain itu, salah satu tujuan utama penyuluhan ini adalah untuk memberikan solusi terhadap potensi sengketa pertanahan yang seringkali terjadi di wilayah tersebut. Dengan pemahaman yang lebih baik mengenai regulasi pertanahan, diharapkan masyarakat dapat menghindari konflik dan menyelesaikan masalah dengan cara yang lebih terstruktur dan berlandaskan hukum. Kehadiran Sekdes dan Kaling I dalam acara tersebut menunjukkan komitmen pemerintah desa untuk mendukung upaya peningkatan pemahaman hukum masyarakat serta memfasilitasi penyelesaian sengketa pertanahan dengan pendekatan yang lebih preventif dan proaktif. Diharapkan, melalui kegiatan seperti ini, akan tercipta masyarakat yang lebih sadar akan hak-hak mereka dan terhindar dari masalah hukum yang tidak diinginkan terkait dengan kepemilikan tanah.

Pelatihan Kapasitas Kader Desa Mataraman

Pelatihan Kapasitas Kader: Meningkatkan Kecakapan dan Kinerja Posyandu Pada tanggal 29 Juli 2025, tepat jam 09:00:39, Aula Kecamatan Mataraman menjadi saksi bagi Pelatihan Kapasitas Kader yang bertujuan memperkuat, mengembangkan ketrampilan, keahlian, serta kinerja para pelaku Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) di Desa Mataraman. Pelatihan ini merupakan langkah strategis dalam meningkatkan pelayanan kesehatan masyarakat di tingkat desa. Dengan tema "Tanda Kecakapan Kader Berdasarkan 25 Keterampilan Dasar Bidang Kesehatan". Materi pelatihan mencakup beragam aspek penting, Pembahasan materi yang membahas tentang, Keterampilan pengelolaan posyandu, Keterampilan Bayi dan Balita, Keterampilan Ibu Hamil, Menyusui, Keterampilan Usia Sekolah dan Remaja, Keterampilan Usia Dewasa dan Lansia. Yang berhadir hari ada 25 orang dari 5 desa yang ada di kecamatan Mataraman. Para peserta diajak untuk terlibat aktif dalam sesi diskusi, simulasi kasus, dan permainan peran guna memaksimalkan pemahaman mereka. Diharapkan melalui pelatihan ini, kader posyandu dapat meningkatkan kapasitas mereka dalam menyediakan layanan kesehatan yang lebih berkualitas dan merata bagi seluruh lapisan masyarakat. Penguatan kolaborasi antara posyandu, puskesmas, dan komunitas lokal juga menjadi fokus utama guna memastikan sinergi yang optimal dalam upaya pencegahan penyakit dan peningkatan kesehatan keluarga. Komitmen para peserta untuk terus belajar dan berinovasi dalam menjalankan tugas kemanusiaan ini sangat diharapkan dapat membawa dampak positif yang signifikan bagi kesejahteraan masyarakat setempat. Pelatihan Kapasitas Kader bukan hanya sekadar acara satu kali, tapi sebuah tonggak awal menuju transformasi positif dalam sistem pelayanan kesehatan komunitas. Dengan semangat yang membara, para peserta siap melangkah pulang ke komunitas mereka masing-masing, membawa bekal pengetahuan baru dan semangat juang yang tak kenal lelah demi kesehatan bersama. Semoga Pelatihan Kapasitas Kader ini menjadi tonggak berharga dalam membangun fondasi yang kokoh untuk masa depan yang lebih sehat bagi kita semua.

