Gunung Batu – Kelompok Wanita Tani (KWT) Desa Gunung Batu menggelar pertemuan Kelompok Tani Nelayan Andalan yang berlangsung dengan penuh antusias dan partisipatif. Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan dari Dinas Pertanian Kabupaten Banjar, penyuluh pertanian lapangan (PPL), petugas pengendali organisme pengganggu tumbuhan (POPT), serta aparat Desa Gunung Batu.
Pertemuan ini menjadi ajang strategis dalam meningkatkan kapasitas petani, khususnya dalam pengembangan sistem pertanian modern berbasis hidroponik serta pengendalian hama tanaman yang efektif dan berkelanjutan. Dalam kegiatan tersebut, disampaikan sebanyak 20 materi yang mencakup berbagai aspek teknis dan praktis terkait budidaya hidroponik, mulai dari persiapan media tanam, pemilihan nutrisi, hingga teknik panen. Selain itu, materi tentang pengendalian hama juga menjadi fokus utama, dengan penekanan pada metode ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Kepala Desa Gunung Batu dalam sambutannya menekankan pentingnya keberlanjutan komunikasi antara kelompok tani dengan pemangku kebijakan di tingkat atas. Ia menyampaikan bahwa setiap pertemuan tidak hanya sebatas diskusi, tetapi harus mampu melahirkan aspirasi yang dapat diperjuangkan.
“Dalam setiap pertemuan, perlu ada sosok yang mampu membawa aspirasi ke tingkat yang lebih tinggi. Sehingga apa yang menjadi bahan rembukan, usulan, dan masukan dari masyarakat dapat tersampaikan kepada pihak yang memiliki kewenangan, dan pada akhirnya menjadi bagian dari perubahan yang nyata,” ujarnya.
Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antara petani, pemerintah, dan seluruh stakeholder terkait, serta menjadi langkah konkret dalam meningkatkan produktivitas pertanian dan kesejahteraan masyarakat Desa Gunung Batu.

Dengan adanya dukungan dari berbagai pihak, KWT Gunung Batu optimis mampu menjadi contoh dalam pengembangan pertanian modern yang inovatif dan berdaya saing di Kabupaten Banjar.