Monitoring dan Evaluasi Administrasi di Kantor Desa Pulau Pinang

Monitoring dan Evaluasi Administrasi: Penguatan Tata Kelola Desa Pulau Pinang Pulau Pinang, 29 Juli 2025 – Pemerintah Desa Pulau Pinang mengadakan kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) pada hari Selasa, 29 Juli 2025, bertempat di Kantor Desa Pulau Pinang. Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 WIB ini merupakan bagian dari upaya pembinaan serta pemantauan pelaksanaan administrasi desa agar berjalan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Monev ini dihadiri oleh jajaran perangkat desa, tim evaluasi, serta unsur pendamping desa. Kegiatan ini dilakukan secara terstruktur dengan fokus utama pada kelengkapan administrasi desa, mulai dari dokumen kependudukan, keuangan, perencanaan pembangunan, hingga pelaporan kegiatan yang telah dilaksanakan selama tahun berjalan. Selain itu, kegiatan ini juga dimaksudkan sebagai sarana pembinaan dan penguatan kapasitas bagi aparatur desa dalam melaksanakan tugas dan fungsinya. Tim monitoring yang terdiri dari unsur kecamatan, pendamping desa, dan pejabat terkait menelaah berbagai dokumen penting serta melakukan wawancara langsung dengan perangkat desa untuk memastikan kesesuaian data dan prosedur. Pemeriksaan ini meliputi dokumen perencanaan desa seperti Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDes), dokumen APBDes, laporan realisasi kegiatan, dan pembukuan keuangan desa. Kepala Desa Pulau Pinang menyampaikan bahwa kegiatan monitoring dan evaluasi ini merupakan langkah penting dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan desa yang bersih, transparan, dan akuntabel. “Kami menyambut baik kegiatan ini karena dapat menjadi sarana refleksi terhadap kinerja kami selama ini. Evaluasi seperti ini penting agar kita dapat memperbaiki hal-hal yang masih kurang dan terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya. Hasil sementara dari proses evaluasi menunjukkan bahwa secara umum administrasi Desa Pulau Pinang telah berjalan dengan baik dan memenuhi sebagian besar indikator penilaian. Namun demikian, masih ditemukan beberapa kekurangan teknis seperti belum lengkapnya dokumen pendukung pada sejumlah kegiatan, serta perlunya peningkatan dalam sistem dokumentasi digital untuk mendukung efisiensi kerja aparatur desa. Dalam sesi pembinaan yang dilakukan seusai proses monitoring, tim evaluator memberikan berbagai arahan dan masukan kepada aparatur desa mengenai pentingnya disiplin administrasi, manajemen arsip, serta pemanfaatan teknologi informasi dalam pengelolaan data desa. Mereka juga mengingatkan agar seluruh kegiatan desa, baik yang bersumber dari dana desa maupun anggaran lainnya, terdokumentasi dengan baik dan dilaporkan secara tepat waktu. Kegiatan ini juga menjadi momentum penting untuk memperkuat koordinasi antar perangkat desa serta meningkatkan pemahaman tentang regulasi terbaru yang menyangkut administrasi dan keuangan desa. Dalam diskusi terbuka, beberapa perangkat desa menyampaikan kendala yang mereka hadapi, seperti kurangnya pelatihan teknis dan minimnya sarana pendukung untuk menunjang pengarsipan secara digital. Partisipasi aktif seluruh perangkat desa dalam kegiatan ini mencerminkan komitmen Desa Pulau Pinang untuk terus berbenah dan meningkatkan mutu tata kelola pemerintahan. Harapannya, dengan administrasi yang tertib dan akurat, pembangunan desa dapat dilaksanakan dengan lebih efektif dan hasilnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat luas. Sebagai penutup, tim monitoring menyampaikan apresiasi atas keterbukaan dan kerja sama dari Pemerintah Desa Pulau Pinang selama proses evaluasi berlangsung. Mereka juga menekankan pentingnya tindak lanjut terhadap temuan evaluasi dan menyarankan agar pembinaan serupa dilakukan secara berkala. Dengan demikian, tata kelola desa akan semakin kuat, dan program-program pembangunan desa dapat berjalan secara optimal. Melalui kegiatan monitoring dan evaluasi ini, Desa Pulau Pinang menegaskan komitmennya dalam membangun tata pemerintahan yang profesional, transparan, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat akuntabilitas publik serta mendorong terciptanya tata kelola desa yang lebih baik dan berkelanjutan ke depannya.

MUSDES DAN PEMBENTUKAN TIM RKP DESA BATUNG 2025

**Musyawarah Desa (Musdes) dan Pembentukan Tim RKP Desa Batung 2025** Pada tanggal 29 Juli 2025,  bertempat di Kantor Desa Batung menjadi  kegiatan penting yang bertujuan untuk memajukan serta merencanakan masa depan Desa Batung. Musyawarah Desa (Musdes) dan Pembentukan Tim Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Desa 2025 diinisiasi pada jam 09:00 pagi, menghadirkan beragam pemangku kepentingan dan tokoh masyarakat setempat. Musdes tahunan ini diharapkan akan menjadi wadah bagi seluruh warga Desa Batung untuk bersatu dalam menyusun rencana kerja yang akan menjawab tuntutan dan kebutuhan masyarakat. Dalam suasana akrab dan penuh semangat, perwakilan dari berbagai lapisan masyarakat mulai dari petani, pelajar, tokoh agama, pemuda, hingga perwakilan wanita turut hadir untuk memberikan kontribusi terbaik mereka. Diskusi dipimpin oleh kepala desa dan aparat pemerintahan setempat dengan cermat membahas berbagai isu penting yang berkaitan dengan pembangunan desa, kesejahteraan masyarakat, pendidikan, kesehatan, infrastruktur, dan program-program sosial lainnya. Setiap usulan dan aspirasi didengarkan secara seksama guna menciptakan solusi yang terbaik bagi kepentingan bersama. Selain itu, pembentukan Tim RKP Desa Batung 2025 turut menjadi  agenda hari ini. Tim ini akan bertanggung jawab dalam menyusun rencana kerja strategis yang akan dijadikan pedoman untuk melaksanakan program-program pembangunan di tingkat desa. Dengan komitmen dan sinergi yang kuat antara pemerintah desa, lembaga formal, dan masyarakat, diharapkan terwujudnya transformasi positif bagi kemajuan Desa Batung. Dengan semangat gotong royong dan kebersamaan, acara Musdes dan Pembentukan Tim RKP Desa Batung 2025 berhasil dilaksanakan dengan sukses. Keputusan yang diambil secara kolektif diharapkan dapat menjadi landasan kokoh bagi pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan di masa depan. Desa Batung semakin menunjukkan kesungguhan dan komitmennya dalam mewujudkan visi sebagai desa yang sejahtera dan berdaya saing.  

Identifikasi Potensi dan Masalah Desa Pulau Pinang

Indentifikasi Potensi Wilayah: Langkah Awal Pemetaan Kekuatan dan Permasalahan Desa Pulau Pinang Pulau Pinang, 28 Juli 2025 – Kegiatan identifikasi potensi wilayah desa telah dilaksanakan dengan sukses pada hari Senin, 28 Juli 2025, di Desa Pulau Pinang. Kegiatan ini bertujuan untuk menggali dan memetakan potensi yang dimiliki oleh desa, serta mengidentifikasi berbagai permasalahan yang dihadapi masyarakat. Selain itu, kegiatan ini juga dimaksudkan untuk merancang inovasi yang akan mendorong pembangunan desa secara berkelanjutan. Kegiatan berlangsung sejak pukul 09.00 WIB hingga 13.00 WIB dan mencakup empat wilayah RT, yaitu RT.001, RT.002, RT.005, dan RT.006. Pelaksanaan kegiatan dilakukan secara langsung di lapangan, melibatkan perangkat desa, tokoh masyarakat, dan sejumlah perwakilan warga yang aktif memberikan masukan serta informasi penting terkait kondisi dan potensi desa. Dalam pelaksanaannya, tim identifikasi menggunakan pendekatan partisipatif dengan menggali informasi langsung dari masyarakat. Warga diberi ruang untuk menyampaikan potensi lokal yang belum tergali, seperti kekayaan sumber daya alam, keterampilan masyarakat, potensi wisata, serta kegiatan ekonomi produktif yang sudah dan sedang berjalan. Informasi ini menjadi landasan penting dalam merumuskan strategi pengembangan desa ke depan. Selain itu, kegiatan ini juga berfokus pada inventarisasi permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat di masing-masing RT. Beberapa permasalahan yang diungkapkan warga antara lain terkait infrastruktur dasar seperti jalan lingkungan, akses air bersih, pengelolaan sampah, serta rendahnya pemanfaatan teknologi dalam kegiatan ekonomi warga. Identifikasi masalah ini menjadi langkah awal untuk mencari solusi yang realistis dan aplikatif. Menariknya, dari hasil diskusi dan observasi lapangan, ditemukan berbagai potensi yang selama ini belum banyak diperhatikan. Di antaranya adalah lahan tidur yang berpotensi dijadikan kebun produktif, keterampilan warga dalam kerajinan tangan, serta potensi pengembangan wisata alam berbasis lingkungan. Ini menjadi bahan penting untuk dikembangkan melalui program inovasi desa yang dirancang ke depan. Kepala Desa Pulau Pinang dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini sangat penting untuk mengetahui kondisi riil desa secara menyeluruh. Ia menekankan bahwa pembangunan desa tidak bisa berjalan hanya berdasarkan asumsi, melainkan harus berangkat dari data dan fakta yang terjadi di lapangan. "Dari kegiatan ini kita bisa lebih paham apa yang harus kita benahi, dan apa yang bisa kita kembangkan. Ini akan menjadi dasar penyusunan program desa ke depan," ujarnya. Lebih lanjut, kegiatan ini juga menjadi wadah pembelajaran bagi warga untuk lebih mengenal potensi wilayah tempat tinggal mereka sendiri. Warga terlihat antusias terlibat dalam kegiatan ini, karena mereka merasa dilibatkan langsung dalam proses perencanaan pembangunan desa. Kegiatan ini sekaligus mempererat hubungan sosial dan meningkatkan rasa memiliki terhadap desa. Manfaat langsung dari kegiatan ini adalah tersusunnya peta potensi dan masalah desa yang akan menjadi dokumen dasar dalam perencanaan program kerja desa tahun berikutnya. Selain itu, tim pelaksana juga merancang beberapa inovasi yang dapat segera diimplementasikan, seperti pelatihan keterampilan produktif, pengelolaan lingkungan, serta pemanfaatan teknologi untuk UMKM lokal. Kegiatan yang dilaksanakan secara kolaboratif ini mendapat apresiasi dari berbagai pihak. Tokoh masyarakat, ibu-ibu PKK, serta para pemuda desa menyambut baik kegiatan ini dan berharap agar kegiatan serupa dapat dilakukan secara berkala. Hal ini menunjukkan bahwa partisipasi warga menjadi kunci keberhasilan dalam pembangunan berbasis komunitas. Dengan selesainya kegiatan identifikasi potensi wilayah ini, Desa Pulau Pinang kini memiliki landasan kuat untuk menyusun program-program pembangunan yang lebih tepat sasaran dan berkelanjutan. Diharapkan ke depan, berbagai potensi desa dapat dikembangkan secara maksimal untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta menjadikan desa sebagai wilayah yang mandiri, maju, dan berdaya saing.

Musdes Khusus Penetapan Program Ketahanan Pangan Tahun Anggaran 2025 di Desa Buas-Buas

Buas-Buas, 24 Juli 2025 — Pemerintah Desa Buas-Buas menyelenggarakan Musyawarah Desa (Musdes) Khusus Penetapan Program Ketahanan Pangan Tahun Anggaran 2025 pada hari Kamis, 24 Juli 2025, bertempat di Kantor Desa Buas-Buas. Kegiatan ini merupakan agenda penting dalam perencanaan dan pelaksanaan program ketahanan pangan yang menjadi prioritas pembangunan desa tahun 2025. Musdes khusus ini dihadiri oleh berbagai unsur penting, antara lain perwakilan dari Kecamatan Candi Laras Utara, Kasi Ekonomi Kecamatan Candi Laras Utara, Pendamping Desa, Kepala Desa Buas-Buas beserta perangkat desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), para Ketua RT dan RW, pengurus Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), serta pengurus Koperasi Merah Putih. Dalam sambutannya, Kepala Desa Buas-Buas menegaskan pentingnya sinergi semua elemen desa dalam menyukseskan program ketahanan pangan sebagai upaya meningkatkan kemandirian dan kesejahteraan masyarakat desa. “Program ini bukan hanya sebatas agenda tahunan, tapi bagian dari komitmen kita dalam menjaga stabilitas pangan dan ekonomi masyarakat Buas-Buas,” ujarnya. Adapun hasil dari musyawarah ini antara lain penetapan beberapa program strategis, seperti peningkatan kapasitas program yang berkaitan denagn peternakan, serta optimalisasi peran BUMDes dan Koperasi Merah Putih dalam distribusi hasil  pengelolaan sarana pendukung pangan. Kegiatan berjalan dengan lancar, penuh semangat kebersamaan, dan menghasilkan keputusan yang disepakati secara mufakat oleh seluruh peserta musyawarah. Diharapkan, hasil dari Musdes ini dapat menjadi dasar pelaksanaan program ketahanan pangan yang tepat sasaran dan berkelanjutan.

Sosialisasi & Bimtek Inovasi Kecamatan

Dalam rangka mendorong peningkatan kinerja pelayanan publik serta penguatan kapasitas aparatur pemerintah desa dan kelurahan, pada hari Selasa tanggal 29 Juli 2025 telah dilaksanakan kegiatan Sosialisasi dan Bimbingan Teknis Inovasi Kecamatan bertempat di Aula Kecamatan Candi Laras Utara. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman serta keterampilan aparatur desa dalam pengembangan dan implementasi inovasi dalam tata kelola pemerintahan desa, khususnya dalam pelayanan kepada masyarakat. II. TUJUAN KEGIATAN Tujuan kegiatan ini antara lain: Mendorong aparatur desa untuk berinovasi dalam pelayanan publik. Meningkatkan transparansi, akuntabilitas, dan efisiensi dalam pelaksanaan pemerintahan desa. Membuka ruang bagi pengembangan solusi digital berbasis potensi lokal desa. III. PESERTA Peserta kegiatan terdiri dari: Kepala Desa Sekretaris Desa Kaur Tata Usaha dan Umum (Kaur TU) Dari Desa Margasari Hilir, peserta yang hadir: ISMAIL – Sekretaris Desa diwakili oleh Kasi Pemerintahan Desa KAMSINAH – Kaur TU dan Umum IV. MATERI DAN NARASUMBER Materi yang disampaikan meliputi: Strategi Inovasi Pemerintahan Desa Pengembangan Sistem Informasi Desa Studi Kasus dan Praktik Baik Inovasi Desa di Tapin Dengan narasumber dari: Tim Inovasi Kecamatan  Candi Laras Utara Website ini dikembangkan untuk memudahkan akses informasi publik dan memperkuat transparansi pengelolaan Dana Desa dan Aset Desa. Beberapa fitur utama antara lain: Unggahan Dokumen Realisasi Dana Desa Laporan Penggunaan Aset Desa Informasi Publik Terkait APBDes Berita Desa dan Galeri Kegiatan Dalam pelaksanaannya, Sekretaris Desa berperan sebagai koordinator pengelola, bertanggung jawab untuk melakukan unggahan dokumen secara berkala dan menjaga akurasi informasi yang ditampilkan.